Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Andihiyat Adalah Basnya Lini Masa Twitter Indonesia

Gilang Oktaviana Putra oleh Gilang Oktaviana Putra
30 Mei 2020
A A
Andihiyat

Andihiyat Adalah Basnya Lini Masa Twitter Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian banyak selebtwit yang ada, Andihiyat sukses menarik perhatian saya. Cowok berambut gondrong ini sudah berada di daftar following saya selama dua tahun. Alasannya sederhana aja, sih, saya suka gaya dia main twitter. Andi di twitter itu santuy, cuek, adem-ayem, dia cuma fokus sama twitnya sendiri; kayak pemain bas dalam satu grup band. 

Menurut beberapa artikel di internet, Andi bilang dirinya mulai tenar gara-gara twitnya tahun 2018 lalu. Dalam twit itu dia nyuruh cowok-cowok berhenti DM dia. Waktu itu Andi pake foto profil yang sama seperti yang dia pake sekarang: rambut panjang, kepala nengok ke kanan, pake kacamata. Emang pantes dikira cewek sama banyak cowok, padahal kalau di klik fotonya, keliatan jelas kumis Andi tebel banget. Emang dasar otak fakboi, liat rambut panjang doang langsung DM. Wkwkwk. Twit iitu lalu viral dan jumlah follower Andi bertambah terus tiap hari.

ADVERTISEMENT

Dari kejadian ini, saya yakin bahwa Andi adalah bukti dari rezeki nggak mungkin tertukar. Mari kita renungkan sebentar, menurut data dari statista ada 20,9 juta orang Indonesia yang aktif main twitter tahun 2018 lalu. Kenapa harus Andi yang viral? Kan rambutnya gondrong… emang berapa banyak orang gondrong di twitter saat itu? Masa cuma Andi doang, sih? Kan nggak mungkin. Berarti emang udah rezekinya dia dapet duit dari twitter.

Sampai sekarang, follower Andi sudah 1,9 juta lebih, engagement-nya juga tinggi. Twit dia seminggu ke belakang, paling dikit diritwit 300 orang; di-like 1000 kali lebih; dan di-reply oleh 162 akun. Andi udah lolos dari ujian buru-buru buka twitter saat ada notif; dia juga udah nggak kaget lagi kalau mention tab-nya jebol. Nggak kaya klean-klean yang rame dikit langsung ngeluarin jurus “rame amat, gamau mutualan apa?” ckckck 

Engagement tinggi tentu nggak datang begitu saja, banyak akun kecil yang pansos pake twit a la a la selebtwit twit Andi yang relate banget sama kehidupan kita semua. Konten twitter cowok gondrong yang pengin nulis buku ini banyak diisi sama masalah receh manusia sehari-hari kayak galau kenapa main hp berjam-jam kuat, tapi sholat yang cuma lima menit males; atau curhat “iyain aja daripada debat nggak penting, nguras tenaga.” Ya yang gitu-gitu lah, persis rakyat jelata kayak klean pokoknya.

Andi juga nggak coba mengedukasi followersnya. Sepengetahuan saya, dia jarang banget ngingetin orang lain soal benar atau salah. Dia juga nggak menunjukan bahwa dia expert dalam bidang tertentu. Bahkan, dia nggak kritik pemerintah di twitter. Sama kayak netizen jelata lain yang bingung mau makan atau tidur pas lagi insomnia. Cuma rezekinya aja yang beda, sisanya sama aja. 

Bagusnya lagi, dia nggak pernah ribut sama orang lain; nggak pernah numpang tenar dari keributan-keributan yang muncul di lini masa. Nggak pernah di-spill juga sama cewek-cewek alter (eh, apa pernah tapi saya gatau?). Seperti yang saya bilang di awal tadi, Andi itu kalemnya udah kayak bassist. Dia nggak suka menarik perhatian seperti vokalis; nggak sekeren gitaris juga nggak seheboh drumer. 

Saya membayangkan, twit setiap selebtwit seperti suara alat musik yang ada di dalam grup band. Twit dari mereka yang mengedukasi followersnya adalah suara gitar; keras dan terdengar jelas sepanjang lagu. Lalu twit dari mereka yang mengajak followersnya lebih kritis soal isu-isu “berat” di negeri ini adalah vokalis; menonjol dan selalu menarik perhatian orang lain. Twit para pencari keributan adalah suara drum; paling heboh dan paling keras suaranya. Twit Andi yang jadi suara basnya; pelan dan tertutup suara alat musik yang lain.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Namun jangan salah, tugas utama bas—dalam sebuah band khususnya—adalah menjaga harmoni dan ritme musik. Saya pikir Andi juga berhasil menjaga keseimbangan lini masa twitter. Dia konsisten memberikan hiburan ke netizen biar nggak stress liat keributan gaje sama berita soal virus korona terus. Tapi ya gitu, namanya juga bas, butuh fokus lebih agar bisa terdengar suaranya. Artinya netizen juga harus fokus ke Andi kalau mau dapet hiburannya.

Sebenarnya kalau mau, Andi pasti bisa lebih “muncul” lagi. Menjadi selebtwit yang menggagas sebuah trending misalnya, seperti Mas Alit dengan birojomblo yang muncul saban weekend. Tapi Andi sepertinya lebih suka pop daripada daripada reggae, dia nggak suka suara bas yang kental dan terdengar jelas sampai bikin tubuh bergerak mengikuti musik. 

Ada satu hal lagi yang membuat saya yakin Andi adalah “bas” nya lini masa twitter Indonesia, yaitu kehadirannya yang saru. Saya pernah coba unfollow dia sekali—tahun kemarin kalau nggak salah—karena emang saya nggak pernah interaksi sama dia. Twit Andi cuma saya baca baca doang bahkan kadang di-skip. Buat apa saya follow dia terus, kan? Anehnya setelah saya unfollow dia, kok jadi ada yang hilang dari lini masa saya ._. 

Persis banget sama suara bas. Coba saja kamu hilangkan suara bas dari satu lagu—terserah mau lagu apa saja—pasti lagunya jadi sepi, ada yang kurang, nggak enak didengerin, bahkan bisa kehilangan “nyawanya”.

ADVERTISEMENT

Jadi sampai sekarang, meskipun nggak pernah berinteraksi saya masih follow dia. Heran juga, kok bisa kayak gini ya? 

Nah terakhir, siapa tahu nanti Andi baca tulisan ini, silahkan followback akun saya di sini, Ndi! wkwkwk.

BACA JUGA Dindasafay Adalah Bukti Kalau Orang Indonesia Punya Bakat Alami Buat Jadi Ahli dan tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2020 oleh

Tags: selebtwitTwitter
Gilang Oktaviana Putra

Gilang Oktaviana Putra

Penjaga toko buku daring di ige, suka ngoceh di twitter, dan pengin jadi kucing.

ArtikelTerkait

main twitter

8 Alasan Kenapa Orang Suka Main Twitter

16 September 2019
#EnakanDiIndonesia

Indonesia di Mata Netizen: #EnakanDiIndonesia

19 Agustus 2019
quarter life crisis

Quarter Life Crisis Ala Sobat Misqueen Twitter

25 September 2019
Revina VT dan Pendapat Influencer yang Sebaiknya Kita Abaikan body positivity fat acceptance terminal mojok.co

Revina VT dan Pendapat Influencer yang Sebaiknya Kita Abaikan

4 September 2020
twitter

Twitter itu (Sedikit) Menyebalkan

27 Juli 2019
rich brian

Kerja Sama Antara Gojek dengan Rich Brian dan Reaksi Para Warga Twitter

12 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh boso jonegoroan

Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh

11 Agustus 2026
Waiter kerap disepelekan, padahal kerja mereka begitu berat

Waiter kerap disepelekan, padahal kerja mereka begitu berat

12 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Ketahuilah, masalah KPR rumah bukan hanya soal bayar, tapi masih ada 5 masalah yang bakal bikin kamu stres

13 Agustus 2026
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.