Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

Iday Daiyah Adawiyah oleh Iday Daiyah Adawiyah
18 Mei 2026
A A
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak yang mengira jadi Makeup Artist (MUA) atau bahasa sederhananya perias di desa itu enak. Persaingan MUA di desa memang tidak sengit seperti di kota-kota besar. Orang yang butuh dirias banyak, sementara MUA-nya hanya beberapa saja. 

Akan tetapi, yang tidak banyak orang tahu, klien di desa biasanya minta “harga tetangga” alias murah. Mereka ingin make up harga Rp60.000, tapi hasilnya harus menor, bold, dan awet seharian. Biasanya permintaan macam ini datang ketika acara perpisahan sekolah yang mana biasanya datang bersamaan. Di sini ada ketidakselarasan antara permintaan, harga, dan konsep. Masak iya, riasan perpisahan diminta mirip dengan riasan pengantin yang siap kena sorot lampu panggung. 

Baca juga Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa.

Hitung-hitungan yang bikin MUA desa ngelus dada

Di tengah kondisi ekonomi sekarang ini, uang Rp60.000 tidak bisa dapat apa-apa. Bahkan, duit segitu belum cukup untuk menebus satu foundation yang beneran tahan banting 8 jam. Itu baru satu jenis alat perang. Belum bedak tabur, concealer, eyeshadow, lipstik, bulu mata palsu, lem bulu mata, setting spray, hingga kapas dan tisu. Semua itu modal yang sekali pakai langsung habis atau menyusut.

Sementara itu, kata “menor” yang diminta punya konsekuensi teknis yang berat. Menor itu artinya pigmentasi tebal, contour tajam biar hidung kelihatan mancung tiba-tiba, dan finish yang tahan keringat. Itu standar riasan pengantin yang biasanya dipakai buat foto outdoor berjam-jam.

Persoalannya, acara yang dihadiri itu cuma perpisahan sekolah. Durasinya mungkin cuma 6 jam, tempatnya di lapangan sekolah yang panas minta ampun. Jelas riasan ala pengantin tidak cocok untuk kondisi semacam itu. Di sisi lain, harga yang ditawarkan juga nggak masuk sama sekali. 

Atas nama tetangga semua bisa dilakukan

Celakanya, di desa status tetangga sering kali dimainkan untuk menawar harga. “Kan tetangga sendiri, masa nggak dipotong harganya?” Kalimat ini wajar diucapkan sambil basa-basi, tapi efeknya langsung menggerus modal MUA. Apabila ditolak, siap-siap saja kalian dicap sombong atau pelit. Kalau diterima, ya siap-siap saja kalian merugi. 

Sedihnya, di desa riasan Rp60.000 seolah-olah jadi harga wajar. Kalau MUA pasang harga normal Rp150.000-120.000 bakal nggak laku. Pasar di desa terlanjur terdidik bahwa murah wajib dapet mewah. 

Baca Juga:

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung

Itu mengapa, banyak MUA, terutama yang masih baru, akhirnya banting harga ke angka Rp50.000 biar ada orderan masuk. Mereka mungkin akan kuat bertahan beberapa bulan, lalu pelan-pelan menghilang. Sekalipun bertahan, mereka akan pakai produk abal-abal yang baru dua jam sudah luntur atau berubah warna jadi abu-abu monyet. Nama baik pun jadi taruhan. 

Baca juga Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya.

Ketidakselarasan informasi

Persoalan ini bukan karena klien di desa itu pelit. Saya yakin orang-orang desa juga banyak yang baik dan dermawan. Persoalan “harga tetangga” ini akarnya adalah ketidakselarasan informasi. Banyak orang desa yang referensinya cuma dari media sosial yang banyak kepalsuan. Mereka cuma lihat hasil akhir yang kinclong, tanpa mau tahu prosesnya yang panjang dan butuh kocek. 

Kabar baiknya, beberapa MUA di desa sekarang mulai tegas dengan membuat paket hemat. Produknya kelas menengah, daya tahan terbatas, dan nggak disarankan buat foto close-up. Transparansi ini penting buat menyaring klien yang beneran paham kualitas.

Saya rasa ini sangat perlu. Kalau pola “harga tetangga” diteruskan, ekosistem pekerja kreatif di desa bakal pincang. Yang tersisa cuma mereka yang mau mengorbankan kualitas demi harga murah. 

Penulis: Iday Daiyah Adawiyah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

Tags: Desajasa riasmake up artistmuariasan desa
Iday Daiyah Adawiyah

Iday Daiyah Adawiyah

ArtikelTerkait

Jurusan Pendidikan Itu Memang Gampang dan Sepele kok, Beneran deh, Serius Guru

Jadi Mahasiswa Jurusan Pendidikan yang Hidup di Desa Itu Berat: Dianggap Calon Guru, Moral Compass, dan Dianggap Serbabisa

10 September 2024
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
berdandan

Menanggapi Lamanya Waktu yang Dibutuhkan Wanita Saat Berdandan

24 Juni 2019
Punya Halaman Rumah Luas di Desa Saat Musim Panen Padi Itu Nggak Enak!

Punya Halaman Rumah Luas di Desa Saat Musim Panen Padi Itu Nggak Enak!

20 Agustus 2023
pernikahan di desa bedanya di kota hajatan mojok.co

Meluruskan Salah Paham Soal Pesta Pernikahan di Desa yang Bisa Berhari-hari

30 Maret 2020
penjual bubur

Lima Tahun Lagi, Masihkah Bubur Tahu Seharga Dua Ribu?

14 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Karyawan Indomaret Pekerja Paling Underrated di Indonesia (Unsplash)

Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia

2 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.