Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Suka Tidak Suka, Zinedine Zidane Memang Pelatih yang Miskin Taktik

Fajar Hikmatiar oleh Fajar Hikmatiar
19 Oktober 2020
A A
zinedine zidane hengkang real madrid mojok

zinedine zidane real madrid mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini, kritikan cukup kencang berhembus pada sosok Zinedine Zidane. Sebagian besar kritikus–yang banyak di antaranya merupakan Madridista–mengatakan bahwa Zidane adalah pelatih beruntung yang miskin taktik. Agak sedikit aneh memang, mengingat Zidane adalah pelatih yang berhasil menjuarai tiga gelar Liga Champions beruntun. Tapi, kok, masih ada yang kontra dengan taktik Zidane ya?

Bukan tanpa alasan memang, kritikan ini disinyalir bermula dari pola permainan Madrid yang monoton dan sudah mulai bisa ditebak. Ini bisa dilihat dari setiap pertandingan bahwa alur serangan Madrid begitu-begitu saja dan kerap kesulitan membongkar pertahanan lawan. Zinedine Zidane hanya memainkan komposisi pemain dengan segala macam utak-atik formasi yang acap kali tidak berguna.

ADVERTISEMENT

Bagi pihak yang pro, Zinedine Zidane tetap dianggap dewa yang sukses menjelma menjadi pelatih top di dunia. Raihan berbagai macam trofi–termasuk hattrick UCL–dari dua periode kepelatihannya di Madrid adalah bukti. Tapi, nyatanya, kita tidak menafikan fakta bahwa sejak awal, Zidane mewarisi skuat bintang lima.

Salah satu hal yang dianggap sakral dari Zinedine Zidane adalah kemampuannya menjadi seorang motivator yang ulung. Zidane terkenal bisa mengatasi berbagai macam krisis di ruang ganti Madrid. Hampir tidak ada isu tak sedap yang muncul dari internal tim di era kepelatihan Zidane.

Walaupun punya skuat mewah, tapi Zidane datang ketika Madrid sedang dalam periode buruk. Pada 2016, Madrid sedang hancur lebur di era Rafa Benitez. Kemudian Zidane didapuk mengisi kursi pelatih yang kosong setelah Benitez dipecat. Dengan berbagai macam trofi yang diraih, Zidane terhitung sukses di periode ini.

Lalu setelah Zinedine Zidane mengundurkan diri pada akhir Mei 2018, Madrid menunjuk Julen Lopetegui sebagai pelatih. Ini adalah masa transisi setelah hengkangnya Cristiano Ronaldo ke Juventus. Dan benar saja, Madrid hancur di tangan Lope. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut hanya bertahan empat bulan sebelum akhirnya digantikan oleh Santiago Solari.

Madrid saat era Solari pun tidak lebih baik. Setelah disingkirkan Ajax Amsterdam di 16 besar Liga Champions, Solari dipecat setelah hanya menjabat kurang lebih lima bulan saja. Dan Madrid, berhasil merayu Zidane untuk kembali mengambil alih kendali tim.

Kembalinya Zidane disambut baik oleh banyak penggemar. Zidane berhasil memperbaiki kondisi ruang ganti dengan menyatukan berbagai macam ego dari tim yang bertabur pemain bintang. Ini adalah suatu kemampuan khusus dan menjadi sebuah kelebihan yang dimiliki Zidane. Kita tahu, di Madrid, kerap ada seorang pemain yang berselisih dengan pelatih. Tapi, dengan nama besar dan karismanya, Zidane mampu meredam hal tersebut.

Baca Juga:

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

Namun, ternyata, hal inilah yang luput dari pengamatan penggemar. Kesuksesan Zidane berasal dari keharmonisan tim yang ia bangun, ditambah skuat mewah dengan Cristiano Ronaldo berada di dalamnya. Zidane tidak punya suatu pendekatan taktis yang secara khusus identik dengannya. Selayaknya Juergen Klopp dengan gegenpressing-nya atau Pep Guardiola dengan tiki-taka yang melegenda.

Menjadi sebuah masalah apabila seorang Zidane tidak mempunyai skema taktis yang tetap. Lihat saja bagaimana kini Zidane kesulitan mencetak gol karena tidak ada pemain tumpuan di lini depan. Zidane yang dulu, kerap mengarahkan serangan agar tertuju pada Ronaldo. Membiarkan Benzema membuka ruang agar Ronaldo lebih leluasa menerima umpan kreatif dari lini tengah.

Tapi, kini Zidane seakan saklek dengan pola permainan seperti itu. Dia seperti tidak menyesuaikan keadaan dengan tidak adanya seorang Cristiano Ronaldo di dalam tim. Tidak ada perubahan berarti dari formasi yang ia terapkan. Ia kini bertumpu pada sosok Karim Benzema yang sebetulnya bukanlah tipe striker murni. Benzema bukan seorang target man yang bisa jadi tujuan akhir dari sebuah serangan. Benzema adalah tipe pemain false nine yang bertugas membuka ruang atau menjadi pemantul bola ke pemain lainnya. Saya juga tidak mengerti kenapa, tapi sepertinya Zidane alpa terhadap hal ini.

Hal ini pula yang membuat banyak orang menjadi suudzon pada Zidane. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki Benzema, Zidane selalu memainkannya sebagai pemain inti. Inilah yang menjadi anggap Zidane terlalu menganakemaskan Karim Benzema. Mentang-mentang sama-sama dari Perancis, bikin nepotisme seenaknya.

Kritikan yang menyoal pada Benzema ini bermuara pada permainannya yang selalu repot turun ke belakang menjemput bola, sehingga kerap menyabotase area kreatif Toni Kroos dan Luka Modric di lini tengah. Ketika suplai bola telah dialirkan ke depan, Benzema selalu tidak dalam posisi. Entah itu melebar, atau bahkan berada di garis kedua. Apalagi, diperparah dengan Benzema yang sering membuang peluang yang seharusnya menjadi gol.

Kekalahan melawan tim promosi, Cadiz CF, di kandang sendiri pada Sabtu malam (17/10) juga menguatkan argumen Zidane adalah pelatih yang miskin taktik. Melihat bagaimana pergantian pemain yang sia-sia, alur bola yang hanya muter-muter di depan kotak penalti lawan, skema umpan terobosan yang hanya membuahkan offside, dan banyak lagi kejadian lainnya yang membuat Madridista kesal sendiri melihatnya.

Melihat fakta-fakta tersebut, saya setuju dengan argumen Zidane adalah pelatih yang miskin taktik. Segala kesuksesan yang sebelumnya ia raih tidak lebih dari hoki semata. Mungkin rada gimana gitu kalau saya mengatakan ini sekarang. Tapi, mohon maaf nih, kalau taktik njenengan pol mentok memasang Lord Vazquez dan Benzema, Papa Perez bisa habis kesabaran loh.

Sumber gambar: Akun Twitter @realmadriden

BACA JUGA Pemain Naturalisasi: Ketika Jadi Tuan Rumah Pildun, tapi yang Main Bukan Orang Indonesia dan tulisan Fajar Hikmatiar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2020 oleh

Tags: real madridZinedine Zidane
Fajar Hikmatiar

Fajar Hikmatiar

Cuma mas-mas biasa yang hobi banget nonton bola.

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung Liverpool: Apa pun Hasilnya, Tetaplah Jatuh Cinta

Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung Liverpool: Apa pun Hasilnya, Tetaplah Jatuh Cinta

21 Mei 2022
eden hazard carlo ancelotti luis enrique david alaba vinicius junior real madrid vs chelsea mojok

Eden Hazard Diburu Waktu

29 Oktober 2021
mo salah real madrid seto nurdiantoro Liverpool manchester united manchester city mojok.co

Liverpool Bakal Menang Mudah Melawan Real Madrid? Ah, Nggak Juga

22 Maret 2021
Casemiro, Bukti Bahwa Dunia Tak Berputar Mengelilingi Inggris

Casemiro, Bukti bahwa Dunia Tak Berputar Mengelilingi Inggris

28 Februari 2023
Prediksi Juara Liga Champions Pilihan Pendengar Musik Berdasarkan Band Idolanya MOJOK.CO

Prediksi Juara Liga Champions dari Nasida Ria yang Ditolak Kufaku: Sebuah Drama

2 Agustus 2020
Lebih Baik Nonton Eri Pras Live di TikTok ketimbang Nonton Real Madrid, Bikin Sakit Hati doang!

Lebih Baik Nonton Eri Pras Live di TikTok ketimbang Nonton Real Madrid, Bikin Sakit Hati doang!

6 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.