Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Rumah Joglo Memang Unik, tapi Nggak Semua Orang Cocok Termasuk Saya

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
29 September 2025
A A
Rumah Joglo Memang Unik, tapi Nggak Semua Orang Cocok Termasuk Saya Mojok.co

Rumah Joglo Memang Unik, tapi Nggak Semua Orang Cocok Termasuk Saya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di mata banyak orang, rumah Joglo itu indah. Atapnya khas, tiangnya kokoh, dan desainnya penuh filosofi Jawa. Tidak heran kalau desain rumah seperti ini memikat hati banyak orang. 

Akan tetapi, kalau ditanya, ““Kalau nanti bikin rumah, mau Joglo apa enggak?” jujur saja saya akan menjawab, “Nggak dulu.” Ada beberapa alasan yang membuat saya pikir ulang untuk memiliki rumah Joglo. 

#1 Biaya rumah joglo nggak murah

Pertama, soal biaya. Rumah Joglo itu bukan cuma rumah, tapi juga karya seni. Kayu jati pilihan, ukiran detail, sampai tiang saka guru yang jadi simbol kehidupan, semuanya bikin budget membengkak. Kalau dihitung-hitung, duit yang habis buat bikin satu Joglo bisa cukup buat bikin rumah minimalis plus dapur modern atau renovasi kecil-kecilan. 

Jadi, buat kaum mendang-mending macam saya, agak absurd. Kalaupun saya ngotot ingin punya rumah joglo, ya palingrumah saya nanti akan kosongan. Sebab, biasa untuk membeli furnitur habis untuk bikin atap dan tiang. Rasanya lebih bijak punya rumah sederhana tapi fungsional, ketimbang punya Joglo megah tapi isinya cuma angin lewat.

#2 Terlalu luas, tidak cocok untuk saya

Kedua, dari segi fungsi. Desain Joglo itu lebar dan lapang, cocok untuk acara kumpul keluarga besar, pengajian, atau mantenan di rumah. Dulu, Joglo memang dipakai untuk acara sosial skala kampung. Tapi, realita sekarang? Tamu paling rame ya pas rapat karang taruna RT, arisan bulanan yang undangannya cuma sebatas grup WhatsApp. 

Ruang segede joglo akan lebih sering kosong. Kalaupun terpakai paling jadi tempat kipas angin nganggur atau jadi jemuran darurat kalau musim hujan. Bagi saya dan di era seperti sekarang ini, ruang yang lapang seringkali terasa mubazir. Lebih enak lahannya dibikin kamar tambahan, musala kecil, atau ruangan khusus buat nyantai.

#3 Merawat rumah Joglo itu repot

Ketiga, masalah perawatan. Kayu itu cantik, tapi rewel. Perlu rutin dipelihara biar nggak dimakan rayap, jamuran, atau lapuk karena cuaca tropis. Bayangkan saja, tiap beberapa tahun harus keluar uang lebih untuk ngecat ulang, semprot anti-rayap, hingga memanggil tukang untuk mengecek struktur. 

Itu belum kalau tiba-tiba ada bagian kayu retak atau bocor pas musim hujan. Sementara rumah modern dengan material beton dan keramik relatif lebih tahan banting, dan perawatannya lebih simpel.

Baca Juga:

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

#4 Tidak cocok dengan gaya hidup

Keempat, soal gaya hidup. Joglo identik dengan budaya Jawa yang kental. Filosofinya dalam, dari bentuk atap sampai posisi saka guru. Tapi jujur, hidup sekarang serba cepat, serba digital. Interior modern minimalis terasa lebih praktis, gampang dibersihkan, hemat tempat, dan nggak bikin ribet. Lagi pula, kalau bikin Joglo di tengah komplek modern, rumah kita bisa jadi kelihatan kayak museum atau aula desa yang nyasar ke kota. Memang unik, tapi kadang justru terasa nggak nyambung sama lingkungannya.

Tentu bukan berarti Joglo jelek atau nggak relevan. Justru rumah tradisional ini punya nilai budaya tinggi yang perlu dilestarikan. Cuma melestarikan budaya nggak harus dengan cara membangun satu rumah utuh. Bisa saja lewat detail interior, aksen ukiran kayu, atau sekadar punya gazebo kecil ala limasan di halaman belakang. 

Buat saya, pilihan realistis lebih penting daripada idealisme. Joglo memang memesona, tapi rumah yang nyaman itu bukan soal seberapa estetiknya di mata orang lain, melainkan seberapa cocok dengan kantong, gaya hidup, dan kebutuhan sehari-hari.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Model Rumah yang Populer Banget di Indonesia, padahal Aslinya Nggak Cocok Sama Sekali.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2025 oleh

Tags: Jawajoglokonsep JogloRumahrumah adatrumah jawarumah Joglorumah tinggal
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

4 Keuntungan Punya Rumah Dekat Kuburan yang Jarang Disadari Orang Mojok.co

4 Keuntungan Punya Rumah Dekat Kuburan yang Jarang Disadari Orang

1 Mei 2025
4 Obat Cina Ampuh yang Wajib Ada di Rumah Orang Cina

4 Obat Cina Ampuh yang Wajib Ada di Rumah Orang Cina

14 September 2023
Residu Perang Bubat yang Banyak Dijadikan Alasan Menolak Pernikahan MOJOK.CO

Residu Perang Bubat yang Banyak Dijadikan Alasan Menolak Pernikahan

3 Agustus 2020
Sesungguhnya, Culture Shock Terbesar bagi Orang dari Papua Adalah Pertanyaan Absurd Orang Kota

Sesungguhnya, Culture Shock Terbesar bagi Orang dari Papua Adalah Pertanyaan Absurd Orang Kota

22 Maret 2023
Rumah Limasan Itu Nanggung dan Ribet, Jelas Tidak Cocok buat Anak Muda, Mending Skandinavia Sekalian!

Rumah Limasan Itu Nanggung dan Ribet, Jelas Tidak Cocok buat Anak Muda, Mending Skandinavia Sekalian!

31 Oktober 2025
anak muda jawa nasihat jawa ora ilok duduk di pintu mojok

Jangan Buat Anak Penasaran dengan Kata ‘Ora Ilok’

13 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri
  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.