ARMY Bukan Cuma Fans BTS, tapi Juga Pegiat Pendidikan – Terminal Mojok

ARMY Bukan Cuma Fans BTS, tapi Juga Pegiat Pendidikan

Featured

Stereotip masyarakat, terutama netizen kepada ARMY kebanyakan buruk. Baca nama “ARMY” saja langsung terbayang imajinasi penggemar garis keras yang haus akan ketampanan idolanya. ARMY kadang juga disamakan dengan netizen tukang rusuh bermental tempe yang bersembunyi di balik ava Korea.

Jujur saja saya jengah membaca komentar pedas yang dilayangkan buat keluarga saya yang satu ini. Apa pun kejadiannya, yang disalahkan adalah ARMY. Saya memang tidak menampik fakta bahwa populasi ARMY yang seraksasa ini masih diselubungi oleh bocil, fans maha benar, dan fans fanatik-obsesif. Akan tetapi, mbok ya, jangan digeneralisasi kalau semua ARMY seperti itu. Ada jutaan ARMY lain yang punya banyak sisi positif dan lebih pantas buat dikasih perhatian.

Tahun ini ARMY genap berusia 7 tahun, seumuran dengan idolanya, yaitu BTS. Tujuh tahun yang penuh perjuangan dengan derai air mata, tetesan darah, dan cucuran keringat ini membuat kami jauh lebih dewasa. Sekarang ARMY nggak cuma fokus naikin chart lagu, nambahin views, voting, atau bikin story sana-sini kalau ada anggota BTS yang update di Twitter. ARMY sudah melebarkan sayapnya untuk berkontribusi di masyarakat, terutama di bidang pedagogi.

Saya merangkum beberapa akun Twitter yang bertujuan membagikan pengetahuan kepada ARMY. Jangan salah, lho, rupanya banyak ARMY berpendidikan tinggi yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya ARMY di luar sana, seperti berikut ini.

#1 Publikasi jurnal ilmiah

Saya bener-bener kaget waktu tau fakta ini. Hari itu saya baru saja bikin akun Twitter baru untuk nge-vote BTS di PCA. Pas lagi scroll timeline, salah satu mutual saya menyukai sebuah cuitan dari akun yang asing bagi saya. Sudah ava-nya bukan BTS, display name juga nggak ada unsur-unsur BTS-nya, bahasa cuitannya ilmiah banget pula. Berbekal rasa penasaran saya pun mulai menjelajahi akun bernama Rhizomatic Revolution Review itu.

Bio Twitter R3 Journal ini saja sudah cukup membuat saya terpukau. Jurnal open-access ini berfokus pada seni, ekonomi, dan sosiokultural yang berkaitan sama BTS serta ARMY. Nggak cuma publikasi jurnal, R3 Journal juga beberapa kali mewawancarai pada akademisi dan peneliti. Kerennya lagi, mereka sudah merilis kompilasi jurnal pertama (first issue) pada Oktober ini.

Saya juga menyempatkan diri untuk menelusuri website resmi R3 dan ternyata tim peer-reviewer di baliknya adalah ARMY yang sudah bergelar master hingga doktor! Buat kalian yang lagi skripsian dan ambil topik BTS ARMY, bisa banget nih dijadiin referensi. Kalian juga bisa banget, lho, nerbitin artikel jurnal karya kalian di sini. Mantap, kan?

#2 Les anti bosen

Siapa bilang ARMY kerjaannya cuma mantengin BTS dan nggak punya prestasi personal? Di Army Academy dan Army Learning Center kalian bakal nemuin banyak ARMY cerdas dan berbakat dari seluruh dunia. Army dari berbagai latar belakang pendidikan di sini memberikan fasilitas tutor gratis buat ARMY lain yang membutuhkan bimbingan akademik. Prinsipnya kurang lebih “dari ARMY, untuk ARMY” gitu, deh.

Pilihan mata pelajarannya pun banyak banget. AA mengklaim kalau mereka punya lebih dari 20 mapel yang ditawarkan. Kalian tinggal pilih mapel yang kurang kalian kuasai, ikuti akun Twitter-nya biar nggak ketinggalan waktu pendaftaran les, terus daftar deh. Layanan tutor ini juga nggak ada batasan jumlah siswa dan opsi bahasa yang tersedia pun banyak. Bagi kalian ARMY yang udah kuliah juga boleh daftar kok.

#3 Males konsultasi jurusan ke BK? Sini, sama ARMY juga bisa

Ternyata selain menyediakan fasilitas les, AA juga punya program “ARMY Road to College”. Agenda ini diperuntukkan buat ARMY yang lagi persiapan mau daftar universitas. Di sini kita bisa belajar lebih banyak tentang jurusan kuliah yang pengin kita tuju, cara menulis esai dan resume yang perfek, sampai isu-isu terkini di tingkat universitas.

Sama seperti layanan tutor, ARMY Road to College juga mengundang banyak ARMY dari berbagai negara untuk menceritakan pengalamannya kuliah di prodi tempat mereka menuntut ilmu sekarang ini. Jadi, selain membantu akademik, AA juga siap mendampingi ARMY untuk merencanakan masa depan mereka. Kesempatan yang bagus banget, kan?

#4 Jadi raja dan ratu dapur

Rasanya tidak afdal kalau hanya menyebutkan kontribusi ARMY di pengetahuan formal. Rupanya ada pula ARMY yang mengajarkan cara memasak, nih! BTSARMY Kitchen banyak mewartakan makanan-makanan yang pernah dikonsumsi oleh BTS melalui tagar #WhatBTSAte. Informasi seputar metode memasak yang benar dan memilih bahan dalam kondisi baik juga nggak lupa mereka bagikan.

Nggak semua resep di sini isinya makanan Korea yang udah dimakan BTS aja. Koki-koki di balik akun BTSARMY Kitchen nggak jarang membuat resep asli kreasi mereka sendiri. Tata cara memasaknya juga dibuat sesederhana mungkin biar yang baru belajar memasak bisa ngikutin. Bisa banget nih belajar di sini sebelum rewang ke hajatan tetangga.

Jangan khawatir kalau menunya menggunakan bahan-bahan yang diharamkan bagi umat Islam karena mereka juga memberikan alternatif bahan pengganti di utas resepnya. Hal yang sama juga diterapkan kok buat yang vegan atau punya alergi. Enak belajar masak di sini kan, daripada harus les masak yang biayanya seharga motor. Hehehe.

Nggak nyangka kan kalau ternyata ARMY pada pinter-pinter dan nggak pelit ngebagiin ilmunya. Sebenarnya masih banyak lagi partisipasi ARMY dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4. Jadi, jangan lagi berpikir kalau ARMY isinya hanya sekelompok fans tanpa masa depan, ya? Nyatanya kesayangan BTS yang satu ini penuh dengan ahli dalam bidang studinya masing-masing.

BACA JUGA Bukan Cocoklogi Illuminati, Inilah Penyebab BTS Bisa Sangat Populer dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Baca Juga:  3 Tips Menghindari Kerugian Belanja di Minimarket dari Mantan Pegawainya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.