Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

THR Ludes Sebelum Hari Raya Tidak Melulu Salahmu, Hidup Memang Lagi Susah

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
9 Maret 2026
A A
THR Ludes Sebelum Hari Raya Bukan Melulu Salahmu, Hidup Memang Lagi Susah Mojok.co

THR Ludes Sebelum Hari Raya Bukan Melulu Salahmu, Hidup Memang Lagi Susah (unspolash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tidak bersukacita ketika mobile banking berdenting dengan notifikasi “THR 2026”? Kecuali kamu petapa yang menanggalkan hal-hal duniawi, notifikasi tersebut pasti disambut dengan sorak gembira. Langsung terbayang barang-barang yang ingin dibeli atau membagikan THR ke orang-orang terkasih.

Akan tetapi, itu semua dahulu. Tunjangan Hari Raya sekarang ini rasa-rasanya seperti baliho di jalan arteri. Muncul sebentar di depan mata, lalu hilang. Jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Kondisi ekonomi yang terlanjur payah bisa jadi biang keroknya.

THR yang cuma mampir itu bukan kecolongan

Aku memang tidak mendapat THR menjelang Lebaran kali ini. Sebab, jatah THR-ku dibayarkan menjelang Natal. Aku terakhir menerimanya pada Desember 2025 lalu. Saat itu langsung terbayang berbagai seri Adidas Samba. Terlintas pula Adidas Trimm Star seri West Ham. Indah sekali rasanya kalau bisa pakai seri sepatu dari klub yang hampir degradasi ini.

Realitas langsung menampar beberapa jam setelah notifikasi THR di mobile banking berdenting. Aku lupa 2025 adalah momen mengencangkan ikat pinggang. THR langsung terpangkas untuk membayar utang, tagihan bulanan, hingga bertahan hidup. Iya, bertahan hidup untuk bulan-bulan berikutnya!

Pada waktu itu aku sudah harus mengalokasikan THR untuk belanja dua bulan. Bukan karena tidak gajian, aku cuma merasa perlu untuk menyisihkan lebih banyak uang untuk beberapa bulan ke depan. Masih ada momentum tahun baru dan Lebaran yang jatuh pada kuartal pertama 2026. Dua momentum yang biasanya menuntut dana-dana tidak terduga. Mau tidak mau, ‘ilusi kekayaan’ dari THR  harus segera diakhiri.

Semua dimulai dari kekacauan tahun lalu

Pengalaman di akhir 2025 itu nyatanya relate dengan keluhan banyak orang soal THR menjelang Lebaran kali ini. THR rasanya lebih cepat ludes. Ada yang perlu menambal utang dan kewajiban lain yang belum selesai di tahun 2025. Beberapa orang lain nasibnya lebih pedih, mesti merelakan THR-nya jadi ‘dana talangan’ anggota keluarga yang terkena badai PHK tahun lalu.

Harga barang-barang yang naik menjelang hari raya juga jadi beban lain. Ini memang fenomena yang lumrah menjelang hari raya, tapi tahun ini rasanya lebih berat. Nyatanya kenaikan harga atau inflasi lebih tinggi dibanding Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Pantas saja.

Terlebih bagi mereka yang THR-nya masih berdasar skema gaji 2025. Iya sudah ada skema yang ditetapkan pemerintah soal besaran tunjangan yang seharusnya diberikan ke karyawan. Tapi, masih ada saja HRD yang berkilah. Karena Lebaran datang di kuartal 1 2026, beberapa perusahaan belum melakukan penyesuaian THR seturut UMR baru.

Baca Juga:

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

THR itu Tunjangan Hari Runyam

THR tidak lagi jadi tunjangan hari raya. Tapi, jadi tunjangan hari runyam. Runyam karena kondisi ekonomi mencekik. Runyam karena makin mahal untuk waras. Dan, runyam karena ada saja alasan untuk kita makin tertekan setiap bangun tidur.

Aku juga sudah lupa rasanya dapat THR. Jika beberapa tahun lalu THR masih meninggalkan aftertaste di bulan ke-3, sekarang hanyalah prasasti slip digital. Sebuah tanda kalau Prabu Yudianto pernah dapat THR. Sedangkan sisanya sudah ludes dilahap ekonomi yang ambruk.

Jadi kencangkan ikat pinggangmu. Juga pijit kepalamu kuat-kuat. Karena badai belum berlalu, bahkan baru dimulai. Tapi, tenang saja. THR yang ludes sebelum hari raya adalah hari burukmu sejauh ini. Besok? JELAS LEBIH BURUK!

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: LebaranTHRtunjanganTunjangan Hari Raya
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

lebih baik setelah idul fitri

Akankah Kita Menjadi Lebih Baik Setelah Lebaran?

5 Juni 2019
asal-usul tradisi beli baju baru lebaran di banten mojok.co

Siapa sih yang Memulai Tradisi Beli Baju Baru Menjelang Lebaran?

20 Mei 2020
Kasta Biskuit dalam Sekaleng Khong Guan: Mana yang Kamu Makan Duluan? terminal mojok.co

Kasta Biskuit dalam Sekaleng Khong Guan: Mana yang Kamu Makan Duluan?

20 April 2021
Menginap di Pelabuhan, Kiat Mudik Ekonomis Sedikit Miris

Menginap di Pelabuhan, Kiat Mudik Ekonomis Sedikit Miris

20 April 2023
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyesal Beli Motor Impian Honda Astrea Prima karena Akhirnya Cuma Nambah Beban Hidup Mojok.co astrea bulus

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

5 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026
Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Daripada ASN Day, Kami para ASN Lebih Butuh Serikat Pekerja!

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.