Alasan Kuat Sender Nggak Perlu Rewel Soal Fitur Stories di Twitter

Artikel

Muhammad Arsyad

Halooo, Nder! Udah nge-tweet belum hari ini? Semoga aktivitas rebahan, jelajah, dan bacot di Twitter kalian nggak terganggu, ya Nder. Ohya, rumornya Twiter mau ada fitur baru nih, mirip-mirip seperti Instastory atau WhatsApp Story. Dan karena itu banyak yang nggak suka. Gimana denganmu?

Setelah Facebook yang menambahkan fitur stories semacam di Instagram, kini giliran kerabatnya, Twitter juga ikut-ikutan. Dengan tambahan fitur terbaru mereka yang diberi nama Fleets, kini para sender bisa memposting gambar atau foto yang bisa dihapus secara otomatis laiknya di Instagram. Well, agak aneh sih, harusnya sebagai pengguna Twitter harusnya bersyukur, platfrom media sosial satu ini bisa berkembang.

Tapi karena itu masyarakat Twitter malah marah, dan sangat amat nggak mendukung fitur tersebut. Mereka beralasan kalau Twitter itu bukan tempatnya pamer, melainkan sebagai tempat berkarya, ghibah, dan tetek bengek lainnya yang berhubungan sama bacotan. Jika Twitter harus ada fitur stories ditakutkan nanti pengguna Instagram akan mengekspansi Twitter besar-besaran.

Buntutnya Twitter bisa jadi nggak asyik lagi. Menurut saya, efek fitur ini lebih dari itu. Apalagi buat hape dengan kategori kentang, pasti menolaknya. Karena layanan semacam ini biasanya memerlukan kualitas ponsel yang lumayan canggih. Setidaknya untuk memuat gambar. Ditambah harus ada koneksi internet yang super cepat, biar orang-orang cepat tahu, kalau kita sedang berak, misalnya.

Saya sendiri termasuk orang yang agak risih kalau sampai Twitter berubah seperti Instagram. Bisa-bisa kuota saya cepat habis akibat memuat gambar. Sebelumnya, Twitter menurut saya jadi media sosial paling irit kuota di bawah WhatsApp. Nah kalau Twitter pake Fleets? Yah, jadi seboros Instagram dong?

Akhirnya karena dampak yang luar biasa dahsyat ini, rakyat Twitter beramai-ramai menunjukkan ketidaksukaan terhadap fitur Fleets di Twitter. Sampe-sampe ada #RIPTwitter yang menanggap seolah Twitter bakalan mati setelah fitur Fleets betul-betul diterapkan. Padahal nggak perlu berlebihan gitu juga kali.

Memang, sender ini senang sekali melebih-lebihkan sesuatu hal. Padahal Twitter baru uji coba dengan fitur Fleets. Belum diterapkan secara massal. Kendati demikian, gelombang penolakannya sudah luar biasa, padahal mereka ini belum nyoba fiturnya. Hadeh.

Fitur mirip stories di Instagram dan Facebook oleh Twitter ini sejatinya bisa memenuhi kebutuhan sender loh. Seperti yang pernah ditulis Mas Seto Wicaksono, banyak kok pengguna Twitter yang justru numpang eksis memasang foto mereka di trending yang sedang ramai. Dan adanya fitur ini, saya membacanya sebagai kebutuhan mendesak para tweeps yang kepengin mamerin dirinya.

Barangkali manajemen Twitter melihat itu sebagai ide untuk membuat terobosan baru di platfrom mereka. Tentunya ini pun nggak terlepas dari pemenuhan kebutuhan dari penggunanya. Menurut saya, fitur Fleets ini nggak bakalan menghapus jati diri Twitter itu sendiri. Itu pun kalau pengguna Twitter memang punya jati diri.

Akhir-akhir ini saya juga sering menemukan sejumlah tweet yang disertai gambar atau foto diri. Jadi tweet-nya kayak kapsyen kalau di Instagram. Bahkan jumlahnya yang seperti ini cukup banyak. Tokoh-tokoh terkemuka Twitter di Indonesia juga sering melakukannya.

Meski terbilang baru di Twitter, karena baru bergabung sejak Maret 2019 lalu, saya nggak rewel sama fitur terbaru ini. Kalau pun benar fitur ini mulai diterapkan secara massal, saya salah satu orang yang nggak bakalan memakainya. Sedikit cerita, dulu ketika Facebook ada fitur stories semacam itu saya juga nggak pernah memakainya. Apalagi di Twitter.

Jadi, Nder, nggak usah rewel karena adanya fitur stories di Twitter—kayak anak minta mainan ke orang tua saja. Kita harus open minded dalam menanggapinya. Santai saja, anggap manajemen Twitter sedang berbaik hati menyediakan wadah bagi mereka yang hobi pamer. Kapan lagi bisa pamer tanpa menunggangi trending, ya nggak?

Selain open minded, bagi pengguna Twitter yang sering menyebut diri sebagai sobat misquen juga harus open minder. Gimana nggak minder coba? Orang-orang Twitter yang biasanya cuman memerhatikan apa yang di-tweet kini mulai ngerasani orangnya. Twitter perlahan bakal berubah haluan yang semula, “kamu tahu ceritaku, bukan namaku” menjadi “kamu hanya tahu namaku, bukan ceritaku”.

Sementara itu, dengan adanya fitur Fleets ini, Twitter akan kehilangan ciri khas anonimnya. Ini jelas memudahkan polisi, Kominfo, dan anjing pelacak untuk mencari para pejahat, lebih khusus penjahat di media siber. Jika dulu, semua orang bebas buat tweet mau kontroversial atau tidak, kini karena fitur ini harus hati-hati.

Dalang dari akun-akun buzzer juga bakal ketahuan dengan mudah lewat fitur ini. Saya yakin betul, nanti setelah Fleets ini diterapkan secara masif, pasti semua orang bakalan mencobanya, tak terkecuali akun buzzer dan influencer. Nah, dari situ akan mudah mendeteksi. Eksis di Fleets, ketahuan, langsung bisa ditangkap. Urusan jeratnya gampang, kan ada UU ITE yang serba bisa.

BACA JUGA Twitter Nggak Akan Rest in Peace Hanya karena Stories atau tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Baca Juga:  Memahami Tweet Jefri Nichol: Ngapain Marah-Marah, kalau Kenyataanya Kita Memang Jelek?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
1


Komentar

Comments are closed.