Ngomongin tentang Coach Justin bareng Akun @txtdaricoachy – Terminal Mojok

Ngomongin tentang Coach Justin bareng Akun @txtdaricoachy

Artikel

Muhammad Ridwansyah

Jiwa wartawan di dalam diri saya sering menggebu-gebu kalau di Twitter ada sesuatu yang ramai diperbincangkan. Misalnya, saya penasaran soal kenapa pelayanan satpam BCA dianggap terbaik oleh netizen. Maka, saya bergegas mewawancarai satpam BCA.

Di Twitter juga, saya perhatikan, netizen lagi suka banget sama konten-konten di akun @tiktokjelek. Lalu, saya langsung menghubungi akun tersebut. Namun, karena admin akun @tiktokjelek belum membalas DM saya, sebagai gantinya saya ngobrol-ngobrol dulu bareng akun @txtdaricoachy.

Akun @txtdaricoachy tak kalah ramai diperbincangkan, khususnya bagi fans sepak bola. Sebab, twit-twit dari Coach Justin sering kali menuai kontroversi. Salah satu twit kontroversi beliau adalah soal crossing ke kerumunan yang menghasilkan gol tapi tidak dianggap assist. Terkait hal ini, pernah dibahas oleh Mas Gusti Aditya di sini. Lalu, soal formasi 4-4-2 yang sudah pasti diamond tapi malah gitu, deh.

Memang, jika saya perhatikan, twit-twit dari Coach Justin suka bikin keki. Apalagi pas Arsenal kalah dari Leicester City. Beliau dengan lancang ngetwit #ArtetaOut. Alasannya sederhana: gaya main Arsenal membosankan, katanya. Padahal mah, naon sih, Coach!

Jika Coach Justin membaca tulisan ini, lalu beliau ngeblock akun Twitter saya dan penggemar-penggemar kesayangannya menyerang saya, sikap saya akan tenang saja sebab masih punya banyak teman yang tidak suka terhadap beliau. Buktinya, follower akun @txtdaricoachy sudah tiga ribu lebih. Dan saya yakin follower akun ini kedepannya akan semakin bertambah seiring fans-fans bola sadar bahwa twit-twit beliau tidak masuk akal.

Sosok di balik akun @txtdaricoachy adalah Bung Kardus (nama samaran). Akun ini dikelola oleh lebih dari satu orang. Tujuan dibuatnya akun tersebut untuk sekadar lucu-lucuan saja. Kebetulan, kata Bung Kardus, banyak fans sepak bola yang sering kali resah dengan sudut pandang seorang “coach” yang begitu absurd. Daripada memaki-maki beliau sebab nanti kesannya tidak sopan, terlebih sudah berumur juga, mending dijadiin akun lucu-lucuan.

Bagi yang belum tahu arti “coach”, coach artinya pelatih. Nah, si Coach Justin ini selain berkarir sebagai pandit, ia tercatat pernah menjabat sebagai Pelatih Tim Futsal dan Direktur Timnas Futsal dalam periode lama. Pencapaiannya, silakan googling sendiri kalau kalian suka terhadap beliau, saya mah ogah!

Yang menyebalkan unik dari Coach Justin ini dan bikin dirinya dikenal fans sepak bola, ia kerap ngeblok pengguna Twitter lain. Kayaknya, satu-satunya akun centang biru yang banyak ngeblock orang, cuma Coach Justin doang. Kata Bung Kardus, banyak faktor yang bikin Coach Justin ngeblok seseorang, salah satunya karena beda pendapat. Halah, tidak demokratis sekali pandit yang satu ini.

Saya merasa risih terhadap Coach Justin kalau beliau sudah mlesetin klub-klub bola. Apalagi kalau sudah ngeluarin istilah-istilah yang menjurus ke ranah fisik. Sebab, bagi saya, perbuatan seperti itu kayak kekanak-kanakan gitu lah. Apa tidak ingat umur, Coach?

Tapi, mlesetin klub bola ala Coach Justin menurut Bung Kardus masih agak standar, sih. Contohnya, Liverpool jadi pool. Manchester United jadi emyu. Spurs jadi ayam sayur. Manchester City jadi siti. Kebiasaan Coach Justin mlesetin klub-klub bola barangkali ngerangkap jadi admin plesbol kali, ya.

Akan tetapi, justru istilah-istilah di luar klub bola yang sering beliau keluarkan dan bikin jijik. Sepanjang yang diketahui oleh Bung Kardus, ada beberapa istilah unik dari Coach Justin. Seperti, gol jatuh dari langit, miskin taktik, muka bengkoang, fans kardus dan lain-lain.

Saya bertanya kepada Bung Kardus, apakah istilah-istilah tersebut bisa dijelaskan satu-satu? Tidak usah lah, katanya. Tapi, karena Bung Kardus baik, ia hanya menjelaskan satu istilah saja yakni fans kardus. Dan istilah ini memang cukup populer.

Kata Bung Kardus, label fans kardus yang disematkan untuk seorang fans sepak bola, ini pokoknya semua yang berbeda pendapat dengan Coach Justin pasti dapet label tersebut. Dulu, pembahasan soal fans kardus ini pernah dibahas di kanal YouTube Box2box bareng Mas Pangeran Siahaan. Saya pribadi tidak begitu paham.

Nah, pertanyaan yang bikin saya penasaran adalah apakah akun @txtdaricoachy sudah diblok oleh Coach Justin. Dan saya pikir, ini menarik juga bagi yang belum tahu. Kata Bung Kardus, akun @txtdaricoachy sudah diblok. Tapi, yang ngeblock duluan justru Bung Kardus. Hebat!

Saat ini, Bung Kardus dan kawan-kawan meski akun @txtdaricoachy sudah ngeblok Coach Justin, mereka tetap dapet konten dari kiriman para followersnya. Sebab, meski banyak yang benci Coach Justin, mereka diam-diam ngefollow juga. Tapi, biasanya, orang kan diam-diam ngefollow seseorang atas dasar suka, eh ini mah atas dasar benci dan sekadar kebutuhan komedi. Kasian..

Tapi, dari tiga ribu follower akun @txtdaricoachy, ternyata banyak juga penggemar Coach Justin yang suka mampir untuk menyerang Bung Kardus dan kawan-kawan. Saat saya tanya alasannya karena apa, jawaban mereka hanya, ini saking militan banget penggemar Coach Justin sama tuannya. Woah!

Sebagai penutup, satu-satunya harapan Bung Kardus terkait dibuatnya akun @txtdaricoachy yaitu semoga Coach sadar bahwa sepak bola bukan hanya milik pendapat dirinya seorang. Terlebih, jangan begitu ekstrem lah terhadap sepak bola indah.

Jadi, bagaimana pendapat Coach Justin terkait penampilan Barcelona musim ini? Busquet bagus, lho. Kata Coach kan jelek. AAAH BLOCKK!

BACA JUGA Membahas Everton dan Rivalitas Derby Merseyside: Wawancara dengan @IndoEvertonian dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Baca Juga:  Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
13


Komentar

Comments are closed.