Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang “menjajah” karena bikin warganya tersiksa

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
13 Agustus 2026
A A
Jalan Merdeka Bandung, jalan yang "menjajah" karena bikin warganya tersiksa

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang "menjajah" karena bikin warganya tersiksa (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini saya sering kali merenung tiap kali harus melewati Jalan Merdeka di Kota Bandung. Dulu, ketika sesekali melewati jalan ini untuk tujuan jalan-jalan di akhir pekan, Jalan Merdeka selalu terdengar megah di telinga saya.

Bagaimana tidak? Di jalan inilah jantung kota berdetak. Ada Balai Kota Bandung, Taman Sejarah, Taman Vanda, Gramedia, mal legendaris BIP, hingga SDN 001 Merdeka yang merupakan salah satu sekolah tertua di kota ini. Jalan ini dulunya memang ikon modernisasi kota pada masa kolonial Belanda. Kesannya elegan, sejuk, dan teratur.

ADVERTISEMENT

Tapi, romantisasi itu hancur berantakan sejak saya pindah kerja dan mengharuskan saya menyisiri Jalan Merdeka Bandung setiap pagi. Bagi kami, para pekerja kelas menengah yang jam 7 teng harus sudah absen fingerprint di kantor, melewati Jalan Merdeka di pagi hari adalah sebuah siksaan batin. Jangankan merasa “merdeka”, yang ada jalan ini malah menjajah kewarasan kami sebelum jam kerja dimulai.

Jalan Merdeka macet tiap pagi karena antrean drop-off sekolah elit

Dulu ketika lewat sini untuk sekadar main, lalu lintasnya terasa biasa saja. Tapi sekarang, karena dilalui pada jam berangkat kerja, baru terasa macetnya yang minta ampun. Macet ini adalah akumulasi dari banyak hal: durasi lampu merah yang lumayan memakan waktu, hingga palang pintu kereta api yang kalau sudah tertutup bisa menyita waktu tunggu 3 sampai 5 menit.

Belum lagi ditambah jejeran mobil-mobil yang antre mengantarkan anak-anaknya ke sekolah elit seperti Santa Angela dan SDN 113 Banjarsari. Padahal, Jalan Merdeka Bandung ini secara dimensi sangat lebar, mungkin bisa muat empat bus besar berjejer sekaligus. Namun, selebar apa pun jalannya, tetap saja percuma kalau sebagian lajurnya diokupasi oleh kemacetan pagi hari. Benar-benar tidak ada kemerdekaan bagi pekerja yang diburu waktu absen.

Lampu kilat e-tilang yang menyilaukan mata

Jujur saja, lampu kilat dari kamera e-tilang (ETLE) yang terpasang di sekitar Balai Kota dan Polrestabes ini benar-benar mengganggu kenyamanan berkendara. Niatnya mungkin bagus untuk penegakan hukum, tapi eksekusinya bikin sakit mata.

Hampir setiap detik, kilauan cahaya dari kamera itu menyambar pengendara seperti blitz kamera paparazzi di red carpet. Alih-alih merasa diedukasi, cahaya silau itu justru lebih ampuh mengganggu konsentrasi dan merampas kebebasan warga untuk berkendara dengan nyaman, apalagi kalau cuaca sedang mendung atau gelap.

Jalan Merdeka Bandung, jalan estetik yang penuh tambalan

Jujur saja Jalan Merdeka ini termasuk jalan ikonik di Kota Bandung karena cukup estetik. Paduan gedung-gedung modern ditambah masih asri oleh pohon di taman balai kotanya. Namun, ketika melihat ke bawah, beberapa titik di Jalan Merdeka ini dipenuhi tambalan aspal yang tidak rata. Usut punya usut, tambalan ini adalah bekas proyek pemindahan kabel ke bawah tanah (ducting), perbaikan saluran drainase, dan entah proyek apa lagi.

Baca Juga:

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok

3 Alasan Romantisme Bandung Akan Luntur, Ketika Menginjakan Kaki di Kecamatan Cibiru

Apa pun alasannya, pemangku kebijakan sudah sepatutnya mengembalikan kondisi Jalan Merdeka Bandung menjadi mulus dan layak dikendarai. Tidak bisa dimungkiri, jalanan yang bergelombang dan rusak ini bukan cuma merenggut kenyamanan, tapi juga membahayakan nyawa pengendara roda dua. Masa iya Jalan Merdeka yang berada tepat di depan kantor pusat pemerintah ini dibiarkan keriting?

Nama yang ironis dengan risiko kecelakaan

Namanya saja Jalan Merdeka, tapi nyatanya jalan ini tidak memerdekakan pengendaranya dari risiko maut. Belum lama ini pada dini hari, terjadi kecelakaan tragis yang menewaskan seorang anggota Polrestabes Bandung tepat di jalan yang masuk kawasan Kecamatan Sumur Bandung ini.

Memang benar, kecelakaan tersebut disebabkan oleh pengemudi mobil yang sedang dalam pengaruh alkohol. Namun, peristiwa itu seolah menjadi pengingat yang pahit: di jalan yang menyandang nama paling sakral bagi bangsa ini, keselamatan warga dan aparatnya sendiri justru masih rentan terenggut oleh ketidaktertiban.

Melewati Jalan Merdeka Bandung di pagi hari adalah sebuah pengingat bahwa kemerdekaan sejati warga kota belum sepenuhnya tercapai. Kita mungkin sudah lama merdeka dari penjajah asing, tapi kita masih dijajah oleh kemacetan drop-off sekolah, silau lampu kamera tilang, jalanan tambal sulam bekas proyek, dan ancaman pengendara ugal-ugalan.

Mungkin ke depannya, Pemkot Bandung perlu mempertimbangkan untuk mengganti nama jalan ini pada jam 06.00 hingga 08.00 pagi. Jangan sebut Jalan Merdeka, sebut saja Jalan Ujian Kesabaran. Biar kami, para pekerja yang lewat sana, lebih legowo menerima nasib.

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Nama Jalan di Bandung yang Susah Diucapkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2026 oleh

Tags: jalan merdeka bandungkota bandungsekolah di jalan merdeka bandungtitik kemacetan kota bandung
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

5 Hal tentang Kota Bandung Versi Wisatawan terminal mojok.co

5 Hal tentang Kota Bandung Versi Wisatawan

25 November 2021
Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk "Gedung Paru-paru" yang Bikin Warga Resah

Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk “Gedung Paru-paru” yang Bikin Warga Resah

26 Juni 2024
Alasan Saya Malas Belanja di Istana BEC, Tempat Jualan Elektronik Terlengkap Se-Bandung Mojok.co

Alasan Saya Malas Belanja di Istana BEC, Tempat Jualan Elektronik Terlengkap Se-Bandung

4 Juli 2024
Cicendo Daerah Paling Superior di Kota Bandung, Fasilitasnya Komplit dan Nyaman Mojok.co

Cicendo Daerah Paling Superior di Kota Bandung, Fasilitasnya Komplit dan Nyaman

18 Maret 2024
Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok Mojok.co

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok

20 Juni 2026
Flyover Ciroyom, Jalan Layang Paling Bermasalah di Bandung Saat Ini

Flyover Ciroyom, Jalan Layang Paling Bermasalah di Bandung Saat Ini

29 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya Mojok.co

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

11 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026
Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

11 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.