Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Naik Transjakarta Tidak Selamanya Menyenangkan, Drivernya Kadang Ugal-ugalan dan Galak, Plus Estimasi Tibanya Kacau!

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
27 Mei 2025
A A
3 Halte Transjakarta di Jakarta Pusat Paling Nyaman, Penumpang Betah Menunggu walau Padat

3 Halte Transjakarta di Jakarta Pusat Paling Nyaman, Penumpang Betah Menunggu walau Padat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Transjakarta, atau yang akrab disebut TJ, merupakan moda transportasi andalan warga Ibu Kota. Rutenya banyak dan dan dapat membawamu keliling Jakarta hanya dengan tarif Rp3.500 saja. Saya akui, keberadaan Transjakarta ini memberikan kemudahan mobilisasi dan aktivitas masyarakat. Apalagi kini sudah terintegrasi dengan moda lainnya. Bahkan, bus berwarna biru ini sudah menjangkau daerah sekitar Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok.

Di balik kenyamanan yang ditawarkan, Transjakarta juga memiliki banyak sisi gelap. Mulai dari penumpang yang nggak taat aturan sampai halte pemberhentian yang kurang layak dioperasikan. Saya sebagai penumpang setia sudah bosan dengan permasalahan tersebut, jadi tinggal nikmati saja perjalanan ini. Toh saya selalu sampai tujuan dengan selamat.

Hanya saja, kali ini saya tidak akan bercerita tentang itu semua. Saya akan membahas 3 hal lain yang juga bikin kesal dan malas.

Driver suka ngerem mendadak dan kadang ugal-ugalan

Satu privilege Transjakarta yang bikin iri adalah jalur khusus bebas hambatan (harusnya ya), tidak ada kendaraan lain yang boleh lewat selain dia. Ya kadang realitasnya ada sih motor atau mobil yang nekat lewat jalur busway, buat menghindari macet. Dengan jalan selengang itu, pastinya sang supir ada aja gebrakannya. Mulai dari yang nyantai banget sampai yang gas pol. Tergantung mood dan suasana hati.

Hal paling menyebalkan menurut pengalaman saya adalah beberapa driver Transjakarta yang ugal-ugalan dan suka injak rem mendadak. Saya selalu menggenggam erat pegangan yang menggantung di bus tersebut. Lengah dikit, kamu bisa terhempas. Nggak paham juga kenapa para driver ini seenaknya, padahal mereka tahu banyak nyawa yang dibawa.

Jika kurang beruntung, kamu bakalan dapat armada Metrotrans atau bus listrik yang handle gripnya sedikit. Siap-siap berpegangan pada tiang atau kuatkan kakimu agar tidak oleng saat si supir ngebut dan berhenti tiba-tiba.

Driver kurang ramah kepada pelanggan

Selain perihal mengendarai, sikap driver menyebalkan lainnya adalah nggak ramah kepada penumpang. Saya pernah beberapa kali mendapati yang jutek, kira-kira seperti ini “Makanya, lihat dong di informasi jurusan, ini cuma sampai Kampung Melayu aja!”. Nadanya kasar dan mengintimidasi, bukan memberikan informasi. Kejadian lainnya ya mirip lah, menanggapi penumpang dengan cuek dan malas-malasan.

Tidak ada salahnya menjawab pertanyaan penumpang dengan biasa saja, nggak perlu ngegas. Wajar loh jika banyak yang baru naik Transjakarta dan belum hafal rutenya. Apalagi Jakarta seluas ini, tentu saja modanya banyak dan membingungkan. Mungkin tidak semua driver Transjakarta segalak ini, ada juga yang friendly. Akan tetapi, saya berharap sih semuanya bisa melayani masyarakat dengan bersikap ramah.

Baca Juga:

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

Waktu kedatangan di monitor halte Transjakarta tidak sinkron dengan realitas

Terakhir, layar monitor di halte Transjakarta yang kadang memberikan harapan palsu. Biasanya lewat benda persegi panjang tersebut akan disampaikan informasi jam kedatangan armada beserta nomor koridornya. Saya selalu berharap dan percaya padanya. Sebenarnya ada beberapa aplikasi yang bisa memantau pergerakan armada, tapi saya pernah pakai dan berakhir error. Ya saya kembali lagi pada monitor yang menggantung itu.

Nyatanya, waktu yang dicantumkan dengan faktanya tidak sinkron. Pada keterangan tertulis “Tiba” tapi wujudnya tidak terlihat mata. Katanya sih akan datang 2 menit, realitasnya 10 menit. Ya apa gunanya ada panel jadwal bus tapi nggak sesuai dengan kenyataan. Sudahlah, jangan terlalu berekspektasi tinggi pada sebuah teknologi. Paling benar ya menunggu saja dengan sabar tanpa berharap lebih pada informasi di layar ataupun aplikasi. Toh nanti juga datang meski harus melawan rasa lelah dan bosan.

Meskipun ada aja yang membuat saya kesal, Transjakarta selalu jadi andalan saya berjibaku dengan kerasnya Ibu Kota. Menemani perjalan saya sampai rumah di antah berantah. Kalau nggak ada dia, aku bisa apa.

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Papan Jadwal Kedatangan Transjakarta Nggak Bisa Diandalkan, Bikin Penumpang Emosi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2025 oleh

Tags: driver transjakartapapan informasi transjakartatransjakarta
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Pengalaman Naik Bus AC70A Rute Cileungsi-Tanah Abang: Jalannya Lambat, tapi Lebih Nyaman Dibanding Transjakarta

Pengalaman Naik Bus AC70A Rute Cileungsi-Tanah Abang: Jalannya Lambat, tapi Lebih Nyaman Dibanding Transjakarta

25 September 2025
5 Penumpang yang Sebaiknya Nggak Naik Bus TransJakarta Terminal Mojok tap out

5 Penumpang yang Sebaiknya Nggak Naik Bus TransJakarta

4 Juli 2022
5 Penumpang yang Sebaiknya Nggak Naik Bus TransJakarta Terminal Mojok tap out

Tap Out, Kebijakan Baru Transjakarta yang Menjengkelkan

20 Oktober 2022
Saya Lebih Suka Halte Bundaran HI yang Dulu: Minimalis tapi Tetap Estetis

Saya Lebih Suka Halte Bundaran HI yang Dulu: Minimalis tapi Tetap Estetis

6 September 2023
Naik Bus Transjakarta Jadi Nggak Nayaman karena Banyak Penumpang Aneh Mojok.co

Naik Bus Transjakarta Jadi Nggak Nyaman karena Banyak Penumpang Aneh

6 April 2024
4 Halte Transjakarta yang Bikin Stres Penumpang

4 Halte Transjakarta yang Bikin Stres Penumpang

31 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.