Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

10 Hari Sebelum Lebaran, Momen Penuh Kebahagiaan Ojol Jogja: Begitu Banyak Orang Baik di Jogja

Ismail Hasan oleh Ismail Hasan
12 April 2023
A A
10 Hari Sebelum Lebaran, Momen Penuh Kebahagiaan Ojol Jogja: Begitu Banyak Orang Baik di Jogja

10 Hari Sebelum Lebaran, Momen Penuh Kebahagiaan Ojol Jogja: Begitu Banyak Orang Baik di Jogja (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut saya, Jogja adalah tempat perjalanan hidup, terlebih bagi saya yang seorang ojol. Perjalanan yang penuh suka dan duka. Perjalanan di mana kita akan merasakan digdaya di atas, merasakan kekalahan di dasar jurang kehidupan. Dan kita akan merasakan perjalanan di mana kita akan mengalami momen tertawa bersama dengan orang terdekat. Salah satu kisah perjalanan saya adalah apa yang ingin saya tuliskan di sini. Momen di mana saya dan rekan-rekan ojol yang lain merasakan kebahagiaan menjelang lebaran.

Sekitar 10 hari menjelang lebaran, adalah momen yang para ojol Jogja selalu tunggu-tunggu. Bukan mengharap, hanya saja semua berjalan rutin seperti sebuah budaya. Pada kurun waktu tersebut, banyak orang-orang baik memberi rezeki yang tak terduga bagi kami. Satu hal yang harus diketahui, bahwa hal ini merupakan obat penawar bagi kami ketika luapan emosi dalam diri tak cukup dibayar oleh apresiasi korporasi.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sekarang banyak sekali ojol yang kesulitan mendapatkan orderan. Ditambah pembukaan ojol baru yang mengakibatkan kuantitas orderan yang didapatkan akan semakin sedikit karena persaingan yang ketat. Belum lagi perusahaan aplikator yang bukan hanya satu, memungkinkan para ojol menggunakan cara-cara ilegal seperti Fake GPS. Bertahan atau pergi, pergi dan berlari. Lari tanpa arah alias klontang-klantung.

Apalagi apresiasi korporasi terhadap mitra amat kurang. Malah lebih sering mengadakan kompetisi bak acara 17 Agustusan yang dihadiri peserta bocah SD. Insentif pun seperti hanya plakat saja, Ada namun tiada. Ojol Jogja biasa menyebutnya dengan istilah “dikancing”.

Cerita bahagia ojol Jogja 

Kembali ke berkah lebaran untuk driver ojol Jogja.

Saya sering mendengar teman-teman saya berbagi cerita kebahagiaan mereka ketika mendapatkan orderan menjelang lebaran. Ada yang sampai tak kuasa menahan tangis haru.

“Aku tadi dapat orderan makanan di resto A kemudian customer menyuruhku untuk membawa makanan tersebut untuk aku konsumsi sendiri dan dibagikan untuk rekan ojol yang lain, dan aku diberi tip sebesar Rp300 ribu dengan komentar ‘Rezeki buat bapak untuk beli baju baru buat anaknya’. Alhamdulillah Ya Allah”, Ucap salah satu teman saya.

Ada juga yang memberi sesuatu dalam bentuk fisik berupa parsel dan paket sembako. Biasanya para customer akan memberikannya ketika para ojol mengantarkan makanan pesanannya.

Baca Juga:

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

“Terima kasih ya, Pak. Dan ini buat bapak sembako dari saya. Mudah-mudahan manfaat buat Bapak,” ucap salah satu customer yang pernah saya layani ketika memesan makanan.

Kadang saya berpikir, Ya Allah kok baik banget customernya. Namun, saya hanya bisa berdoa semoga apa yang kalian berikan akan dibalas oleh Allah. Hanya Dia-lah yang mampu membalasnya.

Ada lagi kisah teman saya yang pernah mengantarkan paket parsel kepada saudara customer. Parsel tersebut cukup tinggi karena banyak kue kering yang tersusun membentuk kerucut. Menurut customer tersebut, banyak para ojol yang meng-cancel orderannya karena menurut mereka sangat berisiko. Pada saat itu teman saya sedang sepi orderan dan terpaksa mengambil paket tersebut.

Tak disangka, customer tersebut memberikan sarung baru dan sejumlah uang yang nominalnya cukup besar untuknya. Tak sadar air matanya menangis. Berasa tak percaya. Dari pagi sampai sore hanya mendapat dua orderan, ternyata ada orang baik memberikan sesuatu yang luar biasa.

Momen tersebut adalah momen yang bisa dibilang “jackpot” atau “rezeki dari langit” yang membuat banyak ojol mengalaminya perasaan campur aduk. Roaming. Tak mampu untuk berkata apa pun kecuali mengucap terima kasih dan syukur.

Apresiasi customer yang bikin terharu

Bagi saya, seluruh hal baik yang dilakukan oleh customer adalah wujud apresiasi terhadap para ojol yang selalu berjuang pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari untuk selalu melayani customer. Pekerjaan yang menurut saya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, bahkan bertaruh nyawa.

Misalnya, dalam suasana pandemi covid-19, rela tetap berkeliaran mencari orderan. Meski mereka tau resiko yang suatu saat akan mengancam kesehatan dan nyawanya.

Sungguh apresiasi yang membuat saya dan teman-teman ojol bahagia. Apresiasi yang saya tak pernah temukan di korporasi tempat saya mencari makan ini. Mungkin alasan “hanya mitra” yang selalu abadi dalam otak kami. Itu mungkin benar, namun saya juga ingin menambahkan kalimat tersebut “mitra yang membuat korporasi masih bertahan sampai sekarang”.

Apa pun itu, hari-hari menjelang lebaran merupakan momen yang dinanti oleh kami para ojol. Setidaknya, pada momen menuju lebaran, kami para ojol Jogja bisa menatap hari dengan lebih optimis. Dunia selalu dipenuhi orang-orang baik, dan itu saja sudah cukup membuat kami berusaha keras untuk membantu orang-orang baik tersebut.

Untuk semua customer, terima kasih. Kebaikan kecil yang mungkin kalian anggap tak seberapa itu, bisa membuat hidup kami lebih terang. Hal-hal baik kalian buat kami tak patah arang dan makin kuat menjalani hari. Sungguh, doa-doa terbaik buat kalian.

Salam dan terima kasih dari saya, ojol Jogja yang jadi saksi kebaikan manusia-manusia di Jogja menjelang lebaran. Semoga kalian selalu dicintai-Nya.

Penulis: Ismail Hasan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Amarta, Ranjau Darat Seturan Musuh para Ojol di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 April 2023 oleh

Tags: berbagicustomerLebaranojol jogja
Ismail Hasan

Ismail Hasan

Seorang ojol yang lagi belajar nulis, lagi suka baca, dan pengin punya bisnis. Membawa semangat kerja keras dan kesantunan dari tanah kelahiran untuk berkontribusi di dunia profesional.

ArtikelTerkait

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Pakuwon Mall Jogja Paling Bisa Menyiksa Pengendara Amatir (Pexels)

Dear Pengguna Mobil di Pakuwon Mall Jogja: Kalau Tidak Bisa Parkir, Tidak Usah Membawa Mobil ke Mall, Mending Naik Ojol Saja

9 Maret 2025
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran

22 Mei 2020
Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan? toples khong guan meme khong guan terminal mojok.co

Mengangkat Kembali Martabat Rengginang di Kala Lebaran

15 April 2023
5 Kebiasaan Unik Orang Madura Saking Antusiasnya Sambut Ramadan Terminal Mojok.co

5 Kebiasaan Unik Orang Madura Saking Antusiasnya Sambut Ramadan

6 April 2022
asisten rumah tangga

Asisten Rumah Tangga yang Tak Kunjung Kembali Setelah Idul Fitri

11 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.