Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Betah Tinggal di Kota Bandar Lampung

Siti Atika Azzahrah oleh Siti Atika Azzahrah
4 Juli 2026
A A
Dear Pemerintah Bandar Lampung, Banyak Hal yang Lebih Urgent Dibanding Membangun Kereta Gantung Mojok.co

Dear Pemerintah Bandar Lampung, Banyak Hal yang Lebih Urgent Dibanding Membangun Kereta Gantung (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga Lampung yang sebenarnya sudah muak tinggal di sini selama 23 tahun, saya senang membaca berbagai perspektif orang di media sosial mengenai provinsi ini beserta ibu kotanya.

Jujur, saya rada kaget ketika menemukan fakta bahwa banyak orang yang merasa betah tinggal di Bandar Lampung (Balam). Bahkan, banyak perantau yang sudah melanglang buana ke berbagai kota di Indonesia hingga tinggal di luar negeri, tetapi tetap saja menganggap kota ini sebagai tempat paling nyaman dan dinanti-nanti ketika pulang.

ADVERTISEMENT

Terlepas dari keluhan abadi mengenai kerusakan jalan, minimnya layanan transportasi umum, tata kota yang semrawut, hingga rentetan kriminalitas, rupanya Balam menyimpan kesan dan daya tarik tersendiri bagi sebagian orang.

Kenyamanan ini pun bukan hanya dirasakan oleh warga lokal, melainkan juga pendatang yang sudah belasan tahun bermukim maupun hanya menetap dalam waktu singkat. Berdasarkan pengamatan saya, berikut alasan orang-orang betah tinggal di Bandar Lampung.

#1 Bisa menikmati ritme slow living di Bandar Lampung

Inilah alasan yang paling banyak saya jumpai di medsos. Banyak pendatang, terutama dari Jakarta, mengaku jatuh cinta dengan Bandar Lampung lantaran ritme hidupnya terasa lebih santai. Berbeda dengan budaya ibu kota yang serba grasah-grusuh, Balam masih memungkinkan warganya untuk beraktivitas tanpa merasa terus-menerus dikejar waktu.

Suasana kota ini tidak terlalu ramai sampai bikin stres, juga tidak terlampau sepi hingga terasa menjemukan. Sedang-sedang saja. Ada pula yang menilai kualitas udara di Balam masih cukup baik, lingkungannya nyaman untuk membesarkan anak, serta masyarakatnya relatif heterogen sehingga mudah beradaptasi. Setelah bertahun-tahun hidup di tengah macet dan polusi, Bandar Lampung seakan telaga yang selama ini mereka cari untuk menuntaskan dahaga.

Selain Balam, Kota Metro juga kerap disebut-sebut sebagai lokasi idaman untuk pensiun pada hari tua. Biaya hidup murah, lingkungannya asri dan tenteram, nuansanya menyerupai perdesaan, pun udaranya lebih segar ketimbang Bandar Lampung. Walaupun jujur, perihal ini saya nggak bisa berkomentar lantaran seumur hidup belum pernah ke Metro. Hiks.

#2 Pergi ke mana-mana jaraknya dekat dan tingkat kemacetannya masih bisa ditoleransi alias nggak bakal tua di jalan

Selain slow living, alasan ini juga kerap muncul dari warga Bandar Lampung. Jarak antarlokasi di kota ini relatif dekat. Berkaca dari pengalaman sendiri yang sejak TK hingga kuliah di Bandar Lampung melulu, saya cukup sepakat. Mau pergi ke mal, pasar tradisional, ataupun rumah sakit, rerata bisa ditempuh di bawah 30 menit. Mobilitas sehari-hari terasa cukup ringkas kendati rumah saya tidak berada di pusat kota.

Baca Juga:

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

Namun, kemudahan ini tentu lebih dirasakan oleh pemilik kendaraan pribadi. Bagi orang yang nggak punya kendaraan atau nggak bisa berkendara, mobilitas menjadi lebih terbatas dan ongkos harian pun lebih besar lantaran harus bergantung pada ojol dan taksi online.

Oleh karena itulah keberadaan transportasi umum yang layak, banyak, dan merata masih jadi urgensi apabila warganya ingin tiap kawasan di Bandar Lampung mudah dijangkau oleh siapa pun.

Banyak pula orang yang membandingkan kota ini dengan kota-kota besar yang kemacetannya lebih melelahkan ketimbang tujuan perjalanannya itu sendiri. Tinggal di Balam membuat waktu produktif nggak keburu habis hanya untuk berpindah tempat, alias warganya nggak bakal tua di jalan.

Kendati demikian, saya juga nggak bisa berpura-pura bilang bahwa Bandar Lampung bebas dari kemacetan. Pada jam-jam sibuk, beberapa ruas jalan padatnya ampun-ampunan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sempit, penuh lubang, bergelombang, dan sesekali harus berhadapan dengan banjir. Lengkap penderitaan.

ADVERTISEMENT

Namun, kalau pembandingnya adalah Jabodetabek, saya masih bisa paham alasan banyak orang menganggap lalu lintas di Balam jauh lebih bersahabat.

BACA JUGA: 4 Hal yang Saya Rindukan dari Kota Bandar Lampung

#3 Makanan di Bandar Lampung enak-enak dan rasanya paling pas di lidah

Kalau alasan satu ini sih, rasanya nyaris selalu ada ketika orang membahas kampung halaman masing-masing. Wajar saja, lidah kita sudah telanjur akrab dengan cita rasa tempat kita dibesarkan. Namun, Balam juga nggak luput dari pujian para pendatang maupun pelancong yang mengaku langsung cocok dengan makanan di sini kendati baru kali pertama mencobanya.

Barangkali salah satu penyebabnya ialah heterogenitas penduduk Kota Bandar Lampung. Banyak transmigran dari berbagai daerah di Indonesia menetap di sini membawa serta cita rasa khas kampung halaman mereka. Pilihan kuliner pun menjadi sangat beragam. Di sisi lain, masakan khas Lampung seperti seruit dan gulai taboh juga kerap menjadi alasan para perantau ingin segera pulang.

Kekayaan kuliner di Balam pun makin lengkap dengan kemudahan warga memperoleh ikan laut segar. Berhubung dekat pesisir, Bandar Lampung mempunyai akses terhadap hasil tangkapan nelayan sehingga seafood berkualitas bukanlah barang langka. Warga Balam bisa berburu hasil laut segar di Gudang Lelang atau aneka ikan asin di Pulau Pasaran.

Yah, tetap nggak bisa dimungkiri bahwa urusan lidah memang subjektif. Ada yang langsung jatuh hati dengan cita rasa makanan di Balam, ada pula yang membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Misalnya sambal rampai. Saya yang tumbuh besar di sini sih doyan-doyan saja, apalagi rampai hijau. Namun, nggak sedikit juga orang yang kurang menyukai tekstur, aroma, dan rasa khas dari sambal ini.

#4 Beragamnya objek wisata di Lampung, dari yang dekat dan mudah diakses hingga yang jauh minta ampun

Selain perkara kuliner, objek wisata juga menjadi salah satu alasan yang sering disebut ketika membahas kebetahan tinggal di Bandar Lampung. Sejujurnya, saya jarang sekali berekreasi kecuali pada saat outing class atau kebetulan diajak (dan dibayari) oleh saudara. Meskipun begitu, saya bisa memafhumi alasan ini. Rumah saya pun cukup dekat dengan beberapa destinasi populer, seperti Bukit Sakura (kendati belum pernah ke sini) dan Lembah Hijau yang jaraknya sama-sama hanya tiga kilometer.

Kalau punya kendaraan pribadi atau dana lebih untuk menyewa kendaraan, pilihan destinasi wisata di Provinsi Lampung terbilang lengkap. Mulai dari pantai, perbukitan, hingga kawasan yang masih dipenuhi pepohonan ada semua. Bagi warga Balam yang tidak ingin bepergian terlalu jauh, banyak pantai di Kabupaten Pesawaran maupun Lampung Selatan yang masih bisa dijangkau dalam waktu sekitar satu jam dari ibu kota.

Potensi wisata di Lampung memang sangat besar. Tentunya, pemerintah daerah masih memiliki berbagai PR yang harus diurus dalam mengelola sektor wisata, mulai dari akses jalan menuju lokasi yang bikin istigfar hingga praktik pungutan liar. Terlepas dari segala kekurangannya, pilihan objek wisata di sini tetaplah beragam, dari yang terdekat sampai terjauh dari rumah masing-masing.

Yah, barangkali saya masih belum bisa ikut mengatakan bahwa Bandar Lampung adalah kota yang ideal untuk menetap. Namun, setelah membaca begitu banyak pengalaman dan perspektif orang lain mengenai Balam, saya perlahan mengerti alasan kota yang ingin segera saya tinggalkan ini justru menjadi tempat pulang yang paling dirindukan oleh banyak orang.

Penulis: Siti Atika Azzahrah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bandar Lampung Terbuat dari Flyover, Pulang, dan Pasangan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2026 oleh

Tags: kota bandar lampunglampungProvinsi Lampung
Siti Atika Azzahrah

Siti Atika Azzahrah

Lulusan Akuntansi Unila yang punya passion sebagai abang-abang fotokopian dan bercita-cita jadi peneliti laut dalam. Hobi pura-pura jual duren di Jalan Lintas Sumatera.

ArtikelTerkait

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
marine pesisir barat pantai sumatera mojok

Pesisir Barat, Mutiara di Pojok Tanah Sumatera

15 November 2020
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026
Saya Kaget Beli Pecel Lele di Bandar Lampung: Sambalnya Mentah, Lelenya Dua Ekor

Saya Kaget Beli Pecel Lele di Bandar Lampung: Sambalnya Mentah, Lelenya Dua Ekor

4 April 2025
Nasib Natar, Kecamatan di Lampung Selatan yang Dekat ke Ibu Kota Provinsi tapi Jauh dari Ibu Kota Sendiri

Nasib Natar, Kecamatan di Lampung Selatan yang Dekat ke Ibu Kota Provinsi tapi Jauh dari Ibu Kota Sendiri

24 Juli 2024
40 Jam Disiksa Bus Putra Remaja dari Jogja Sampai Jambi (Unsplash)

Pengalaman Naik Bus Putra Remaja dari Jogja Menuju Jambi: Seni Bertahan Hidup Selama 40 Jam di Atas Kursi Rusak yang Menyiksa

16 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

13 Agustus 2026
Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

11 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja Mojok.co

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

13 Agustus 2026
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.