Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
5 Agustus 2026
A A
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak kecil saya familiar dengan ucapan orang-orang yang menyematkan titel manja kepada anak terakhir, terlebih anak terakhir perempuan. Saya pun salah satu dari banyaknya anak bungsu perempuan yang kena label itu. 

Banyak orang mengatakan, peran terenak di keluarga adalah menjadi anak terakhir. Kata mereka, apapun yang dimau si anak ragil pasti akan diwujudkan oleh orang tuanya.

ADVERTISEMENT

Saya tak menampik bahwa saya sangat dekat dengan bapak dan ibu saya. Namun, itu bukan berarti menjalani peran sebagai anak bungsu artinya selalu bahagia dan bebas dari kegelisahan.

Anak terakhir harus balapan dengan usia orang tua

Kenapa sih anak terakhir itu terburu buru untuk cepat lulus sekolah, cepat dapat kerja, dan cepat menikah? Itu karena timeline hidup kami berkompetisi dengan usia orang tua yang semakin tua.

Saya melihat anak-anak bungsu di sekitar saya banyak yang memilih untuk menyerah pada keinginannya mengeksplor dunia. Banyak anak terkahir yang orang tuanya sudah pensiun ketika mereka masih sekolah atau kuliah. Nggak adanya lagi pendapatan dari orang tua memaksa mereka buru-buru lulus, nggak sempat berleha-leha, dan segera dapat kerja.

Ketika mencari kerja pun mereka memilih pekerjaan yang aman, berisiko kecil, dan kalau bisa sudah lengkap dengan dana pensiun. Mereka yang mungkin punya keinginan di bidang lain memilih untuk merelakan mimpi itu demi pekerjaan yang stabil.

Anak terakhir nggak punya waktu untuk gagal dan mengecewakan orang tua. Ibaratnya hidup kami sekarang sedang lomba sprint melawan umur orang tua. Gagal dan terseok sedikit saja bisa membuat kami kehilangan waktu yang signifikan dan tertinggal jauh.

Bagian yang paling sedih adalah ketika anak bungsu merasa belum jadi apa-apa, tapi mulai menyadari usia orang tua semakin tua. Ketika saya melihat uban rambut bapak saya semakin banyak dan keriput di wajah ibu saya yang juga makin kentara, rasanya hati saya seperti teriris.

Baca Juga:

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

Orang tua sudah semakin tua, jadi saya nggak mau merepotkan mereka. Justru sebisa mungkin giliran saya yang membantu orang tua. Minimal, bikin mereka tenang dengan menjalani hidup yang baik.

Anak bungsu harus terbiasa dengan sepi

Anak bungsu saat kecil hidup bersama kejahilan kakak-kakaknya. Rumah selalu ramai dengan gelak tawa maupun rengekan yang keduanya sama-sama disebabkan oleh candaan. Ada saja yang bikin ribut. Entah rebutan remote TV, ngambek karena makanan diambil, bahkan sekadar tempat duduk di depan TV saja bisa bikin ramai.

Akan tetapi, semakin beranjak dewasa, kami anak terakhir dipaksa untuk terbiasa dengan keheningan di rumah setelah kakak-kakak menikah dan punya keluarga masing-masing.

Sebagai anak bungsu perempuan yang akan menikah terakhir, saya sudah menyaksikan kakak-kakak saya mengemas barang-barang dan pindah ke luar kota mengikuti pasangannya setelah menikah. Meja makan dan sofa di depan TV yang tadinya terasa ramai kini terasa sepi, tinggal saya dan kedua orang tua.

Saya tak pernah terbiasa dengan momen ketika rumah kami tiba-tiba sepi kembali setelah kakak-kakak saya dan keluarganya pamitan untuk pulang ke rumah mereka saat libur sekolah. Saya juga nggak bisa mendeskripsikan perasaan kosong yang saya rasakan tiap kali melihat kasur dan karpet yang tadinya mereka pakai untuk tidur kini sudah rapi kembali.

Nggak pernah tenang hidup jauh dari orang tua

Saya baru pertama kali merantau ketika menempuh kuliah S2. Hampir seperempat abad saya habiskan di rumah yang sama di kota tempat saya lahir dan tumbuh dulu.

Saya harus mengungkapkan bahwa tinggal jauh dari orang tua itu nggak ada enak-enaknya. Saya bisa mengurus diri saya sendiri, tapi kedekatan emosional antara saya sebagai anak terakhir perempuan dengan orang tua memang nggak bisa dibohongi.

Selain itu, saya selalu khawatir pada bapak dan ibu saya. Mengingat saya yang kini mendampingi orang tua, bapak dan ibu banyak bergantung pada saya, khususnya terkait teknologi. Inilah yang bikin saya waswas.

Saya takut orang tua kesulitan kalau nggak saya temani. Saya juga takut orang tua kena tipu sebagaimana saya sering lihat kasus lansia menjadi korban penipuan karena nggak familiar dengan teknologi yang terus berkembang.

Belum lagi ketika saya mendengar berita-berita nggak mengenakkan ketika masih di luar negeri. Kejadian-kejadian seperti gempa bumi, angin kencang, dan pemadaman listrik bergilir bisa bikin saya nggak nyenyak tidur. Jika belum benar-benar memastikan bahwa orang tua saya baik-baik saja, saya pasti terus-terusan kepikiran.

Jujur, pernah terlintas di pikiran saya apakah keputusan saya S2 ke luar negeri dan nggak mendampingi orang tua adalah salah. Apalagi setelah beberapa orang bertanya mengapa bisa-bisanya saya tega meninggalkan orang tua, saya sempat merasa bersalah.

Walaupun rasanya sedikit plong sewaktu saya pulang ke Indonesia untuk liburan dan melihat orang tua baik baik saja, saya tetap was-was. Nanti kalau saya balik merantau lagi bagaimana dengan orang tua saya.

Peran apapun di keluarga tidak mudah, termasuk anak terakhir perempuan

Kini saya sadari bahwa peran apapun yang kita dapatkan dalam keluarga nggak akan pernah mudah. Semua peran punya keuntungan sekaligus tantangan masing-masing.

Anak terakhir perempuan yang selalu dicap manja pun menyimpan kegelisahan di hati. Saat beranjak dewasa, dibandingkan pembelaan dari orang tua saat bertengkar dengan kakaknya, ia kini mengemban banyak tanggung jawab dan harus terbiasa dengan sepi.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2026 oleh

Tags: anak bungsuanak permpuananak pertamaanak sulunganak terakhiranak terakhir perempuanbungsu perempuansulung
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

jilu

Gagal Nikah Gara-Gara Larangan Menikah Anak Pertama dengan Anak Ketiga (JiLu)

4 September 2019
Sebagai Anak Tengah, Saya Muak pada Glorifikasi Sulung dan Bungsu terminal mojok.co

Sebagai Anak Tengah, Saya Muak pada Glorifikasi Sulung dan Bungsu

19 Februari 2021
anak bungsu tidak enak rentan stres dimaki kakak orang tua wfh disuruh-suruh mojok

Siapa yang Bilang Jadi Anak Bungsu Enak? Maju Sini

22 April 2020
kunto aji

Menunggu Kunto Aji bikin Lagu tentang Anak Tengah

14 Juni 2020
Beban Ganda Jadi Anak Pertama dan Cucu Pertama di Keluarga terminal mojok.co

Beban Ganda Jadi Anak Pertama dan Cucu Pertama di Keluarga

25 Desember 2020
Nestapa Takdir Anak Bungsu yang Sering Dianggap Paling Bahagia

Nestapa Anak Bungsu yang Sering Dianggap Paling Bahagia

28 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.