Sampai saat ini, Jembatan Suramadu Madura masih jadi jembatan terpanjang di Indonesia. Belum ada yang menandinginya. Jembatan ini bak “gerbang” ke Madura dari salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya.
Surabaya berbeda Madura. Jalan di Surabaya banyak yang mulus, areanya nyaman, banyak taman, mal sebagai tempat hiburan pun bertebaran. Mendukung sekali untuk sekedar keliling sambil motoran.
Sementara Madura berkebalikan dengan Surabaya. Itu mengapa, saat sampai di Madura dari Surabaya, banyak orang kecewa.
Akan tetapi, di tulisan ini, saya tidak akan menjelaskan Madura dan Surabaya secara keseluruhan. Saya mau bahas di “gerbang” masuk Surabaya saja, alias Jembatan Suramadu saja.
Di gerbang masuk ini, ada beberapa aturan yang sebaiknya kalian patuhi. Nah, aturan-aturan ini hanya disadari oleh pengendara yang sudah rutin melewati Jembatan Suramadu seperti saya.
#1 Pegangan erat karena jalan di Jembatan Suramadu Madura full rusak
Aturan pertama yang perlu kalian ingat yakni pastikan pegangan dengan erat, baik pengendara motor ataupun mobil. Sebab di Suramadu, saat memasuki wilayah Madura, jalannya bukan lagi mulus, tapi bergelombang.
Selain itu, jalan bergelombangnya masih disertai area-area yang berlubang. Tentu, hal ini akan membuat tubuh kita tidak bisa diam.
Bergeser ke arah kanan, ke kiri, ke atas, bawah, bahkan jika tiba-tiba ada pengendara lain yang mengerem secara mendadak karena menemukan jalan yang rusak tubuh kita terdorong ke depan.
Saya menulis hal ini sebab kondisi demikian adalah situasi yang sangat sulit dihindari.
Setelah keluar dari Suramadu yang jalurnya mulus, banyak pengendara masih terbawa suasana untuk tetap menancap gas dengan cepat. Makanya, kalian harus menjaga posisi tetap aman dengan berpegangan dengan erat.
#2 Hafalkan lokasi-lokasi rawan di Jembatan Suramadu Madura
Selanjutnya, aturan yang juga tak boleh dilupakan yakni usahakan kalian menghafal lokasi-lokasi rawan tersebut. Okelah, aturan ini tidak terlalu penting jika kalian hanya berkunjung sekali atau dua kali.
Akan tetapi, jika kemungkinan kalian akan ke Madura berkali-kali, menghafal lokasi rawan di gerbang masuk Madura merupakan hal penting. Jika tidak, kalian akan terus dibuat kaget oleh jalan berlubang yang kalian sadari secara tiba-tiba.
Ya, saya akui bahwa usaha untuk menghafal lokasi rawan di Jembatan Suramadu Madura cukup sulit. Bahkan, kadang bisa berpindah lokasi. Maksud saya, baru yang satunya diperbaiki, eh yang rusak pindah ke lain lokasi. Tapi, bagi saya, berusaha menghafal lokasi-lokasi ini tetap perlu untuk keselamatan kita bersama.
#3 Pemotor ambil jalur kiri saja
Aturan ini sangat saya sarankan bagi pengendara motor, terutama jika kalian berkendara dengan pelan seperti saya.
Ya, tidak perlu tergiur untuk pindah ke jalur yang lebih lebar, tetaplah berada di jalur kiri. Sebab, jalur kanan di Jembatan Suramadu ini selalu dipenuhi oleh manusia yang terburu-buru. Mulai dari pemotor yang kecepatannya di atas 80 kilometer per jam, abang-abang truk yang dikejar setoran, sampai pengendara mobil yang lagi belajar kebut-kebutan.
Nah, bagi saya, jalur kiri ini sangat aman untuk pemotor. Pertama, mobil-mobil tidak akan tertarik untuk memilih jalur ini, sehingga kita bisa lebih aman. Pemotor yang kebut-kebutan juga tidak mungkin melewatinya, sebab akan buang-buang waktu bagi yang terburu-buru.
#4 Pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik
Sebetulnya, saya tak perlu menuliskan hal ini. Tapi, beberapa kali saya melewatinya saat malam hari, pasti ada saja kendaraan, terutama motor, yang lampunya tidak menyala sama sekali. Bukan apa, Gaes, tapi hal itu benar-benar mengancam keselamatan semua pengendara.
Bagi diri kita sendiri, kita akan sulit memastikan area mana yang paling aman. Kemudian bagi orang lain, mereka bisa saja tidak sengaja menabrak dari belakang karena tidak melihat posisi kita.
Apalagi, lampu penerangan di Jembatan Suramadu Madura ini tidak merata. Banyak area yang lampu penerangannya tidak hidup sama sekali. Sehingga, saat petang, areanya benar-benar gelap.
Yah, jangankan motor yang lampunya mati, yang hidup saja beberapa kali sempat tergelincir karena tidak melihat jalan yang rusak.
Yah, demikianlah beberapa aturan tidak tertulis saat kalian memasuki “gerbang” Madura melalui Jembatan Suramadu. Saya berharap dengan saya menulis artikel ini, kita semua bisa lebih berhati-hati. Pemerintah pun bisa tumbuh empati dan mau bekerja untuk membuat jalan ini lebih baik lagi.
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













