Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mempertanyakan Polisi di Film India yang Hobi Telat Saat Tangkap Penjahat

Muhammad Adib Mawardi oleh Muhammad Adib Mawardi
19 Maret 2020
A A
Mempertanyakan Polisi di Film India yang Hobi Telat Saat Tangkap Penjahat
Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, saat saya masih di pesantren, saya begitu sering menonton film India. Film India merupakan film yang saya gemari selain Dragon Ball, Doraemon, dan Wiro Sableng. Bukti kecintaan saya pada film ini saya buktikan dengan selalu menyempatkan diri untuk menyaksikannya saat istirahat sekolah tiba bersama dengan kawan-kawan santri lainnya.

Alasan saya tertarik pada film India karena begitu kepincut dengan adegan pertempuran yang hampir tidak pernah absen dalam film-film India yang saya tonton. Memang, ada juga sih cerita yang dibumbui drama percintaan, atau bahkan murni kisah cinta-cintaan. Jika sudah demikian, biasanya saya abaikan, sebab yang saya tunggu-tunggu hanyalah adegan peperangan yang begitu seru dan menghipnotis.

ADVERTISEMENT

Menonton kisah pertempuran dalam film India merupakan momen istimewa untuk mengisi waktu santuy sambil mempelajari siasat bertarung, pelajaran maha penting bagi saya untuk modal bermain perang-perangan bersama kawan santri nanti ketika sudah berada di pondok. Kami selalu menambahkan pukulan tinju kami dengan sound mulut bak suara perkusi drum, ‘desshh, desshh, debh.’ Begitu dahsyatnya tinju kami. Persis seperti efek backsound tinju dalam film India yang kami tonton.

Ketika menonton film India ada beberapa kisah yang selalu mengganggu saya, sehingga jalan ceritanya saya anggap menjadi kurang menarik.

Pertama, saat pemeran utama dihujani fitnah oleh pemeran antagonis. Sehingga ia masuk dalam bui sebagai pesakitan tanpa kesalahan apa-apa. Sungguh tuduhan yang begitu keji dan tak berdasar. Begitu bodohnya pula orang yang memercayainya! Namun, biasanya hal ini masih dapat saya toleransi sebab ending-nya tokoh utama akan keluar dari jail dan berkesempatan untuk membalas dendam pada orang yang menjebloskannya ke penjara. Perkara masuk bui lagi nantinya, itu soal belakangan, yang penting hajaaarrr dulu!

Kedua, hal yang paling saya tidak sukai dari film India adalah peristiwa polisi film India yang hobi datang terlambat saat menangkap penjahat. Selalu saja kita disuguhi adegan, sehabis pemeran utama puas menghajar penjahat hingga babak belur, baru kemudian polisi datang. Walhasil dengan mudahnya mereka memborgoli penjahat itu satu per satu. Entah itu karena alasan mereka sedang menyiapkan berkas penangkapan atau macet di tengah jalan. Alasan mereka sungguh ramashoook.

Kekonyolan polisi film India tidak hanya dapat kita temukan dalam film dewasa, ia juga hadir pada tayangan film anak-anak, Shiva. Di serial kartun ini kita disuguhi sosok bernama Inspektur Ladu Shing yang selalu berkelakar di depan warganya, “50 mil dari sini begitu nama Ladu Shing disebut penjahat pasti akan lari terbirit-birit.” Namun gantian penjahatnya muncul, ia selalu ciut nyali, bertindak bodoh, dan merengek pertolongan pada Shiva.

Sejak kehadiran Inspektur Ladu Shing saya menjadi terhibur oleh kelakuan polisi-polisi koplak macam dia. Cerita polisi dalam film-film India yang sering berbuat konyol lantas menggiring angan-angan saya pada pertanyaan, “Apakah memang sudah sewajarnya polisi selalu bersikap konyol seperti yang pak Ladu Shing lakukan?” Itu kan di film India. Saya tidak tahu realitasnya sebab tidak pernah meneliti.

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

4 Rekomendasi Film India Penuh Plot Twist Sambil Nunggu 3 Idiots 2 Tayang

Kehadiran polisi film India yang selalu terlambat di TKP pun juga membersitkan pertanyaan dalam benak saya: Apakah itu wujud satire untuk para penegak hukum di negeri mereka dalam kemasan sebuah film? Atau ada pesan yang ditujukan kepada siapa saja, “Hendaknya kalian jangan sampai terlambat berbuat kebaikan, jika tidak ingin bernasib konyol seperti polisi dalam film kami.”

Setiap penyakit pasti ada penawarnya. Demikian juga untuk kekonyolan polisi dalam film India. Mereka masih bisa bergembira sebab masih punya polisi teladan macam Inspektur Vijay, sosok polisi gagah berani yang biasa diperankan oleh Amitabh Bachchan dan Akshay Kumar. Mereka adalah karakter polisi yang begitu digdaya dalam imajinasi saya. Bahkan gegara melihat keperkasaan mereka, saya pernah berambisi untuk menjadi seorang polisi.

Bukti kehebatan Inspektur Vijay adalah keberaniannya menghajar kumpulan penjahat dengan sedirian. Ia lebih jago dari para Cowboy Amerika yang menggantungkan hidup mati mereka pada pucuk senapan. Kemampuan tempurnya yang luar biasa hebat ketika memegang senjata maupun bertangan kosong mungkin hanya dapat ditandingi oleh pendekar sekelas Wiro Sableng dalam versi kolosal.

Bagaimanapun, Inspektur Vijay adalah figur penegak keadilan yang berani beraksi sendiri. Tidak perlu main keroyokan, sebab ia sudah begitu digdaya. Kekuatan dan idealismenya dalam menegakkan keadilan tak terbeli oleh materialisme yang ia anggap bagai debu di ujung helai kumisnya. Barangkali itu lah rahasia kedigdayaan polisi adhi luhung itu, berani memincingkan mata pada materialisme dunia.

Kalau Anda lebih suka yang mana?

BACA JUGA Melihat Bagaimana Diskriminasi Melahirkan Konflik Muslim dan Hindu di India atau tulisan Muhammad Adib Mawardi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2020 oleh

Tags: film indiainspektur vijaypolisishiva
Muhammad Adib Mawardi

Muhammad Adib Mawardi

Pedagang yang suka nulis.

ArtikelTerkait

satpol PP, polisi

Pengalaman Jadi Satpol PP: Dianggap Penindas Rakyat Sampai Diancam Dibunuh

25 Juni 2020
Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

27 Februari 2025
Aparat Penegak Hukum Harusnya Cinta Damai, Bukan Memukul Rakyat yang Sedang Aksi!

Aparat Penegak Hukum Harusnya Cinta Damai, Bukan Memukul Rakyat yang Sedang Aksi!

27 Agustus 2024
Pak Polisi, Apakah Demonstran Juga Harus Belajar Jurus Smackdown? terminal mojok.co

Pak Polisi, Apakah Demonstran Juga Harus Belajar Jurus Smackdown?

14 Oktober 2021
aksi

Pak, Kita Mau Aksi Bukan Mau Perang Sama Polisi

25 September 2019
Saya Pendemo yang Usai Demonstrasi, Pulang ke Rumah Seorang Polisi terminal mojok.co

Saya Pendemo yang Usai Demonstrasi, Pulang ke Rumah Seorang Polisi

10 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi Hingga Minimnya Kawasan Industri  

Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi hingga Minimnya Kawasan Industri  

29 Juni 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

3 Pengalaman Menyebalkan yang Pasti Terjadi di KKN, Begini Cara Mengatasinya biar Tetap Waras

1 Juli 2026
3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang Mojok.co

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang

5 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan Mojok.co

Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan

2 Juli 2026
Lulusan S2 Jadi Beban, Kerap Dianggap Overqualified padahal Cuma Ingin Kerja demi Menyambung Hidup Terminal

Lulusan S2 Jadi Beban, Kerap Dianggap Overqualified padahal Cuma Ingin Kerja demi Menyambung Hidup 

4 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.