Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berprofesi Menjadi Makeup Artist Nggak Semudah Itu!

Rahmita Laily Muhtadini oleh Rahmita Laily Muhtadini
31 Desember 2020
A A
Berprofesi Menjadi Makeup Artist Nggak Semudah Itu! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Semua perempuan pasti ingin menjadi lebih cantik ketika diberi sentuhan makeup. Acara yang biasanya paling ditunggu agar kita terlihat beda dari hari-hari biasa adalah ketika wisuda, jadi pengiring pengantin, foto ijazah, lamaran, hingga foto persiapan daftar nikah ke KUA, dan tentu saja pernikahan. Tidak ada seorang pun yang ingin terlihat buruk rupa saat melakukan sesi foto atau menghadiri acara penting, apalagi kalau acaranya hanya terjadi sekali seumur hidup.

Berdasarkan beragam kepentingan acara di atas, maka keberadaan tukang makeup di muka bumi ini amatlah penting. Keberadaan makeup artist menjadi sangat krusial bagi makhluk-makhluk yang tidak bisa berdandan sama sekali. Boro-boro berdandan, mengerti cara pakai gincu tanpa belepotan ke mana-mana saja adalah sebuah prestasi.

Beragam tuntutan glow up di momen penting, membuka lahan rezeki bagi mereka yang punya kemampuan mendandani orang lain. Imajinasi masa kecil perempuan untuk bisa tampil stand out layaknya adegan makeover dalam sinetron, membuat makeup artist harus berhasil memenuhi ekspektasi para kliennya.

Menjadi seorang makeup artist nyatanya tidak seindah dan semudah kelihatannya. Profesi perias tidak semudah itu. Ada perjalanan dan proses yang panjang agar seorang makeup artist bisa dianggap memiliki kemampuan profesional. Beberapa alasan di bawah ini merupakan sisi lain dari mereka yang bekerja sebagai perias atau makeup artist.

#1 Butuh modal yang tidak sedikit sebelum mendandani klien

Kalau ada manusia di muka bumi ini yang bilang jadi tukang rias modalnya murah, sini biar alisnya digambar mirip Sinchan dulu! Tidak ada yang murah untuk bisa menjadi seorang makeup artist, Mylov. Mendandani klien butuh skill khusus yang bahkan tak jarang membutuhkan setifikasi. Skill khusus ini bisa didapatkan dengan mengikuti kursus khusus yang harganya tidak murah, loh~

Terdapat beberapa kasta kursus yang bisa diikuti dengan menyesuaikan budget. Ada kursus rias yang harganya murah meriah, semacam beauty class yang biasa diselenggarakan di kampus-kampus. Biasanya biaya beauty class berkisar antara Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu. Beda lagi kalau mau kursus yang semi profesional, kisaran biayanya mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta. Mau punya skill semakin cetar sekaligus punya guru kursus rias yang sudah terkenal di mana-mana? Siapkan saja biaya kursus sekitar Rp 3 juta hingga Rp 10 juta. Sampai sini masih bilang jadi perias itu murah dan mudah?

#2 Harus punya modal buat terjun ke lapangan

Sudah cukup tercengang dengan biaya kursus untuk menjadi makeup artist? Itu belum seberapa!

Berdasarkan wawancara dengan seorang MUA berusia 24 tahun asal Malang, ia menyatakan modal awal untuk bisa menjadi tukang rias ya harus punya alat, bahan, dan hal-hal penunjang makeup lainnya. Misalnya, kita harus punya beberapa pilihan primer, concealer, foundation, shading, blush, eyeshadow, pensil alis, eyeliner, lipstick, hingga bulu mata palsu. Sedangkan untuk peralatannya, setidaknya kita harus memiliki kuas, penjepit bulu mata, beauty sponge, dan juga tas khusus untuk keperluan makeup.

Baca Juga:

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

Seluruh alat dan bahan tadi adalah “amunisi perang” bagi seorang makeup artist. Butuh biaya sekitar Rp 2-5 juta bahkan lebih untuk memiliki amunisi tersebut. Biasanya, semakin profesional seorang makeup artist, maka ia pun akan membutuhkan budget yang semakin besar untuk membeli keperluan amunisinya.

#3 Butuh waktu yang panjang untuk bisa pro

Segala hal yang super ciamik pasti membutuhkan jam terbang yang tinggi. Begitu pula halnya menjadi seorang makeup artist. Butuh waktu tidak sebulan dua bulan agar bisa lihai dalam merias orang. Semakin banyak klien yang didandani, maka perias tersebut akan semakin jago skill-nya. Para perias kelas atas pun biasanya mematok harga yang cukup tinggi untuk jasanya lantaran untuk jadi perias yang pro butuh perjuangan yang sangat panjang.

Misalnya, ada seorang perias anyaran ingin menjadi perias pro, maka ia harus memiliki banyak portofolio. Mendapatkan portofolio tidaklah mudah. Ia wajib mengikuti kursus berbulan-bulan, magang ke perias senior, dan terjun langsung dengan mendandani banyak klien. Semua proses tersebut butuh waktu yang nggak singkat, Sis~

#4 Kalau mau jadi perias pengantin adat, harus bermental baja

Merias dengan riasan adat membutuhkan pakem atau aturan tertentu. Agar seorang perias mengerti pakem-pakem tersebut, maka ia harus berguru atau kursus terlebih dahulu. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Wiwik, perias sekaligus pemilik Wisma Rias & Wedding Organizer Ibunda Malang, beliau mengatakan untuk belajar dan sekadar bisa merias dengan pakem pernikahan adat Jawa, membutuhkan waktu belajar sekitar 7 bulan lamanya. Namun, apabila perias tersebut ingin benar-benar ahli merias pernikahan adat Jawa misalnya, maka ia harus belajar minimal 1 tahun untuk merias setiap jenis riasan adat Jawa.

Merias pengantin adat pun tidak bisa sembarangan, karena tujuannya bukan sekadar membuat manten tampil cantik. Seorang perias juga harus bertanggung jawab dalam memelihara budaya warisan nenek moyang, sehingga wajib memegang teguh pakem-pakem yang berlaku. Seorang juru rias harus memiliki mental baja karena tidak jarang menuai protes dari klien, misalnya saja kena protes karena tidak sesuai pakem oleh sesepuh mempelai. Mau tidak mau, seorang perias harus terus tekun menambah jam terbang maupun ilmu, serta memiliki stok kesabaran yang lebih.

#5 Harus siap kena omel orang

Mentalitas seorang makeup artist akan diuji ketika mendapatkan klien yang banyak maunya dan seluruh ekspektasinya harus terpenuhi. Alisnya sudah dibikin setara, makeup matanya sudah on point, warna bibirnya sudah senada dengan baju pun masih saja diomelin. Pada momen itulah seorang makeup artist harus legowo kalau mendadak si klien cemberut atau malah heboh minta mengulang beberapa riasan. Kepuasan klien setelah didandani akan berpengaruh bagi kelangsungan karier si perias di masa mendatang.

Jadi, kalau masih ada orang yang mengatakan jadi perias itu mudah, modal nonton video di YouTube dan TikTok saja ya gimana yaaa? Soalnya saya percaya kalau semua hal yang berkualitas, selalu membutuhkan waktu dan ketekunan yang panjang.

BACA JUGA Hal yang Dialami Orang Jawa Timur Saat Kondangan ke Nikahan Adat Orang Jawa Tengah dan tulisan Rahmita Laily Muhtadini lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Desember 2020 oleh

Tags: makeupmakeup artistprofesi
Rahmita Laily Muhtadini

Rahmita Laily Muhtadini

Seorang lulusan psikologi yang senang bermain dengan kata-kata. Aktif memberi edukasi di instagram @lembarbertumbuh

ArtikelTerkait

6 Profesi Tiruan untuk Intel Selain Jadi Tukang Bakso terminal mojok.co

6 Profesi Tiruan untuk Intel Selain Jadi Tukang Bakso

23 November 2021
Belajar Memaknai Hidup, Uang, dan Public Relations dari Operator Depot Galon Isi Ulang terminal mojok.co

Belajar Memaknai Hidup, Uang, dan Public Relations dari Operator Depot Galon Isi Ulang

13 November 2020
Rekomendasi Lip Tint Lokal Tahan Lama dengan Harga Merakyat, Nggak Kalah sama Lip Tint Korea

Rekomendasi 4 Lip Tint Lokal Tahan Lama dengan Harga Merakyat, Nggak Kalah sama Lip Tint Korea

27 September 2023
Alasan Seseorang Masih Nggak Puas Meski Sudah Dirias Berjam-jam terminal mojok.co

Alasan Seseorang Masih Nggak Puas Meski Sudah Dirias Berjam-jam

8 November 2020
Wisuda Terasa Biasa Aja bagi Mahasiswa Jurusan Farmasi karena Setelahnya Masih Harus Sekolah Lagi Mojok.co

Wisuda Terasa Biasa Aja bagi Mahasiswa Jurusan Farmasi karena Setelahnya Masih Harus Sekolah Lagi 

2 Oktober 2025
Jadi Guru TK Gampang, Cuma Keprok-keprok_ Enak Aja! terminal mojok

Jadi Guru TK Gampang, Cuma Keprok-keprok? Enak Aja!

2 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate Mojok.co

Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate

20 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.