Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ilmu Titen: Sebuah Usaha untuk Memahami Alam yang Sering Dianggap Mistis

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
10 Juli 2021
A A
ilmu titen fenomena alam mojok

ilmu titen fenomena alam mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya, mungkin bagi yang belum tau mengenai ilmu titen, saya akan jelaskan sedikit mengenai itu. Jadi, ilmu titen itu seperti memperhatikan bahkan menandai suatu fenomena alam tertentu dan dikorelasikan dengan fenomena atau kejadian lain. Sejenis kayak ilmu tanda-tanda alam, gitu. Kalo terjadi fenomena A, akan terjadi fenomena B.

Ilmu titen ini saya temui dari pengetahuan masyarakat Jawa. Bahkan beberapa masyarakat di daerah saya masih menggunakan ilmu ini dalam kondisi-kondisi tertentu. Dan ilmu ini tidak eksklusif atau hanya dipercaya oleh orang-orang kampung, jadi ini nggak perkara udik atau nggak udik ya. Daerah saya masih tergolong dalam area Surabaya Raya, dan masih ada yang percaya.

ADVERTISEMENT

Nah, yang membuat saya heran itu, kenapa masyarakat sering mengait-ngaitkan ilmu titen dengan ilmu gaib, mistik, atau sejenisnya? Padahal kan, ilmu ini kan berasal dari observasi, pengamatan orang-orang tempo dulu terhadap fenomena alam. Lumayan objektif banget ilmu ini, meskipun orang tempo dulu masih belum bisa menjelaskan secara ilmiah.

Pada beberapa kasus, ilmu titen memang ada yang masih belum dapat dijelaskan secara ilmiah dan masih belum dapat dipertanggungjawabkan secara saintis. Namun, bukan berarti itu kelakuan ilmu gaib, mistik, atau semacamnya, nggak sama sekali.

Lah wong fenomena yang dititeni (diperhatikan) itu dapat diamati dengan mata normal, tanpa mata batin, kok. Bahkan dipegang, dirasakan, dinikmati sekalipun oleh lima panca indra bisa, kok, tanpa kekuatan supranatural-supranaturalan.

Misal nih, ilmu yang sering digaib-gaibkan yakni, perihal kehadiran burung gagak hitam sebelum, ketika atau pasca kematian seseorang. Nah, meskipun gagak terkesan seram, terkesan mistik, terkesan supranatural, tapi sebenarnya kehadiran gagak itu dapat diperhatikan tanpa mata batin. Lah, ditangkap loh juga bisa burung gagaknya. Jangankan ditangkap, kalian goreng sekalipun, gagak itu juga pasti akan mati layaknya makhluk normal.

Contoh lain juga seperti ketika ada kupu-kupu berwarna menarik masuk ke rumah, menandakan akan ada tamu spesial atau terhormat datang ke rumah. Ya, kebetulan ini saya mengalami sendiri ketika rumah saya dimasuki oleh kupu-kupu dengan warna yang menarik, bagus, cantik nan cerah.

Setelah mengetahui kupu-kupu tersebut, tiba-tiba ibu saya nyeletuk bahwa akan ada tamu orang spesial nanti. Meskipun ibu saya sendiri nggak tau siapa itu tamunya, ibu saya hanya menebak berdasarkan ilmu titen orang-orang Jawa dulu. Walhasil, selang beberapa jam kemudian, datanglah Kiai pondok saya bertamu ke rumah saya.

Baca Juga:

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

Nah, kejadian kupu-kupu tersebut bukan berarti fenomena gaib. Bukan berarti Kiai saya mempunyai kekuatan supranatural dan mengirim kupu-kupu cantik ke rumah saya, blas nggak sama sekali. Itu hanya fenomena alam biasa yang sering dititeni oleh masyarakat Jawa dulu. Pasalnya, fenomena itu sering terjadi dan implikasinya pun sering terjadi.

Namun, ilmu ini juga bukan ilmu pasti, bisa saja tebakan ilmu titen meleset. Hanya saja, karena ilmu ini telah diobservasi terus menerus dan sejak lama dilakoni dan dibuktikan oleh masyarakat Jawa dulu, nggak heran kalau banyak yang terbukti.

Lantas, kenapa kok ilmu titen ini berujung pada dikait-kaitkannya dengan ilmu gaib?

Sebenarnya itu hanya perihal konstruksi masyarakat saja. Kenapa beberapa ilmu titen dipercaya secara supranatural? Ya, karena masih belum ada landasan ilmiah, argumentasi rasional, maupun pertanggungjawaban sains yang dapat menjelaskan fenomena yang dititeni tersebut.

Oleh karena kekosongan penjelasan ilmiah yang melatarbelakangi suatu fenomena ilmu titen, maka dikaitkannya ilmu ini dengan ilmu gaib adalah cara paling mudah untuk pemahaman masyarakat Jawa dulu. Pasalnya, masyarakat Jawa pada masa itu masih memegang kental mistisisme.

Meskipun ilmu titen ada yang masih belum bisa dijelaskan secara ilmiah, bukan berarti seluruhnya nggak rasional. Justru, ada kok, ilmu titen yang sangat rasional, bahkan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Misal, yang sering saya temui ketika hendak hujan lebat maka biasanya kawanan burung terbang rendah dan berhamburan. Alasan ilmiahnya ya, karena sesaat sebelum hujan lebat bahkan sebelum badai tiba, tekanan angin sangat tinggi. Sehingga tidak memungkinkan burung untuk terbang tinggi. Sedangkan burung berhamburan tersebut mereka sibuk mencari tempat bernaung, pasalnya terbang ketika hujan merupakan hal yang merepotkan baginya.

Contoh ilmu titen lain yang sering terjadi di bumi Jawa Indonesia yakni, hewan menuruni gunung dan keluar dari hutan yang menandakan gunung akan meletus. Nah, hewan-hewan itu bukan berarti diusir oleh jin penguasa hutan, atau takut karena kemarahan iblis yang hendak memuntahkan isi gunung berapi.

Melainkan sebelum gunung meletus itu biasanya terdapat suara bising dengan frekuensi yang sangat tinggi bahkan mencapai di atas 100 KHz. Manusia sendiri mentok dapat mendengar dengan frekuensi 20 Hz-20 KHz. Nah, yang dapat mendengar suara bising dengan frekuensi ratusan ini hanya hewan, misal seperti kelelawar. Oleh karena itu, para hewan memilih menuruni gunung dan keluar dari hutan karena kebisingan suara tersebut.

Sampai sini paham kan cara kerja ilmu ini?

Jadi, ilmu ini tidak ada hubungannya sama unsur gaib loh ya, melainkan hasil pengamatan orang tempo dulu pada suatu fenomena tertentu. Meskipun dulu belum ilmiah, tapi untuk saat ini beberapa ilmu titen sudah dapat dijelaskan secara ilmiah, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara sains.

BACA JUGA Mitos-mitos Aneh yang Bisa Bikin Kamu Menang Judi Bola dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: fenomena alamGaya Hidup Terminalilmu titenJawamistis
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

7 Penyakit Serius yang Sering Diderita Kucing Rumahan terminal mojok

7 Penyakit Serius yang Sering Diderita Kucing Rumahan

9 Juli 2021
Membuang Limbah Popok Bayi ke Sungai karena Alasan Mitos Itu Nggak Masuk Akal, Malah Kualat sama Alam

Membuang Limbah Popok Bayi ke Sungai karena Alasan Mitos Itu Nggak Masuk Akal, Malah Kualat sama Alam

12 September 2023
5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat Mojok.co

5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat

28 Juli 2024
Gaya Parenting Mama Rosa dalam Drama Hospital Playlist Layak Ditiru Orang Tua Zaman Now terminal mojok

Gaya Parenting Mama Rosa Hospital Playlist Memang Layak Diteladani Orang Tua Zaman Now

25 Juli 2021
Dear Rokok Mustika yang Enak dan Murah, Kurangi Bungkus Plastiknya, dong! terminal mojok.co

Dear Rokok Mustika yang Enak dan Murah, Kurangi Bungkus Plastiknya, dong!

4 Agustus 2021
Anugerah 'Bandung Dilingkung ku Gunung', Rekomendasi Tempat Camping di Pinggiran Kota Bandung  terminal mojok

Anugerah ‘Bandung Dilingkung ku Gunung’, Rekomendasi Tempat Camping di Pinggiran Kota Bandung 

13 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.