Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
2 Agustus 2026
A A
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kira peran paling melelahkan di muka bumi ini jatuh kepada seorang ibu. Tugasnya merangkap jadi koki, satpam, psikolog, guru les, hingga manajer emosi seisi rumah dalam 24/7 penuh. Itu pun tanpa jatah cuti, THR, apalagi uang pensiun.

Kalau boleh menambahkan satu peran lagi yang tingkat kelelahannya nggak beda jauh, apalagi kalau bukan panak pertama. Ironisnya, bagi sebagian perempuan, takdir justru merangkapkan kedua gelar berat tersebut sekaligus dalam satu pundak, seseorang sebagai anak pertama perempuan di mata orang tuanya dan seorang ibu. 

ADVERTISEMENT

Anak pertama perempuan tempat orang tua belajar pertama kali

Seminar dan buku parenting masa kini memang sudah seabrek. Namun, percayalah, teori di atas kertas sering kali jungkir balik saat berhadapan langsung dengan dinamika kepala manusia di rumah. Masalahnya, anak sulung kerap diibaratkan seperti mobil pertama dalam keluarga. Mereka menjadi eksperimen utama tempat orang tua belajar menyetir.

Karena baru kali pertama berstatus sebagai bapak dan ibu, kecemasan melambung setinggi langit. Rasa takut berbuat salah dan kekhawatiran dihakimi orang sekitar menggunung. Efeknya, ekspektasi dipatok setinggi langit. 

Orang tua pun tanpa sadar menerapkan metode trial and error. Mereka menerka-nerka strategi pengasuhan paling pas sambil jalan. Apesnya, metode coba-coba ini paling vulgar dihantamkan ke pundak anak pertama. 

Padahal, di saat orang tua masih meraba-raba cara menjadi orang dewasa yang benar, anak sulung juga sebenarnya sedang tergopoh-gopoh belajar cara menjadi manusia. Praktis, situasi rumah jadi chaos. Persis pengemudi pemula yang ngalor-ngidul membawa mobilnya sekaligus membahayakan keselamatan penumpang.

Situasi ini makin runyam ketika ditarik ke dalam pusaran gender. Pengalaman hidup anak sulung perempuan langsung melompat ke level kesusahan paling ekstrem. Jujur saja, jauh berbeda dibanding anak sulung laki-laki yang sering kali diperlakukan lebih istimewa. 

Belum juga lulus sekolah atau menikmati masa remaja ceria ala film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), anak sulung perempuan sudah dipaksa memikul beban domestik yang belum waktunya. Nggak sedikit dari mereka yang disuruh mengasuh adik-adiknya lantaran orang tua belum punya kecukupan finansial untuk menitipkan di day care atau menyewa jasa pengasuh anak profesional.

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

Nggak jarang pula, anak sulung perempuan wajib jadi asisten bayangan ibu di dapur. Sementara itu, anak sulung laki-laki biasanya dibiarkan melenggang kangkung dengan dalih persepsi kolot bahwa laki-laki nggak pantas berkutat di dapur. Padahal, kemampuan memasak dasar itu nggak ada korelasinya dengan gender.

Baca halaman selanjtunya: Dipaksa “matang” …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2026 oleh

Tags: anak perempuananak pertamaanak pertama perempuananak sulungPerempuansulung
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Alasan Perempuan Sangat Suka Makan Seblak

Alasan Perempuan Sangat Suka Makan Seblak

23 Februari 2023
Beban Ganda Jadi Anak Pertama dan Cucu Pertama di Keluarga terminal mojok.co

Beban Ganda Jadi Anak Pertama dan Cucu Pertama di Keluarga

25 Desember 2020
perempuan

Perempuan Cuman Jadi Kanca Wingking itu Gara-Gara Bangsa Eropa!

19 September 2019
Ketahui Jenis-jenis Bra dengan Beragam Fungsi Berikut biar Nggak Salah Pakai! terminal mojok

Ketahui Jenis-jenis Bra dan Beragam Fungsinya biar Nggak Asal Pakai!

15 April 2021
Penjelasan Ilmiah Kenapa Handuk Laki-laki Lebih Basah ketimbang Perempuan Setelah Mandi

Penjelasan Ilmiah Kenapa Handuk Laki-laki Lebih Basah ketimbang Perempuan Setelah Mandi

11 Oktober 2022
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.