Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

Aditya Ikhsan Pradipta oleh Aditya Ikhsan Pradipta
19 Agustus 2026
A A
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kaza Mall Surabaya mungkin keluar sebagai pemenang kalau ada perlombaan mal paling diremehkan di Surabaya. Itu mengapa mengajukan Kaza Mall sebagai tempat nongkrong atau jalan-jalan cuma akan mendatangkan ejekan “Ngapain nak kunu? koyok gak onok Mall liyo ae”.

Tidak seperti Tunjungan Plaza yang selalu jadi top tier mal di Surabaya dan selalu jadi rujukan utama teman-temanku ketika mengajak jalan ke mall.

ADVERTISEMENT

Kaza Mall menemaniku dari semasa SMP hingga sekarang sudah hampir menginjak kepala tiga. Dari dulu ya begitu saja sebenarnya, tidak jelek-jelek amat tapi juga tidak punya alasan kuat untuk dibanggakan. Dibilang sepi seperti kuburan, rasanya juga nggak, karena kehidupan masih terpampang di sana.

Akan tetapi, beberapa kali aku mengamati sambil menikmati sate pinggir jalan seberang Kaza Mall, aku mulai merasa ada yang keliru dari cara kita menilai Kaza Mall. Kaza Mall memang bukan Tunjungan Plaza. Namun, sejak kapan standar mal keren itu dinilai dari seberapa mewah dibangun daripada fungsinya.

Kaza Mall Surabaya memang tidak istimewa

Kaza Mall memang bukan mal yang bisa membuat orang terkagum-kagum sejak pertama masuk. Ada perasaan asing menyelimuti mata. Beberapa bagian sudutnya terlihat kurang terawat, tenant yang tutup atau berganti dan suasananya di waktu tertentu memang terasa sunyi. Cocok untuk orang introvert yang ingin mencari ketenangan saat negara tiap hari bikin pusing.

Dibandingkan dengan Tunjungan Plaza, Royal Plaza atau Galaxy Mall yang punya deretan brand besar dan kesan high class, Kaza Mall jelas kalah telak. Seperti motor supra bapak disandingkan mobil mewah para artis. Kaza Mall bukan tandingannya, karena memang bukan mal premium. Fasilitas dan pilihan tenan di Kaza Mall juga tidak selalu bisa memenuhi ekspektasi orang yang terbiasa mengunjungi mal kelas atas.

Akan tetapi, mengakui kekurangan Kaza Mall bukan berarti kita harus sepihak menyimpulkan bahwa mal ini jelek atau gagal. Mungkin sejak awal dibangun, Kaza Mall tidak dipaksa untuk menjadi seperti itu.

Tidak menjual kemewahan, tapi kenangan

Perihal interior, brand hingga fasilitas mewah, Kaza Mall akan selalu keok. Tapi, yang perlu diingat, Kaza Mall ini tipikal punya karakter dan pengunjungnya sendiri. Letaknya di kawasan Kapas Krampung yang padat penduduk, akan selalu jadi unggulan. Orang datang ke sana tidak selalu mencari pengalaman belanja mewah.

Baca Juga:

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

Ada yang sekadar ingin menonton bioskop terjangkau seperti Movimax, melihat event cosplay, menikmati makanan atau seperti diriku yang dulu sering ke sana, sekadar menonton pertandingan tamiya. Di kawasan bawah Kaza Mall juga terdapat aktivitas perdagangan dan pasar, selalu ramai dari pagi buta hingga malam menyapa. Karakter inilah yang membuatnya terasa lebih membumi.

Kaza Mall mungkin tidak menawarkan pengalaman “jalan-jalan ke mal” seperti yang dicari orang pada umumnya. Karena itu rasanya kurang adil jika keberadaan Kaza Mall dinilai dari seberapa banyak brand besar tersemat di dalamnya. Sebab, fungsi yang tumbuh lebih bermakna bagi setiap ingatan orang-orang yang kesana.

Mal tidak harus mewah untuk menjadi berarti

Mungkin yang perlu dipertanyakan sekarang bukan lagi kenapa Kaza Mall tidak seramai Tunjungan Plaza atau mal besar lainnya. Namun, kenapa sebuah mal harus ramai, mewah, penuh deretan brand ternama dan instagramable agar dianggap layak. Semacam standar tidak tertulis, padahal kebutuhan orang bisa saja sangat berbeda.

Bukankah, fungsi sebuah ruang seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa banyak orang ingin upload story di mal, tetapi juga dari seberapa banyak kehidupan dan kenangan yang berlangsung di dalamnya? Apalagi saat Lebaran tiba, aku pernah benar-benar terharu karena Kaza Mall ramainya bukan main, banyak orang mencari baju lebaran dengan hati yang gembira.

ADVERTISEMENT

Pada akhirnya, kita terlalu terbiasa menganggap ruang yang biasa-biasa saja sebagai ruang yang tidak berharga, cukup ironi. Kaza Mall mungkin tidak akan memenangkan kontes mal paling mewah di Surabaya. Namun, kalau ukuran sebuah tempat bukan sekadar kemewahan, melainkan seberapa jauh ia menjadi bagian dari kehidupan orang-orang di sekitarnya, mungkin Kaza Mall tidak seburuk yang selama ini kita kira.

Penulis: Aditya Ikhsan Pradipta
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2026 oleh

Tags: kaza mallkaza mall surabayamallmall surabayaSurabaya
Aditya Ikhsan Pradipta

Aditya Ikhsan Pradipta

Seorang dari Kota Pahlawan dan pekerja swasta. Menghabiskan waktu senggang menjadi volunteer sosial, menyukai isu lingkungan, perkotaan dan bonusnya senang guyon.

ArtikelTerkait

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

1 Januari 2026
Pasar Jongkok Wonokromo, Pasar Maling Surabaya yang Bikin Pembeli Berprasangka Buruk

Pasar Jongkok Wonokromo, Pasar “Maling” Surabaya yang Bikin Pembeli Berprasangka Buruk

20 Februari 2024
Pemkot Surabaya Tak Serius Urus Transportasi Umum, Bukannya Makin Bagus, Malah Makin Remuk!

Pemkot Surabaya Tak Serius Urus Transportasi Umum, Bukannya Makin Bagus, Malah Makin Remuk!

12 Agustus 2024
Jogja, Surabaya, Malang Bodoh kalau Rebutan Status Kota Pelajar (Unslash)

Debat Kusir Surabaya vs Jember vs Malang Memperebutkan Status Kota Pelajar Jogja Adalah Kebodohan Belaka

10 Maret 2024
Surabaya Kota Sukses karena Punya Outlet Mie Gacoan Paling Banyak di Indonesia

Surabaya Kota Sukses karena Punya Outlet Mie Gacoan Paling Banyak di Indonesia

24 Desember 2023
Naik Transportasi Umum di Surabaya Adalah Simbol Kemiskinan, tapi Saya Tidak Malu Menggunakannya

Naik Transportasi Umum di Surabaya Adalah Simbol Kemiskinan, tapi Saya Tidak Malu Menggunakannya

14 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Jatinom, tempat rahasia yang bikin kamu jatuh cinta berkali-kali (Mojok.co/Audina Safira)

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

14 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Warmindo ruang pengaman sosial terakhir buat kamu yang miskin (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Warmindo akan selalu menjadi ruang pengaman sosial terakhir bagi kita yang dompetnya sedang sekarat

14 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.