Mengenal Labral Tear, Cedera Bahu yang Dialami Suga BTS – Terminal Mojok

Mengenal Labral Tear, Cedera Bahu yang Dialami Suga BTS

Artikel

Avatar

Beberapa waktu lalu, penggemar K-pop dikejutkan dengan pernyataan yang dirilis Big Hit Entertainment. Agensi yang menaungi boygroup BTS itu mengumumkan kalau Suga BTS menjalani operasi bahu tanggal 3 November lalu.

Meskipun saya bukan ARMY, tapi saya sangat menggemari beberapa lagu BTS. Bahkan, Suga atau Agust D adalah rapper yang saya ikuti kariernya dan saya nikmati karya musiknya. Mixtape-nya yang bertajuk D2 seringkali jadi playlist saya saat harus mengetik panjang atau sekedar ingin mendengarkan lagu.

Berita menyedihkan tentang Suga itu spontan bikin hati saya mencelus. Bukan apa-apa, bayangin saja dia harus break dari semua agenda BTS untuk pemulihan pasca operasi. Nggak ikut serta promosi album BTS yang bakal keluar 20 November mendatang. Fakta Suga cedera-menahan rasa sakitnya selama ini-operasi-lalu hiatus sementara, menurut saya sangat “heartbreaking”, apalagi untuk para fans.

Agensinya menyatakan Suga mengalami apa yang disebut sebagai “posterior labral tear” atau robekan labral posterior. Nah, sebenernya penyakit apa sih ini? Kenapa Suga bisa kena cedera jenis ini? Dan kira-kira gimana nanti kelanjutan cerita recovery Suga?

Pada kasus Suga, labral tear termasuk penyakit yang melibatkan otot dan tulang bahu kirinya. Sendi bahu manusia termasuk sendi yang kompleks, range geraknya paling besar. Itulah kenapa kita bisa gerakin lengan kita ke segala arah, bahkan rotasi. Di sendi bahu ada tiga tulang penting: tulang lengan atas yang berbonggol, tulang belikat, dan tulang selangka. Di situ juga ada struktur-struktur lain ya kayak ligamen, otot, pembuluh darah, dan saraf.

Buat lebih gampangnya, coba kita bayangin bola golf yang ditaruh di atas tee (penyangga bola golf). Bola golf itu tadi ibarat bonggol tulang lengan atas. Sedangkan tee golf itu bagian tulang belikat. Labrum melapisi permukaan cekung tee golf tadi. Jadi normalnya, permukaan tulang lengan atas yang cembung “berikatan” dengan permukaan tulang belikat yang cekung.

Di sini, labrum nggak cuma melapisi. Tulang rawan ini juga berfungsi menstabilkan sendi bahu, pun tempat melekatnya ligamen dan tendon. Pada Suga, labrum ini mengalami robekan.

Robekan ini banyak kali macamnya. Salah satunya, posterior labral tear. Nah supaya nggak njlimet, kita bahas labral tear secara umum saja ya gaes.

Penyebab robekan ini sebenernya ada banyak. Bisa karena cedera aktivitas, gerakan angkat lengan di atas kepala (overhead), kelainan di struktur sekitar labrum, dan penuaan.

Masalah bahu Suga berawal dari kecelakaan saat pradebut. Pada 2012, dia kerja part time jadi delivery-man. Kecelakaan pun terjadi antara Suga yang lagi naik motor dan sebuah mobil. Unfortunately, kecelakaan ini mencederai bahu Suga.

Kalau bahas kecelakaan itu, mungkin ARMY udah pada sesenggukan. Kita tahu kalau pada awalnya, Suga nutupin kecelakaan itu karena takut kalau-kalau dia dikeluarin dari agensi. Pas masa belum debut pula. Eh tapinya, setelah tahu yang sebenernya, Big Hit justru membereskan masalah itu dan mendukung pemulihan Suga.

Memang nggak dijelaskan terperinci dislokasi bahu Suga terkait kecelakaan itu kena ke struktur apa aja, keparahannya seberapa. Bisa aja labrum udah kena, bisa juga belum.

Dislokasi bahu itu kemudian menjadi problem kesehatan kronis buat Suga. Robekan labrum bisa terjadi sejak awal Suga kecelakaan. Bisa juga akibat gerakan overhead yang berulang. Sebagai idol yang nggak bisa dipisahkan dari dance dan seabrek kegiatan, gerakan angkat tangan sampai atas kepala nggak terhindarkan. Gerakan ini juga udah pasti dilakukan berulang-ulang. Penari lain yang juga pernah mengalami labral tear adalah ballerina Talin Kenar.

Gerakan overhead ini juga sering terjadi pada atlet basket. Pebasket professional Anthony Davis pernah mengalami robekan labrum ini. Kalau kita bandingkan dengan Suga, kita tahu Suga juga seorang pebasket meskipun bukan profesional.

Labral tear ini bisa bikin nyeri dan keterbatasan gerak sendi bahu. Labrum yang fungsinya menstabilkan sendi, kalau robek otomatis bikin sendi jadi nggak stabil dan berkurang kekuatannya. Sebenernya nggak kebayang juga gimana Suga bisa menjalani aktivitasnya sebagai idol selama ini. That must be very hard. Hiks.

Biasanya, dokter bakal memastikan diagnosis labral tear pakai pemeriksaan penunjang kayak x-ray, CT arthrography, atau MRI. Kalau keparahannya masih ringan, biasanya treatment-nya dengan istirahat, obat-obatan, dan terapi fisik. Sebaliknya, kalau dokter yang menangani menilai perlu dilakukan operasi, maka dilakukanlah operasi.

Operasi ini selain mengatasi robekannya, juga bisa mencegah komplikasi yang nantinya bisa terjadi pada robekan labrum yang jenis posterior, yaitu kista paralabral. Intinya, kista ini bisa menekan saraf, bikin nyeri di bahu bagian belakang, dan juga melemahkan rotasi sendi bahu.

Pemulihan pascaoperasi labral tear tergantung banyak faktor. Tentu setelahnya, bakal ada rehabilitasi medik, yang mungkin bisa memakan waktu sampai beberapa bulan. Melatih sendi bahu sampai mendekati fungsi normalnya. Mari kita doakan supaya Suga bisa menjalani pemulihannya sebaik mungkin. Bisa kembali sehat dan beraktivitas bersama member BTS lainnya.

Stay strong, Min Yoon Gi.

Sumber gambar: Akun Twitter @soompi

BACA JUGA Seharusnya, Standar Penegak Hukum Itu kayak Nicholas Angel dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Baca Juga:  Pemilu Ulang? Duh, Jangan Sampai

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
14


Komentar

Comments are closed.