Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

Salsa Bela oleh Salsa Bela
8 Januari 2026
A A
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Katanya, punya rumah di desa dengan halaman luas itu enak. Banyak yang menyimpan mimpi ini. Pokoknya, besok, kalau punya rumah, ada halamannya yang luas.

Katanya, sih, biar bisa melihat anak-anak main sambil ngopi-ngopi santai bareng istri depan teras. Ala-ala drama sinetron. Kata orang juga, rumah di desa dengan halaman luas itu bagus. Bakal kelihatan lebih megah dan luas aja.

Tapi, bagi saya yang punya rumah di desa dengan halaman luas ternyata nggak enak. Apalagi rumah saya nggak ada pagarnya. Jadi, semua orang bisa bebas keluar dan halaman. Nah, kondisi ini yang membuat saya benci sendiri sama halaman rumah saya yang luas.

Warga menjadikan halaman rumah saya sebagai tempat parkir

Tetangga rumah di desa itu ada tujuh keluarga. Dan kebetulan, dari tujuh keluarga itu, hanya rumah saya yang punya halaman depan relatif lebih luas. Bahkan lima rumah nggak punya halaman sama sekali. Sebenarnya ada, tapi cuma setengah meter.

Oleh sebab itu, kalau ada acara rutin seperti yasinan, tahlil, kumpul ibu-ibu arisan, dan sebagainya semua nitip parkir di halaman rumah saya. Kata mereka, parkir di rumah saya itu enak. Rindang dan tempatnya luas, katanya. Rumah di desa, jadi harus mau kelimpahan seperti itu. 

Sebetulnya, saya nggak bermasalah kalau halaman rumah di desa ini jadi tempat parkir. Saya justru senang karena bisa membantu. Apalagi hidup di desa, di mana kita harus aware dengan kebutuhan sesama,

Namun, yang lama-lama bikin saya resah adalah cara mereka parkir. Ada yang sembarangan parkir di tengah jalan. Ada juga yang menaruh motor mepet banget sama pintu masuk. Kadang, kami yang punya rumah malah nggak mendapat akses untuk keluar dan masuk.

Makanya, saya dan keluarga jadi cukup sering jadi “tukang parkir dadakan”. Kalau mau pergi, harus meminggirkan motor dulu. Semakin resah ketika mereka mengunci stang. Jadi butuh tenaga ekstra untuk meminggirkan motor. Kami sudah mengingatkan, tapi selalu terjadi. Pusing.

Baca Juga:

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

Halaman rumah di desa menjadi lapangan sepak bola dadakan

Anak-anak di desa saya sangat suka main bola. Khususnya anak laki-laki. Tentu ini kegiatan baik, menyehatkan badan, ketimbang menghabiskan banyak waktu di kamar sambil main hape seharian.

Sayangnya, lagi dan lagi, rumah di desa dengan halaman rumah, jadi sasaran. Yaitu, ya rumah saya.

Jadi, di desa saya, belum ada fasilitas lapangan yang cukup luas untuk anak-anak bermain. Kalau anak-anak mau bermain di lapangan luas, lokasinya cukup jauh dari desa. Makanya, mereka mencari tempat yang dekat. Jadi, saya memahami dan mengizinkan anak-anak ini bermain di halaman rumah saya.

Nah, punya rumah di desa dengan halaman luas itu bisa serba salah. Saya suka melihat anak-anak ini aktif bermain di luar. Namun, kadang, ya namanya anak-anak, belum bisa mengontrol diri. 

Kadang, mereka bermain bola seperti di stadion. Halaman rumah saya di desa ini memang luas, tapi ya nggak seluas itu kalau buat main bola ramai-ramai. Mereka jadi lupa diri dan nggak mengontrol seberapa kuat menendang bola. Sangat sering jendela rumah saya jadi sasaran. Untung saja jendela rumah saya masih bisa bertahan.

Nggak tahu waktu 

Bermain memang menyenangkan. Namun, yang jadi masalah adalah ketika nggak tahu waktu. Apalagi “menghadapi” anak-anak. Rumah di desa ini jadi sumber rasa serba salah.

Jadi, ada kalanya saya pulang kerja dengan kondisi badan sangat lelah. Saya hanya ingin segera istirahat. Namun, halaman rumah saya di desa ini sedang begitu ramai oleh “pertandingan sepak bola”. 

Saat itu waktu sudah sangat sore, mungkin sudah hampir Magrib. Namun, anak-anak itu nggak peduli dan terus bermain. Beberapa warga yang lewat sudah memperingatkan mereka untuk pulang. Namun, ya anak-anak ini nggak mau tahu. Kalau belum benar-benar gelap, mereka belum berhanti.

Sebagai yang punya rumah, saya jadi serba salah. Kalau menegur, akan ada yang mengira saya nggak ngasih izin. Kalau tidak menegur, nanti anak-anak ini nggak sadar bahwa mereka merugikan orang lain.

Rumah di desa nggak selamanya memberi ketenangan

Kondisi ini memang tricky. Ada yang bilang, pasti enak punya rumah di desa. Namun, kadang, malah sebaliknya. Malah nggak tenang.

Jujur, saya itu orangnya gampang risih. Apalagi kalau ada “gangguan” yang terlalu mengganggu ketenangan. Entah itu sesuatu yang nggak rapi, kotor, atau berisik. 

Dulu, saya sudah ingin memasang pagar. Namun, setelah diskusi dengan orang tua, katanya jangan. Katanya lebih enak tanpa pagar. Yah, beginilah jadinya. Maka, kalau ada yang bilang punya rumah di desa sudah pasti enak, saya yakin ketenangan hidupnya belum pernah terusik.

Penulis: Salsa Bela

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2026 oleh

Tags: Desalapangan sepak bolaRumahrumah di desatempat parkir
Salsa Bela

Salsa Bela

Lulusan S1 Ilmu Perpustakaan. Tinggal di Kediri.

ArtikelTerkait

Rumah di Desa dan Jauh dari Tetangga Memang Menyiksa. (Unsplash.com)

Rumah di Desa, Terpencil, dan Jauh dari Tetangga Memang Menyiksa

21 Juli 2022
Kuli Jawa: Rapi Hasilnya Rapi, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja rumah orang jawa

Rumah Impian Hanya Bisa Terwujud Jika Kita Punya Kenalan Tukang yang Amanah

15 Juli 2023
Orang Tua Lebih Memilih Sekolah Swasta meskipun Biayanya Mahal karena Memang Sebagus Itu, Sekolah Negeri Perlu Ngaca sekolah swasta gratis

Sekolah Swasta di Daerah Pinggiran Nggak Jauh Beda sama Sekolah Negeri, Siswa Sedikit, Fasilitas Pelit, Bayaran Juga Sulit

27 Juli 2024
Starterpack Dikatakan Orang Sombong oleh Masyarakat Desa di Daerah Saya terminal mojok.co

Starterpack Dikatakan Orang Sombong oleh Masyarakat Desa di Daerah Saya

19 Januari 2021
5 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Rumah Kemalingan Terminal Mojok

5 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Rumah Kemalingan

18 Agustus 2022
4 Spare Part Motor yang Sering Hilang saat Sedang di Parkiran Sing Numpak Motor i Ngopo, Toh? Wis Ngerti Udan Kok Ora Mantolan?

4 Spare Part Motor yang Sering Hilang Saat Sedang di Parkiran

3 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

16 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.