Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Perang dengan Rayap yang Tak Akan Kita Menangkan

Ajeng Illastria Rosalina oleh Ajeng Illastria Rosalina
28 Juli 2021
A A
rayap hama furnitur kayu mojok

rayap hama furnitur kayu mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tinggal di sebuah klaster perumahan di Bekasi yang dibangun di atas lahan yang dahulunya merupakan rawa. Meskipun saya tidak tahu kaitan erat antara rawa dengan maraknya koloni rayap yang ada di lingkungan saya, tapi saya akan coba ceritakan saja.

Rayap adalah salah satu serangga yang menjadi hama bagi manusia. Menurut salah satu web pembasmi hama, selulosa adalah sumber makanan utama yang dibutuhkan semua rayap agar dapat bertahan hidup yang menjadi penyebab rayap di rumah atau bisnis. Mereka memakan tanaman mati, kayu di tanah, dan produk-produk yang terbuat dari kayu dengan memperoleh nutrisi dan kelembabannya.

Di kompleks perumahan saya, semua orang mengalami masalah yang sama, yakni rayap memangsa bagian-bagian rumah yang terbuat dari kayu seperti bingkai pintu dan jendela hingga furnitur yang terbuat dari kayu. Belum lagi bila furnitur tersebut merupakan alat penyimpanan, rayap merusak pula isinya yang tentunya terbuat dari bahan mengandung selulosa misal pakaian, kertas, dan lain-lain.

Selain bagian dan peralatan rumah, rayap juga memakan kayu dari pohon yang masih hidup. Jangan salah, tidak semua teori berjalan dengan seharusnya. Menurut teori, rayap hanya akan makan kayu dari tanaman yang mati. Pada kenyataannya pada beberapa kondisi, saya menemukan kayu berkambium dari pohon yang masih hidup, dimakan dan digerogoti oleh rayap. Sehingga kayu dari tanaman tersebut rapuh dan berakhir dengan pohon tumbang.

Saya sudah pernah menggunakan jasa layanan pengusir hama profesional dan bergaransi. Harga yang saya bayar tidak murah, mereka menetapkan harga penanganan per meter persegi rumah hingga pekarangan.

Sebenarnya sedari awal, pihak penanganan hama sudah menjelaskan, kalau penanganan hama yang ideal adalah dilakukan kepada seluruh lingkungan, karena kemungkinan koloni rayap ada di seluruh penjuru komplek. Yang artinya saya harus mengajak para tetangga saya untuk menyewa jasa pengendali hama. Jelas bukan hal yang mudah dan saya enggan sekali melakukannya. Akhirnya meskipun dengan risiko koloni rayap akan kembali dan membentuk koloni baru di rumah saya setelah treatment, saya tetap memutuskan untuk menyewa mereka.

Treatment yang mereka lakukan sangat detail. Mereka memasukkan insektisida ke dalam tanah. Oleh karena koloni rayap berkembang biak di dalam tanah, mereka melakukan pengeboran di dalam rumah untuk membuat lubang pada keramik. Kemudian memasukkan insektisida melalui lubang-lubang tersebut.

Lalu, menyemprotkan insektisida pada seluruh permukaan rumah dan halaman. Penyemprotan dilakukan terutama pada furnitur kayu, bingkai pintu dan jendela. Terakhir, mereka memasang umpan untuk mengetahui progres. Umpan yang dipasang adalah umpan yang telah diberi racun. Tujuannya agar umpan diambil oleh pasukan rayap dan diberikan kepada sang ratu sehingga koloni mati.

Baca Juga:

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal

Benar saja setelah setahun dari treatment awal, rayap kembali menginvasi di rumah. Mulai muncul rontokan kayu di lantai di sekitar bingkai pintu dan jendela kayu yang menandakan rayap kembali memakan kayu. Oleh karena masih dalam rentang garansi, saya menghubungi pihak penanganan hama, dan mereka datang untuk memberikan treatment berupa penyemprotan insektisida pada semua bagian rumah dan furnitur berbahan kayu, serta penyemprotan pada pekarangan rumah. Saya masih yakin masih banyak koloni rayap yang ada di sekitar lingkungan saya.

Untuk menghilangkan rayap secara permanen mungkin tidak bisa, tapi dengan treatment insektisida berkala dari perusahaan jasa penanganan hama, sepertinya akan bisa mengurangi jumlah rayap yang ada. Namun, tentunya layanan berkala tersebut tentunya menguras kocek.

Jadi berperang dengan rayap memang hal yang sulit, namun daripada berperang dan kita kalah, ada baiknya menghindari paparan sejak awal.

Yang pertama kita bisa usahakan adalah menggunakan bingkai pintu dan jendela berbahan besi. Oleh karena bingkai merupakan bagian yang tidak bergerak, jadi akan menjadi sumber makanan untuk rayap.

Selain itu, hindari penggunaan furnitur dari kayu. Saat ini, toko furnitur banyak memproduksi furnitur berbahan metal juga plastik. Dari segi estetika tentu bahan kayu lebih pas dan mempercantik rumah. Namun, banyak juga ditemui furnitur bahan metal dan plastik yang didesain menyerupai kayu demi mempercantik rumah.

Jika memang harus menggunakan furnitur kayu, pilihlah yang tidak menempel seluruhnya ke lantai. Sekarang ini banyak furnitur dengan model memiliki kaki tinggi, hal tersebut mengurangi kemungkinan ekspansi. Perlu menjadi catatan juga, hindarkan meletakkan furnitur menempel di dinding. Beri jarak lebih kurang sepuluh cm agar tidak ada akses ekspansi melalui dinding.

BACA JUGA Keong Mas, si Hama yang Bisa Diolah Jadi Masakan Lezat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: furniturGaya Hidup TerminalHamakayupinturayapRumah
Ajeng Illastria Rosalina

Ajeng Illastria Rosalina

Apoteker ASN.

ArtikelTerkait

3 Derita Punya Rumah di Gang Kecil

3 Derita Punya Rumah di Gang Kecil

12 Maret 2023
ilmu titen fenomena alam mojok

Ilmu Titen: Sebuah Usaha untuk Memahami Alam yang Sering Dianggap Mistis

10 Juli 2021
peminat CASN menurun dibanding tahun sebelumnya mojok

Inilah Hal yang Membuat Pelamar CASN 2021 Menurun Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya

3 Agustus 2021
alternatif profesi di era media sosial mojok

4 Alternatif Profesi di Era Media Sosial yang Bisa Dilamar oleh Lulusan Semua Jurusan

3 Agustus 2021
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026
Ilmu Titen dan Mitos Jawa Itu Beda, Jangan Dipukul Rata terminal mojok.co

Ilmu Titen dan Mitos Jawa Itu Beda, Jangan Dipukul Rata

11 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.