Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Seharusnya, Standar Penegak Hukum Itu kayak Nicholas Angel

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
16 September 2020
A A
nicholas angel hot fuzz polisi penegak hukum mojok

nicholas angel hot fuzz polisi penegak hukum mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya lumayan suka sama film bergenre comedy action. Biasanya saya menontonnya pas lagi pengin ketawa dan nyari hiburan lewat nonton film-film keren yang ada lawaknya. Film yang saya maksud adalah film-film Hollywood kayak Johnny English, Kingsman, dan Men in Black. Kadang saya juga menonton film dari Korea Selatan seperti Extreme Job atau Midnight Runner.

Nah, ada satu film com-action favorit saya dari masa ke masa, judulnya Hot Fuzz. Film ini termasuk film yang underrated. Padahal menurut saya film ini keren pol, porsi komedi dan action-nya bener-bener pas. Penggarapannya pun oke punya dan sama sekali nggak bikin bosen.

Film ini dirilis tahun 2007 dan disutradarai oleh Edgar Wright. Di film ini, tokoh utamanya adalah polisi berbakat bernama Nicholas Angel yang dipindahtugaskan dari London ke desa terpencil bernama Sandford.

Selama nonton film ini, saya terpana sama kemampuan Angel sebagai polisi. Kemudian bertanya-tanya, ada nggak ya polisi kayak dia di dunia nyata? Nah, poin apa aja sih yang bikin Nicholas Angel jadi penggambaran polisi keren di mata saya? Oya, saya sarankan kalian nonton dulu ya sebelum menengok list di bawah, soalnya mengandung spoiler~

Banjir prestasi

Film ini dibuka dengan scene yang cukup epik. Nicholas Angel yang diperankan Simon Pegg nunjukin ID card-nya ke kamera dan dimulailah pengenalan karakter si Angel. Angel lulus dari Universitas Canterbury dengan double degree: politik dan sosiologi. Angel lalu masuk ke akademi kepolisian. Kemampuan di lapangan dan teorinya sama-sama luar biasa. Selain itu, Angel juga dianugerahi berbagai penghargaan. Dia juga dijuluki polisi yang punya rate penangkapan paling tinggi di London.

Kritis kepada atasan

Nah, karena prestasi Angel bejibun banget, polisi-polisi lain pada iri. Atasannya memutuskan untuk memindahkan Angel ke sebuah desa bernama Sandford. Oleh karena keputusan ini terkesan tiba-tiba dan nggak beralasan, Angel pun protes ke atasannya. Awalnya, dia protes ke atasan langsungnya. Nggak puas dengan jawaban atasannya, Angel lalu bicara sama atasan yang lebih tinggi. Namun, ia juga nggak dapet jawaban yang memuaskan. Dan terakhir, dia ngomong sama atasan tertingginya, Inspektur Kepala. Di situlah Angel berhadapan dengan tiga atasan yang ternyata sama-sama pengin Angel hengkang dari London.

Angel melawan keputusan sepihak nggak beralasan dari ketiga atasannya dengan kata-kata yang keren:

“With respect, Sir, you can’t just make people disappear.”

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Sedihnya, Inspekturnya membalas setengah ngelawak, “Yes, I can, I’m the chief inspector.”

Punya integritas

Integritas Angel sebagai penegak hukum nggak perlu dipertanyakan lagi. Usai tiba di Sandford, Angel mampir ke pub kecil di tengah desa. Anehnya, pub itu dipenuhi sama anak remaja yang belum cukup umur buat minum alkohol. Angel yang tahu pelanggaran itu, langsung menyuruh para remaja keluar dari pub.

Si pemilik pub bilang bahwa ada alasan para remaja berkumpul di pub, yaitu supaya nggak bikin kenakalan di luar. Istilahnya, “for the greater good”. Angel yang sangat berintegritas nggak kemakan omongan si pemilik pub tadi dan justru membalas, “but the law is the law.”

Esoknya, Angel diapresiasi Inspektur Frank Butterman, atasannya di Kepolisian Sandford. Namun, apresiasi ini rupanya memiliki maksud lain. Frank menyuruh Angel sedikit lebih “santai”. Tapi, bisa kita lihat bahwa Angel selalu berpegang pada integritasnya.

“Aku mengakui antusias dan bakatmu yang tak sebanding denganku. Namun, ini bukanlah London.”

“Dengan hormat, Pak, letak geografis bukanlah faktor yang mempengaruhi penerapan hukum.”

Integritas Angel juga diperlihatkan dari caranya menolak sogokan. Seorang pengacara bernama Martin Blower berkendara dengan selingkuhannya menuju gladi resik pementasan drama. Sayangnya, Blower mengemudi melebihi batas kecepatan. Angel pun tanpa segan menilangnya. Begitu Angel balik ke kantor polisi, ia diberi hadiah tiket pertunjukan dramanya Blower sebagai bentuk “permohonan maaf”. Dengan tegas, Angel menolaknya dan bilang bahwa mereka tidak boleh menerima hadiah dari siapa pun.

Logika dan intuisi jalan bareng

Sandford digambarkan sebagai desa yang sederhana. Tingkat kriminalitasnya rendah banget sampai dianugerahi “Village of the Year” berkali-kali. Makanya, polisi-polisi Sandford cenderung berleha-leha. Makan cokelat pas jam kerja, malas-malasan, bahkan terkesan nggak mau memproses pelanggaran hukum yang menurut mereka sepele, misalnya “underage drinking” tadi.

Meski begitu, Angel tetap pada jati dirinya. Dihadapkan pada lingkungan baru yang sangat berbeda dengan dirinya, Angel tetap teliti dan waspada. Ia terbiasa tidak pernah menyepelekan sesuatu. Maka ketika ada kasus kematian Martin Blower dan selingkuhannya sekaligus anggota dewan lokal, Eve Drapper, Angel tetap memakai logika dalam analisisnya. Habis itu, muncul kasus-kasus lain yang menurut Angel semuanya berhubungan.

Namun, semua kasus itu dipandang lain oleh para polisi dan masyarakat Sandford sebagai “kecelakaan”. Mereka berpikir mana mungkin di desa setenteram Sandford ada pembunuh. Alhasil, Angel seolah kerja sendiri buat mengungkap kasus-kasus itu. Untungnya, ada partner polisinya, Danny yang diperankan Nick Frost, yang ikut ngebantu Angel.

Selain logika, Angel juga mendengarkan intuisi dari dalam dirinya. Hal itu tersirat dari dua scene berikut. Pertama, scene saat ia berkali-kali ketemu pengusaha supermarket, Simmon Skinner, di beberapa TKP dan saat mendengar omongan aneh Skinner. Kedua, scene saat ia berlari ke “tempat ketemuan” yang direncanakan sama jurnalis Tim Messenger, seolah takut kalau-kalau ada hal buruk menimpa Messenger –yang ternyata benar-benar terjadi.

Nicholas Angel memang cuma karakter di sebuah film. Namun, eksistensinya memberi penonton tentang apa arti menjadi penegak hukum. Tantangan demi tantangan ia hadapi dengan keseriusan dan moralitas yang tinggi. Setelah menamatkan film ini, saya kadang bertanya-tanya, apakah ada Nicholas Angel lainnya di negeri kita?

Sumber gambar: Akun Twitter @acnfilm

BACA JUGA 10 Desain Masker Anti Mainstream yang Mampu Menghalau Kesedihan dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2020 oleh

Tags: hot fuzzintegritaspenegak hukumpolisi
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

Polisi di Kampung Saya Nggak Kayak Inspektur Vijay di Film India terminal mojok.co

Polisi di Kampung Saya Nggak Kayak Inspektur Vijay di Film India

7 Januari 2021
Project Multatuli dan Hal-hal yang Nggak Mashook dari Twit Kepala Analis CCIC Polri terminal mojok.co

Project Multatuli dan Hal-hal yang Nggak Mashook dari Twit Kepala Analis CCIC Polri

13 Oktober 2021
Peluru Dibalas Tahi: Ketika Kekerasan Dibalas Kelembutan

Peluru Dibalas Tahi: Ketika Kekerasan Dibalas Kelembutan

31 Oktober 2019
Menanti Jogja Tanpa Knalpot Brong, Sampah yang Bikin Telinga Tersiksa bukit bintang jogja

Menanti Jogja Tanpa Knalpot Brong, Sampah yang Bikin Telinga Tersiksa

2 Januari 2024
Pengalaman Saya Saat Hendak Wawancara Polisi di Tengah Aksi terminal mojok.co

4 Hal yang Mungkin Terjadi Ketika Jadi Anggota Keluarga Polisi

8 November 2020
Pertigaan Lampu Merah Kletek Sidoarjo, Pertigaan Angker bagi Pengendara yang Tak Taat Peraturan Lalu Lintas

Pertigaan Lampu Merah Kletek Sidoarjo, Pertigaan Angker bagi Pengendara yang Tak Taat Peraturan Lalu Lintas

15 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.