Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
1 Mei 2026
A A
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Lulus dari salah satu program S2 FEB UGM, MM UGM, pada 2014 rasanya seperti pakai barang branded dari ujung kaki sampai kepala. Gelar M.B.A. terdengar mentereng, tapi saya sendiri bingung fungsinya buat apa selain buat gagah-gagahan. Bukan nggak bersyukur, melainkan karena saya sadar diri.

Kalau nekat jadi dosen, kapasitas otak saya pasti keok dibanding lulusan M.Si. FEB UGM yang isinya teori tingkat dewa. Mau jadi pengusaha pun rasanya tanggung. Kuliah saya isinya bedah studi kasus. Ini tentu kalah telak sama lulusan Prasetiya Mulya atau Universitas Ciputra yang sudah disuruh jualan sejak semester awal.

Di tengah peningnya mengerjakan tesis, saya pun mengambil exit strategy yang mungkin dianggap ajaib oleh kawan seangkatan. Pada hari kerja, saya malah menimba ilmu teknik makeup di sekolah tata rias Puspita Martha di bilangan Taman Siswa, Yogyakarta. Sementara, di akhir pekan saya mengikuti kelas pekerja di kampus demi menuntaskan tanggung jawab sebagai mahasiswa S2 UGM. 

Keputusan ini matang. Bukan karena saya mahasiswa reguler yang kurang kerjaan. Tapi, ini karena saya telat lulus satu semester pasca program pertukaran pelajar. Pun, saya merasa lebih butuh bergaul dengan praktisi pencari uang daripada mahasiswa santai yang punya banyak waktu luang.

Baca juga S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari UGM Sendiri.

Menjadikan teman-teman S2 UGM sebagai pelanggan pertama

Waktu memutuskan jadi MUA, saya nggak perlu modal iklan besar-besaran. Target pasar paling empuk sudah tersedia di depan mata. Siapa lagi kalau bukan teman-teman seangkatan di MM UGM. Di saat mereka sudah lulus sidang duluan dan tinggal menghitung hari menuju wisuda, saya justru sibuk menjajakan diri sebagai perias wajah amatiran.

Tanpa rasa malu, saya pamerkan sertifikat kelulusan sekolah kecantikan sebagai jaminan. Alat tempur saya waktu itu masih sangat sederhana, produk lokal standar kursusan. Karena sadar diri keahlian saya masih seumur jagung, saya pasang tarif harga pertemanan, yakni Rp150.000 per kepala, sudah dengan tata rambut ala kadarnya.

Menjadikan teman-teman S2 UGM sebagai kelinci percobaan ternyata adalah keputusan bisnis paling waras yang pernah saya ambil. Pertama, saya nggak perlu kena serangan jantung saat mereka melontarkan kritik pedas. Kedua, mereka masih punya cadangan kesabaran yang luas untuk memaklumi hasil polesan saya yang mungkin masih agak berantakan waktu itu. Barangkali, kalau saat itu saya nekat mengambil job profesional dengan klien asing, mental saya sudah hancur lebur sebelum sempat mengambil order berikutnya.

Baca Juga:

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

Mengejar momentum media sosial agar lekas dikenal

Tahun 2014 adalah gerbang ledakan Instagram. Ditambah, saya melihat celah bisnis di tengah kekesalan para wisudawati yang lelah mengantre di salon sejak subuh hanya untuk berakhir dengan riasan medok khas perias zaman purba. Di sinilah ilmu manajemen saya bekerja dengan masuk ke pasar saat barrier to entry masih rendah, tapi potensi pertumbuhannya eksponensial.

Saya pun melakukan personal branding sebagai MUA modern yang menawarkan jasa panggil ke rumah atau hotel. Ini adalah sebuah solusi praktis bagi wisudawan milenial yang ogah ribet. Menjadi MUA kala itu bukan sekadar hobi, melainkan kecerdasan mengambil posisi di industri yang sedang booming sebelum kompetisi berubah jadi lautan merah. 

Baca juga Ambil S2 UGM setelah Lulus S1 dari Tempat yang Sama, Alasan Saya Tidak Bosan Kuliah di Gadjah Mada.

Pandemi memaksa saya pulang kembali ke jalur akademis

Karier saya sempat menanjak dari perias wisuda ke dunia wedding yang lebih prestisius. Dan, tentu saja, lebih cuan. Namun, Covid-19 datang menghancurkan segalanya.

Industri pernikahan mati suri. Koper makeup saya pun pensiun di pojokan kamar. Di titik terendah ini, ilmu selama S2 UGM dan gelar M.B.A. yang dulu saya anggap cuma aksesori ternyata jadi penyelamat. Saya memutuskan pulang ke dunia akademis sebagai pengajar sembari mengambil studi lanjut sebagai tambahan aset otak.

Awalnya terasa aneh. Jemari saya lebih luwes menarikan kuas daripada mengetik di laptop. Tapi, keputusan ini adalah pilihan paling logis. Apalagi fisik saya sudah mulai akrab dengan encok dan sakit pinggang kalau kelamaan merias klien.

Lucunya, pengalaman berdarah-darah di industri kreatif justru jadi bumbu kuliah yang sangat laku di kelas. Saya nggak lagi bicara teori muluk-muluk, tapi realita bisnis yang nyata. Pandemi mungkin menghentikan sapuan kuas saya. Namun, bencana tersebut berhasil membuka kembali lembaran buku yang dulu sempat saya abaikan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2026 oleh

Tags: FEBmagistermakeup artistMM UGMmuaS2S2 UGMUGM
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

berdandan

Menanggapi Lamanya Waktu yang Dibutuhkan Wanita Saat Berdandan

24 Juni 2019
Lulus Magister Jalur Tirakat, Kepercayaan Bapak yang Tidak Bisa Diganggu Gugat

Lulus Magister Jalur Tirakat, Kepercayaan Bapak yang Tidak Bisa Diganggu Gugat

3 September 2022
UIN Sunan Kalijaga Tepati Janji, Maba Tak Menderita Lagi (uin-suka.ac.id) UIN SUKA, UGM, UNY, Jogja

Bangga sih Bangga, tapi kalau Bilang UIN SUKA Lebih Unggul ketimbang UGM, Itu mah Bukan Bangga, tapi Halu!

13 Maret 2024
UGM Bukan Kampus Overrated bagi Orang yang Pernah Merasakan Kuliah di Kampus Medioker Mojok.co

UGM Bukan Kampus Overrated bagi Orang yang Pernah Merasakan Kuliah di Kampus Medioker

28 Agustus 2025
Jalan Persatuan UGM: Jalanan Semrawut yang Bikin Ngelus Dada di Malam Hari

Jalan Persatuan UGM: Jalanan Semrawut yang Bikin Ngelus Dada di Malam Hari

7 September 2024
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.