Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
31 Maret 2026
A A
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Naik PO Handoyo kelas eksekutif benar-benar bikin kapok. 

Umumnya, ketika mendengar bus eksekutif, kursi empuk dan perjalanan nyaman yang terlintas di kepala. Langsung terbayang perjalanan panjang yang hangat dan menyenangkan. Tapi, teman saya justru merasakan yang sebaliknya. 

Pengalaman itu dia rasakan ketika arus balik Lebaran naik PO Handoyo ke Bogor. Teman saya sengaja memilih bus eksekutif dan membayar mahal dengan ekspektasi tinggi, yaitu kenyamanan. Dia berharap dapat kursi lega, tempat duduk yang empuk, dan fasilitas pendukung lainnya yang lengkap. Tujuannya agar perjalanan yang dilaluinya jadi lebih manusiawi dan tidak dihantui kecemasan.

Kita sama-sama tahu, PO Handoyo bukanlah pemain kemarin sore. Bus ini seharusnya cukup berpengalaman untuk menyediakan fasilitas dan kenyamanan sesuai standar eksekutif. Tapi, kenyatannya tidak demikan.

Bare minimum bus kelas eksekutif pun belum

Dalam banyak promo PO Handoyo diperlihatkan pengalaman banyak penumpang yang diklaim merasakan kenyamanan. Mulai dari bantal dan selimut yang bersih dan wangi, hingga layanan makanannya yang enak dan higienis.

Baca juga Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh.

Namun, seperti yang saya sebutkan di awal, apa yang dirasakannya ternyata jauh dari ekspektasi. Bahkan, sekadar memenuhi bare minimum untuk sebuah bus kelas eksekutif pun tidak.

Bayangkan saja, perjalanan belum berlangsung lama, tapi muncul semacam letupan di bagian dalam bus yang bikin teman saya bertanya-tanya. Entah itu bagian mesin, suspensi, atau komponen lain, yang jelas pengalaman ini langsung menciptakan rasa tidak aman.

Baca Juga:

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

Bus yang digunakan jelas tipe yang sudah tua sehingga ketika bus melaju menghantam lubang-lubang kecil, guncangannya begitu terasa. Setiap melewati jalan yang tidak rata, bagian bus berbunyi “gedubrak, gedebuk”, seperti ada bagian yang mau lepas. Semua kondisi itu alih-alih membuat teman saya duduk santai menikmati perjalanan, justru membuatnya dipaksa beradaptasi dengan kondisi bertahan dan bersabar.

Fasilitas lain tidak kalah buruk

Fasilitas lainnya pun tidak kalah mengecewakan. PO Handoyo yang dinaiki teman tidak menyediakan selimut, bantal, bahkan muncul bau pesing yang bikin duduk terasa beneran tidak nyaman. Tentu ini sangat berbanding terbalik dengan citra bus eksekutif yang selama ini ada di pikirannya.

Semua jadi kombinasi yang makin membuat teman saya kapok karena harus ditambah dengan supir busnya yang bagi teman saya terasa sedikit ugal-ugalan sehingga bikin was-was dan trauma penumpang yang ada di dalam.

Aspek krusial lain yang bikin teman saya makin geleng-geleng adalah soal makanannya. Untuk kelas eksekutif, teman saya mendapat paket makanan yang memprihatinkan. Bayangkan dengan biaya Rp600.000 (harga fase mudik Lebaran), dia hanya diberi menu makan nasi, tempe, dan sayur sop yang terdiri dari kol dan daun bawang.

Baca juga Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar.

Tentu ini jadi ketimpangan tersendiri antara harga tiket yang dibandrol dan label eksekutifnya dengan fasilitas makan yang diperoleh. Tentu ketika teman saya membayar lebih untuk kelas atas yang diharapkan adalah mendapatkan fasilitas yang layak. Masak nasi sayur sop.

Meski begitu, teman saya tetap memuji PO bus ini soal ketepatan waktu. Bus berangkat dan tiba sesuai jadwal. Setidaknya ini jadi poin positif dan sejalan dengan reputasi Handoyo yang konon memang gak terlalu molor kalau soal waktu. Tapi persoalannya, apakah itu setimpal jika pengalaman yang diterima penumpangnya justru adalah siksaan?

Jadi pertimbangan naik PO Handoyo 

PO Handoyo bukanlah pemain baru. Dia adalah Perusahaan otobus lama asal Magelang yang rutenya sudah menjalar dari Jawa hingga Sumatera, dengan inovasi armada yang diklaim terus diperbarui dari waktu ke waktu. Beberapa ulasan dari penumpang pun memberikan kesan positif. Mereka memuji kursinya yang nyaman dan ketepatan waktunya. Ini jadi indikasi kalau kualitas pelayanan sebuah PO bus sangat bergantung pada unit bus dan krunya.

Inilah yang perlu diperhatikan. Ketika ada yang bilang bagus, tapi di lain sisi ada yang mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan, maka kualitas layanannya dianggap tidak konsisten. Akhirnya penumpang seperti berjudi dengan nasib. Hari ini bisa nyaman, bisa jadi besok apes, dan berujung trauma. Teman saya akhirnya menjadi enggan untuk menggunakan bus lagi.

Tentu pengalaman teman saya naik PO Handoyo kelas eksekutif ini menjadi gambaran tentang gap antara citra yang dibangun dengan realita yang dialami penumpang. Dan, tentu saja, ini tentang konsistensi layanan. Label eksekutif yang ditawarkan seharusnya menjadi standar memberikan pelayanan yang manusiawi. Sebab, sejatinya, dalam menempuh perjalanan jauh, kemewahan bukanlah hal yang utama, tapi rasa aman, nyaman, dan dihargai sebagai penumpang.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh

Tags: Arus Balikarus balik lebaranbus eksekutifBus HandoyoHandoyohandoyo eksekutifkelas eksekyitfLebaranMudikPOPO Handoyo
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Plat AB Meresahkan Jalanan Jogja karena Tidak Punya Empati (Pexels)

Serbuan Plat Luar Jogja di Kala Musim Liburan, Ujian Kesabaran dan Fenomena yang Bikin Dilema Warga Jogja

1 April 2025
Bukan karena Rasanya Enak, Biskuit Khong Guan Dibeli karena Bisa Memberi Status Sosial

Bukan karena Rasanya Enak, Biskuit Khong Guan Dibeli karena Bisa Memberi Status Sosial

13 Oktober 2025
Untuk Orang-orang yang Kalah di Hari Kemenangan, Bertahanlah, Dunia Ini Mengasyikkan

Untuk Orang-orang yang Kalah di Hari Kemenangan, Bertahanlah, Dunia Ini Mengasyikkan

21 April 2023
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
rekomendasi menu daging olahan saat idul adha

Bosan Nyate? Ini Dia Rekomendasi Menu Olahan Daging Kurban yang Tak Kalah Lezat dan Menggiurkan

20 Juli 2021
mahasiswa rantau

Menikmati Ramadan Sebagai Mahasiswa Rantau

22 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri Mojok.co

Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.