Informasi
ADVERTISEMENT

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan Mojok.co

#3 Pemotor ambil jalur kiri saja

Aturan ini sangat saya sarankan bagi pengendara motor, terutama jika kalian berkendara dengan pelan seperti saya. 

Ya, tidak perlu tergiur untuk pindah ke jalur yang lebih lebar, tetaplah berada di jalur kiri. Sebab, jalur kanan di Jembatan Suramadu ini selalu dipenuhi oleh manusia yang terburu-buru. Mulai dari pemotor yang kecepatannya di atas 80 kilometer per jam, abang-abang truk yang dikejar setoran, sampai pengendara mobil yang lagi belajar kebut-kebutan.

Nah, bagi saya, jalur kiri ini sangat aman untuk pemotor. Pertama, mobil-mobil tidak akan tertarik untuk memilih jalur ini, sehingga kita bisa lebih aman. Pemotor yang kebut-kebutan juga tidak mungkin melewatinya, sebab akan buang-buang waktu bagi yang terburu-buru.

Baca juga Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja.

#4 Pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik

Sebetulnya, saya tak perlu menuliskan hal ini. Tapi, beberapa kali saya melewatinya saat malam hari, pasti ada saja kendaraan, terutama motor, yang lampunya tidak menyala sama sekali. Bukan apa, Gaes, tapi hal itu benar-benar mengancam keselamatan semua pengendara.

Bagi diri kita sendiri, kita akan sulit memastikan area mana yang paling aman. Kemudian bagi orang lain, mereka bisa saja tidak sengaja menabrak dari belakang karena tidak melihat posisi kita. 

Apalagi, lampu penerangan di Jembatan Suramadu Madura ini tidak merata. Banyak area yang lampu penerangannya tidak hidup sama sekali. Sehingga, saat petang, areanya benar-benar gelap.

Yah, jangankan motor yang lampunya mati, yang hidup saja beberapa kali sempat tergelincir karena tidak melihat jalan yang rusak.

Yah, demikianlah beberapa aturan tidak tertulis saat kalian memasuki “gerbang” Madura melalui Jembatan Suramadu. Saya berharap dengan saya menulis artikel ini, kita semua bisa lebih berhati-hati. Pemerintah pun bisa tumbuh empati dan mau bekerja untuk membuat jalan ini lebih baik lagi.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2026 oleh .

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.