Sisi lain Mikutopia Batu di mata warlok, tak seindah di mata wisatawan.
Ada perasaan syukur ketika menyadari bahwa tempat tinggal yang sudah saya tempati 28 tahun ini berada di Kota Batu bagian Utara. Sebab, tinggal di Batu Utara itu enak banget. Pertama, jauh dari hiruk-pikuk kota, dan jauh dari pusat-pusat tempat wisata yang ramai. Kalau ada, tempat wisata, paling ya cuma satu-dua, dan itupun ramainya nggak sampai bikin kacau lingkungan sekitar, lah.
Akan tetapi, semua itu berubah sejak awal 2026. Di Batu bagian Utara, di Desa Tulungrejo, lebih spesifiknya lagi di 120 meter arah Timur Laut dari rumah saya, berdiri satu tempat wisata baru bernama Mikutopia.
Tempat wisata ini merupakan taman bermain bertema dunia jamur dengan berbagai macam wahana di dalamnya, yang mulai beroperasi sejak Lebaran 2026 kemarin. Mikutopia berdiri di atas tanah seluas sekitar 10 hektar.
Sebagai orang Batu Utara, tepatnya sebagai orang yang bertetangga dengan Mikutopia Batu, hadirnya tempat wisata ini memang bikin dilema. Di satu sisi, hadirnya Mikutopia Batu berhasil membangkitkan perekonomian sekitar, sekaligus membuka lapangan kerja untuk warga sekitar.
Akan tetapi, di sisi lain, hadirnya Mikutopia juga bikin saya menderita akan banyak hal, termasuk membuka banyak ancaman-ancaman ekologis di masa depan.
Mikutopia Batu ini letaknya tepat di samping pemukiman warga
Semua tempat-tempat wisata besar dan modern di Kota Batu itu letaknya nggak ada yang di tengah atau di samping pemukiman warga. Selalu agak menjauh. Yang dekat pemukiman memang ada, tapi nggak ada yang benar-benar berada di tengah/samping pemukiman. Dua tempat wisata yang ada di Batu Utara, Taman Rekreasi Selecta, dan Coban Talun, letaknya nggak tepat di tengah/samping pemukiman
Nah, Mikutopia Batu pengecualian. Mikutopia ini letaknya benar-benar di samping pemukiman warga. Gambarannya begini: pemukiman warga, lalu ada Mikutopia, lalu ada perkebunan. Semuanya nempel, seperti nggak berjarak. Ini jelas jadi masalah, sebab keriuhan apapun yang ada atau disebabkan oleh Mikutopia, warga-warga sekitar pasti merasakannya. Apalagi kalau ada hal-hal buruk terjadi.
Saya saja yang rumahnya berjarak 120 meter dari Mikutopia sudah terdampak, apalagi orang-orang yang rumahnya hanya berjarak sepelemparan batu?
Baca halaman selanjutnya: Mikutopia Batu bikin …













