Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mumet Soal Tesis Bukan Cuma Garapnya, tapi Juga Dananya, Isi Dompet Pasti Kandas Tak Berbekas!

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
24 Juli 2024
A A
Mumet Soal Tesis Bukan Cuma Garapnya, tapi Juga Dananya, Isi Dompet Pasti Kandas Tak Berbekas!

Mumet Soal Tesis Bukan Cuma Garapnya, tapi Juga Dananya, Isi Dompet Pasti Kandas Tak Berbekas!

Share on FacebookShare on Twitter

Tesis itu berat tak hanya perkara mengerjakannya saja, tapi biaya tesisnya juga bikin stres. Biaya jutaan itu sudah biasa

Melanjutkan studi ke jenjang pendidikan magister sepertinya semakin diminati. Selain alasan idealis mencari ilmu setinggi mungkin, menjadi mahasiswa S2 dapat mendongkrak gengsi. Setidaknya, status tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyelamatkan diri sementara waktu dari tempelan predikat pengangguran.

Padahal, bila tidak sepenuh hati ingin menjadi akademisi, bergelut di program pascasarjana tak ubahnya hidup di neraka. Bukan perkara kapasitas otak belaka, modal yang digelontorkan sampai sukses meraih gelar master nggak bisa dijadikan candaan. Buktinya, sekadar menyusun tesis saja, biaya yang diperkirakan cukup membuat mata terbelalak.

Akses data bisa gratis, tapi juga ada yang bikin menangis

Salah satu biaya terbesar yang harus diperhitungkan oleh mahasiswa yang tengah menyusun tesis berkenaan dengan upaya mencari data. Biasanya, usulan topik tak lantas langsung disetujui ketika diajukan. Mahasiswa dianjurkan untuk mencari data pendukung guna memperkuat ide penelitian. Beruntung bila yang dimaksud berupa data sekunder dan dapat diunduh secara gratis seperti informasi dari BPS.

Lain cerita bila studi yang diinginkan membutuhkan kuesioner. Untuk memperoleh kesediaan serta keseriusan responden dalam menjawab setiap butir pertanyaan, tidak jarang peneliti harus menyediakan sejumlah insentif. Nominal yang dianggarkan untuk kompensasi tersebut dapat berbeda-beda mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Angka yang lebih fantastis demi memperoleh data diderita oleh mahasiswa yang mengambil penelitian kualitatif. Berbeda dengan kuesioner yang dapat didistribusikan secara online, studi kualitatif lumrahnya mengharuskan peneliti untuk langsung mendatangi responden. Pasalnya, teknik wawancara dan kelihaian berbahasa lisan berpegaruh terhadap kesuksesan menggali informasi. Artinya, pejuang tesis tidak punya pilihan selain bersiap diri dengan menambah besaran anggaran transportasi.

Biaya tesis selanjutnya, perlengkapan dan peralatan yang dibeli mandiri

Pengeluaran yang dikorbankan mahasiswa ilmu sosial mungkin belum seberapa jika dibandingkan dengan bidang ilmu lainnya karena tidak memerlukan uji coba di laboratorium. Sementara, mahasiswa jurusan lain bisa jadi harus membeli alat dan bahan yang tidak murah dari dompet sendiri untuk menindaklanjuti hipotesis mereka. Misanya saja, seorang mahasiswa teknik kudu merelakan uang makan demi membeli komponen elektronik yang krusial bagi kelangsungan tesisnya.

Belum lagi, proses pengujian mungkin tidak satu kali jadi. Ada kalanya, anggaran penelitan semakin menggendut seiring dengan durasi dan tingkat kompleksitas penelitian. Hal tersebut masih mungkin diperparah apabila perguruan tinggi terkait membebankan biaya pemakaian laboratorium atan fasilitas lain. Selain itu, risiko kerusakan alat yang wajib diganti pun siap menanti.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Biaya pencetakan dan penggandaan yang pasti ada

Anggaran berikutnya yang tak mungkin terelakkan berkaitan dengan mencetak dan menggandakan makalah. Sebagian besar mahasiswa S2 tidak cukup menjalani satu kali pengujian saja. Setidaknya ada dua tahap pengujian yang harus dilewati sebelum dinyatakan lulus yakni seminar proposal dan sidang tesis. Semisal ada empat penguji dalam satu kali sidang, uang ratusan ribu sudah pasti melayang.

Nasib serupa dialami juga oleh mahasiswa yang memutuskan untuk menyebarkan kuisioner secara langsung. Lazimnya, keputusan ini diambil apabila seorang peneliti membutuhkan data cepat dalam skala besar. Konsekuensinya, mereka tidak dapat menerapkan efisiensi biaya fotokopi.

Healing, pengeluaran tesis yang tak terduga

Rangkaian proyeksi di atas adalah rentetan biaya tesis yang tampak kasat mata dan sudah pasti tak tergoyahkan. Sayangnya, terselip pula pengeluaran beban tambahan yang melakoni peran vital. Betul, apalagi kalau bukan anggaran healing supaya tidak lelah mental selama proses pengerjaan tesis.

Mekanisme penanggulangan stres setiap orang tentu berbeda. Namun, semuanya perlu biaya. Makan enak atau nonton film di bioskop saja, ada harganya. Pengeluaran tersebut sejatinya belum seberapa ketimbang mereka yang membutuhkan bantuan profesional seperti psikolog. Tidak bisa dimungkiri, menuntaskan tugas belajar sering kali membuat kondisi psikis seseorang rentan tekanan.

Apesnya, konsultasi ke psikolog atau psikiater tentu tidak murah. Biaya konsultasi per jam saja bisa menyentuh di angka ratusan ribu. Apalagi, konon sebagian besar penyembuhan mental memerlukan kedatangan maupun terapi lebih dari sekali. Intinya, dana guna menjaga kesehatan mental akibat tuntutan merampungkan tesis tak kalah fantastis.

Menyusun tesis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan akademis bagi mahasiswa program magister. Sekali keputusan itu dibuat, ada komitmen jangka panjang yang wajib dipikul. Pusing karena tidak punya kemampuan berpikir mungkin masih bisa dipindahtangankan ke joki. Akan tetapi, tanggung jawab finansial akibat memilih jalan studi lanjut jelas tak bisa ditolak.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Kelar Mengerjakan Tesis dalam 4 Bulan, dan Ini Cara Saya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2024 oleh

Tags: biaya tesispascasarjanaS2tesis
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Mas Gibran, Please Banget, Jadi Pengusaha Bukan Solusi dari Masalah Lapangan Kerja!

Mas Gibran, Please Banget, Jadi Pengusaha Bukan Solusi dari Masalah Lapangan Kerja!

2 Desember 2023
Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

4 Oktober 2022
Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

1 Mei 2025
4 Tradisi Mahasiswa Pascasarjana Menjelang UAS Terminal Mojok

4 Tradisi Mahasiswa Pascasarjana Menjelang UAS

19 Desember 2022
5 Alasan IPK Mahasiswa Pascasarjana Itu Biasanya Tinggi Terminal Mojok.co

5 Alasan IPK Mahasiswa Pascasarjana Itu Seringnya Tinggi Banget

19 April 2022
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.