Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

Siti Atika Azzahrah oleh Siti Atika Azzahrah
8 Juni 2026
A A
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika mendengar kata Lampung, kira-kira apa yang pertama kali muncul di benak kalian? Begal? Maling motor? Jalan rusak parah?

Tidak salah. Hingga kini pun, berita kejahatan dan kecelakaan lalu lintas di Lampung macam tak ada habisnya. Namun, kali ini saya ingin membahas perihal lain yang bikin jengkel menahun sehubungan kata “Lampung”.

ADVERTISEMENT

Sesuai judul artikel, saya acap kali merasa sebal ketika melihat atau mendengar orang-orang memosisikan nama Lampung sebagai kota, bukan provinsi. Banyak pula yang menyebut “Kota Lampung”. Entah karena kurang tahu, malas cari tahu, atau memang tidak peduli apa bedanya. Yang jelas, salah kaprah ini terus saja berulang.

Padahal, Lampung merupakan provinsi yang sudah mandiri dan terpisah dari Sumatera Selatan sejak 1964. Bukan hasil pemekaran kemarin petang. Ibu kotanya adalah Bandar Lampung. Tidak ada tuh yang namanya Kota Lampung.

Kasus serupa juga ditemukan pada Aceh. Padahal, ibu kota provinsi ini adalah Banda Aceh. Namun, tak jarang yang menggunakan “Kota Aceh” ketika merujuk Kota Banda Aceh.

Di sisi lain, nama provinsi dan ibu kota yang sama persis tanpa embel-embel lain di Indonesia hanya ada tiga: Bengkulu, Jambi, dan Gorontalo. Mau disebut provinsi atau kota, sama-sama benar.

Maka dari itu, saya heran. Bukankah semasa SD dulu kita pernah menghafal nama-nama provinsi beserta ibu kota di Indonesia hingga di luar kepala? Kadang dalam soal pilihan ganda pun disuruh menebak wilayah berdasarkan peta. Minimal angkatan KTSP, deh.

Tak usahlah bicara soal belajar pengetahuan umum dari atlas atau menamatkan isi RPUL. Mata pelajaran IPS saja pasti semua orang pernah dapat toh?

Baca Juga:

Tahlilan di Sumatera beda dengan di Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Betah Tinggal di Kota Bandar Lampung

Hanya karena tampak sepele, bukan berarti miskonsepsi ini pantas diwajarkan

Masalahnya, kekeliruan ini bukan hanya muncul dalam percakapan sehari-hari. Saya kerap menemukannya di portal berita nasional, takarir dan judul konten di media sosial, sampai spanduk tur keliling Indonesia. Yang mereka rujuk biasanya sih Bandar Lampung, tetapi kata “Bandar” nyaris selalu dipangkas. Entah mengapa. Efisiensi kali.

Contohnya judul video YouTube dari kanal Nessie Judge yang diunggah pada bulan Maret lalu, Misteri Kota Lampung. Judul tersebut telah diganti menjadi Misteri Provinsi Lampung setelah dikoreksi beberapa netizen di kolom komentar.

Yang membuat saya tergelitik ialah beberapa balasan yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak perlu diributkan. Toh, entah kota entah provinsi, konteksnya tetap Lampung.

Tetapi, mau sampai kapan kesalahan seperti ini dianggap sepele dan wajar, padahal yang hendak diluruskan hanya pengetahuan dasar?

BACA JUGA: Jalan Lampung yang Bobrok Sebenarnya Wujud Cinta Pemerintah ke Warganya

“Lampung” kerap disejajarkan dengan Palembang, Bandung, Makassar, atau Samarinda

Fenomena seperti ini juga tak jarang tampak pada poster dan spanduk yang mencantumkan lokasi acara, pemutaran film, pertunjukan stand–up comedy, hingga daftar gerai cabang. Nama “Lampung” kerap disejajarkan dengan Palembang, Bandung, Makassar, atau Samarinda, seolah-olah status administratifnya sama.

Padahal, Provinsi Lampung hanya terdiri atas dua kota: Bandar Lampung dan Metro. Jadi, ketika sebuah poster hanya menuliskan “Lampung”, sebenarnya yang dimaksud apa? Bandar Lampung? Seluruh Provinsi? Atau malah jangan-jangan Kabupaten Pesawaran? Pesannya jadi ambigu.

Lebih jauh lagi, kebiasaan memotong nama Bandar Lampung membuat banyak orang di luar Sumatra tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai posisi provinsi ini. Saya mulai menyadari hal ini ketika mengikuti magang MSIB di Jakarta Selatan pada 2024 silam.

Mayoritas pesertanya berasal dari Pulau Jawa, terutama Jabodetabek. Mahasiswa dari Sumatera hanya ada tiga orang, termasuk saya.

Basa-basi berkenalan tentu perihal biasa. Namun, sewaktu memberitahu asal saya dari Bandar Lampung, respons dari beberapa orang cukup bikin dahi mengernyit.

“Wah, jauh juga ya.”

Masalahnya bukan satu dua orang. Sepertinya mereka merespons demikian lantaran mengetahui fakta bahwa Lampung terletak di Pulau Sumatera saja. Beda pulau. Otomatis jauh meskipun hanya menyeberangi Selat Sunda.

Ketika saya memberitahu harga tiket pesawat serta jarak tempuh dari Bandara Radin Inten II ke Bandara Soekarno–Hatta, banyak yang kaget bukan kepalang. Mereka tidak menyangka biaya perjalanan saya justru lebih murah ketimbang beberapa peserta yang berasal dari DIY, Jawa Tengah, atau Jawa Timur.

Tak sedikit pula yang mengira seluruh wilayah Lampung sangat tertinggal. Kalau soal fasilitas dan akses dibanding kota-kota besar di Pulau Jawa sih saya setuju. Jauh, jauh sekali ketertinggalannya.

Namun, yang dimaksud tertinggal adalah tidak ada mal. Tidak ada bioskop. Tidak ada Alfamart dan Indomaret. Bahkan, teman saya ada yang tak percaya bahwa provinsi ini memiliki banyak pantai yang indah. Meskipun memang, persoalan terakhir sih ada andil besar dari pemerintah daerah yang kurang becus memaksimalkan potensi.

Tak kenal, maka tak sayang

Yah … nama Lampung memang lebih sering muncul di lini masa ketika ada kasus kriminalitas, jalan rusak, atau hal-hal buruk lainnya yang viral di medsos. Potensi wisatanya pun masih kalah gaung dibanding destinasi lain di Indonesia. Tak heran apabila banyak orang yang tidak menyadari bahwa pintu gerbang Sumatera ini lokasinya sangat dekat dengan ibu kota negara.

Pada akhirnya, yang membuat saya jengkel bukanlah orang luar yang belum terlalu mengenal Provinsi Lampung, melainkan miskonsepsinya. Toh, Nusantara terlalu luas untuk dihafal seluk-beluknya oleh semua orang.

Maka dari itu, saya harap setidaknya satu hal sederhana ini bisa diluruskan. Lampung adalah nama provinsi, sedangkan Bandar Lampung adalah ibu kotanya. Jadi, lain kali jangan ada lagi frasa “Kota Lampung”. Pas SD pernah belajar IPS, kan?

Penulis: Siti Atika Azzahrah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2026 oleh

Tags: bandar lampungProvinsi Lampungsumatera
Siti Atika Azzahrah

Siti Atika Azzahrah

Lulusan Akuntansi Unila yang punya passion sebagai abang-abang fotokopian dan bercita-cita jadi peneliti laut dalam. Hobi pura-pura jual duren di Jalan Lintas Sumatera.

ArtikelTerkait

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
Bukan Superindo, Transmart, apalagi Hypermart, Orang Bandar Lampung Lebih Suka Belanja di Chandra Supermarket

Bukan Superindo, Transmart, apalagi Hypermart, Orang Bandar Lampung Lebih Suka Belanja di Chandra Supermarket

12 November 2024
Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula Sumber "Sumatera Blackout" yang Bikin Satu Pulau Geger

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula “Sumatera Blackout” yang Bikin Satu Pulau Geger

23 Mei 2026
Honda Brio, Mobil yang Cocok untuk Kalian yang Pecicilan agya harga sewa mobil

5 Hal yang Membuat Honda Brio Laris Manis di Sumatera

20 Mei 2023
bandar lampung flyover dinasti politik mojok

Hal Unik yang Saya Temukan Saat Bermukim di Kota Bandar Lampung

15 Oktober 2020
5 Hal tentang Provinsi Jambi yang Nggak Bikin Kalian Terkejut

5 Hal tentang Provinsi Jambi yang Nggak Bikin Kalian Terkejut

23 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.