Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gendurenan: Tradisi Thanksgiving Ala Desa Temulawak

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
11 September 2019
A A
gendurenan

gendurenan

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah maraknya perkembangan teknologi yang semakin modern pada zaman ini, masih begitu banyak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang tetap setia menjaga dan melestarikan tradisinya masing-masing salah satunya seperti tradisi gendurenan dari Jawa Tengah yang rutin diadakan setiap tahunnya menjelang hari raya lebaran. Gendurenan, sudahkah banyak yang tahu? Gendurenan atau yang biasa orang sebut kondangan memiliki makna bersyukur kepada Tuhan dalam rangka menyambut hari raya lebaran.

Tradisi unik yang diadakan setiap dua hingga tiga hari sebelum lebaran ini memang sarat akan makna. Selain bertujuan untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas segala rezeki yang dilimpahkan, tradisi gendurenan ini juga bertujuan untuk mengingat dan mendoakan arwah para orang tua atau keluarga yang telah meninggal dunia dengan cara menyiapkan berbagai hidangan dan sesajen yang diperuntukkan bagi mereka yang telah tiada.

ADVERTISEMENT

Merupakan hal yang cukup langka memang ketika masih dapat menyaksikan tradisi unik ini pada zaman serba modern seperti sekarang. Tradisi gendurenan merupakan salah satu tradisi dari Jawa Tengah yang masih benar-benar dipertahankan dan menjadi salah satu ikon yang dikenal dari sini. Adat Jawa yang masih begitu kental tidak membuat setiap warga di sini melupakan tradisi turun-temurun yang ada sejak dahulu. “Ya, jadi kalau tradisi gendurenan ini kita bilangnya kondangan untuk mengucap syukur kepada Tuhan sebelum lebaran lalu juga untuk menginat bapak ibu yang udah meninggal kan”, ujar Tarni Handayani (43).

Ya, ini pengalamanku. Rabu 3 Juni 2019, pagi-pagi sekali sekitar pukul 06.00 WIB, warga Desa Temulawak, Kota Wonogiri, Jawa Tengah telah disibukkan dengan berbagai persiapan untuk melakukan tradisi gendurenan. Setiap warga dalam setiap rumah pasti melakukan tradisi ini dan takkan ada yang terlewat mengingat betapa pentingnya tradisi gendurenan ini setiap tahunnya. Memasak dan membersihkan rumah adalah hal wajib yang harus dilakukan si empunya rumah sebelum tradisi gendurenan dimulai.

Tak jarang kegiatan memasak dan membersihkan rumah dibantu oleh tetangga sebelah rumah yang datang membantu dengan sukarela. Kegiatan awal ketika bangun pagi adalah mempersiapkan segala kebutuhan untuk melakukan gendurenan yaitu mamasak berbagai hidangan khas tradisi gendurenan. Para ibu rumah tangga biasanya akan bersiap berbelanja berbagai kebutuhan makanan sedangkan para lelaki tetap akan melakukan pekerjaan mereka seperti pergi ke sawah hingga mengurus berbagai hewan ternak mereka.

Para ibu rumah tangga disibukkan dengan memasak berbagai hidangan seperti ayam bumbu kuning, serundeng kelapa parut, tumis tempe, tumis mie, dan kue apem sebagai hidangan penutup. Biasanya pekerjaan rumah tangga ini tidak hanya dilakukan sendiri tetapi juga melibatkan para tetangga yang selalu membantu untuk mempersiapkan tradisi gendurenan. Bisa saja ketika satu rumah memasak dalam porsi besar yang nantinya akan dibagikan untuk tetangga lainnya begitu juga sebaliknya. Beberapa porsi nasi dalam piring dan daun pisang akan menghiasai setiap meja dalam setiap rumah.

Tak hanya itu, teh manis hangat, kopi hitam pekat, beberapa batang rokok, lampu minyak, dan bunga tabur yang telah dicampur daun suji dan wewangian juga disiapkan. Semua itu dipersembahkan khusus untuk para arwah keluarga yang telah meninggal dunia untuk dikenang dan didoakan oleh si empunya rumah dan warga yang datang. Memang terasa begitu kental dan erat rasa kekeluargaan di desa ini. Bagaimana tidak, sebenarnya setiap rumah yang ada di desa ini memang masih terikat hubungan keluarga secara turun temurun sekalipun bukan keluarga satu darah.

Setiap rumah memiliki jadwalnya masing-masing untuk melaksanakan tradisi gendurenan ini. Biasanya satu desa akan bergantian setiap harinya dari pagi hingga malam hari. Warga sekitar akan berbondong-bondong menghadiri tradisi gendurenan. Tradisi gendurenan ini diperuntukkan bagi para lelaki dewasa dan anak-anak saja. Setiap warga akan berkeliling dari rumah satu ke rumah lainnya. Maka dari itu, tak jarang tradisi gendurenan akan berakhir hingga larut malam.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Si empunya rumah akan menghidangkan berbagai hidangan dengan beralaskan daun pisang dan daun jati yang membuat hidangan menjadi beraroma sangat harum meskipun seiring berjalannya waktu daun pisang dan daun jati mulai digantikan dengan piring-piring keramik. Hidangan tersebut  nantinya akan di makan bersama-sama dan dibawa pulang oleh setiap orang yang datang dan biasa disebut nasi berkat. Kata ‘berkat’ sendiri digunakan untuk menandakan bahwa ketika pulang dari tradisi gendurenan dan membawa makanan, maka makanan tersebut merupakan suatu berkat dari Tuhan yang patut disyukuri.Tradisi gendurenan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang ahli dalam membacakan doa-doa dan memimpin jalannya tradisi yang biasa disebut mudhin. Doa-doa yang dipanjatkan tak lain untuk mengucap syukur kepada Tuhan dan mendoakan arwah para keluarga yang telah meninggal dengan menggunakan bahasa Jawa.

Menurut salah satu warga di desa Temulawak, Tugi, dirinya kerap kali memimpikan salah seorang mendiang keluarganya yang tak lain adalah almarhum ibunya untuk selalu disajikan mie instan setiap tradisi gendurenan tiba. “Pernah mimpi bertemu ibu dan ibu minta dibuatkan mie instan kuah pakai potongan cabai dan telur rebus”, ujar Tugi (35), warga Desa Temulawak “Tahun lalu saya lupa buatkan ibu mie instan kuah pakai potongan cabai dan telur rebus jadi sering kebawa mimpi. Jadi mulai sekarang takut ibu sedih kalau lupa lagi”, tuturnya.

Ya, begitulah tradisi thanks giving turun-temurun gendurenan ala desa yang terletak cukup jauh dari wilayah perkotaan ini. Ketika masih banyak orang yang lupa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan, Desa Temulawak justru mampu menjaga, melestarikan, dan menerapkan tradisi gendurenan secara turun-temurun kepada anak cucu mereka. Tak banyak orang tahu memang bagaimana indahnya tradisi gendurenan dan apa makna dibaliknya. Mungkin saja beberapa orang akan berpikir tradisi ini memiliki aura mistis karena berkaitan dengan arwah leluhur atau anggota keluarga yang telah meninggal.

kehangatan dan rasa saling membutuhkan membuat tradisi ini memiliki pesonanya sendiri di mata setiap warganya. Eratnya tali persaudaraan yang terjalin tanpa membedakan satu dengan yang lain tentu menjadi salah satu makna yang dapat diambil dari tradisi gendurenan ini karena setiap warganya tidak sungkan untuk saling membantu dan berbagi. Gendurenan, tradisi unik nan berharga persembahan Desa Temulawak yang harus terus dijaga dan dilestarikan. (*)

BACA JUGA Stop Ejekan yang Mengarah ke Rasis Terhadap Bahasa Ngapak atau tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2021 oleh

Tags: Budaya IndonesiagendurenanKearifan LokalLebarantradisi
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

Hampers dan Parsel Itu Beda, Mylov, Jangan Sampai Salah Kirim Pas Lebaran terminal mojok

Panduan Membedakan Hampers dan Parsel, Jangan Sampai Salah Kirim Pas Lebaran

12 Mei 2021
batak toba manulangi natua-tua mojok

Manulangi Natua-tua, Tradisi Balas Budi Orang Tua Suku Batak Toba

19 September 2020
10 Rekomendasi Hampers Lebaran yang Bisa Kamu Temukan di Tokopedia Terminal Mojok

10 Rekomendasi Seller Hampers Lebaran di Tokopedia

12 April 2022
megono

Belum Lebaran Kalau Belum Megono-an

6 Juni 2019
ikan bakar

Ikan Bakar dan Dongeng Kolongpohong yang Senantiasa Bikin Gairah

1 Juli 2019
5 Inspirasi Makeup yang Patut Dicoba biar Lebaran Makin Glow Up terminal mojok

5 Inspirasi Makeup yang Patut Dicoba biar Lebaran Makin Glow Up

9 Mei 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.