Menjadi Pendengar yang Baik Saat Pasangan Bercerita Soal KPop – Terminal Mojok

Menjadi Pendengar yang Baik Saat Pasangan Bercerita Soal KPop

Sejujurnya, saya terkadang masih sulit menyembunyikan ekspresi bosan saat mendengar cerita yang kurang ingin saya dengar—apalagi soal KPop.

Artikel

Seto Wicaksono

Sebagai seorang suami yang sudah berjanji untuk memberi nafkah lahir dan batin saat mengucap ijab kabul, rasanya itu juga sudah satu paket dengan menjadi tempat bercerita segala keluh kesah pasangan dalam menjalani kesehariannya. Maka sudah sepatutnya menjadi pasangan yang baik tandanya juga harus siap menjadi pendengar yang baik—bagi pasangan.

Seharusnya, menjadi pendengar yang baik tidaklah sulit, cukup mendengarkan dan fokus terhadap apa yang diceritakan lalu memberi respon saat dibutuhkan. Kira-kira teori sederhananya seperti itu. Namun, pada praktiknya justru seringkali saya menemui kendala—biasanya merasa capek karena seharian sudah bekerja dan menghadapi macetnya jalanan ibu kota.

Capeknya sih sudah biasa, kemudian yang di luar kebiasaan dan seringkali sulit untuk dikontrol adalah sewaktu saya mendengar cerita yang bagi saya kurang menarik, bisa jadi karena hanya sekadar gosip, hal yang saya kurang minati, atau bahkan tentang KPop. Sejujurnya, saya terkadang masih sulit menyembunyikan ekspresi bosan saat mendengar cerita yang kurang ingin saya dengar—apalagi soal KPop.

Hampir setiap hari sesampainya saya di rumah bahasannya KPop. Saat jalan-jalan yang dibahas KPop. Lagu yang didengar di rumah pun ketika dalam perjalanan K-Pop lagi. Hadeeh. Terkadang saya jadi ingin kembali mendengarkan lagu Dewa 19, Sheila on 7, Padi, Ungu, dan band yang seangkatan agar kuping mendapat suara yang “berwarna” selain dari KPop. Terlebih yang dibahas lagi-lagi soal BTS. Lagu barunya, personilnya, penampilannya, semuanya.

Karena pasangan saya bisa menyanyi dan suaranya—menurut saya—bagus, karokean setiap hari di rumah makin menjadi-jadi. Walau tanpa mic, suaranya betul-betul seperti memenuhi seisi rumah. Dengan menceritakan tentang KPop tiap kali saya pulang bekerja, dia sampai mengusung misi agar saya juga tertarik pada KPop.

Baca Juga:  Urusan Ranjang Orang Bukan Untuk Dikenang

Pikir saya kala itu, mana mungkin dia—pasangan saya—bisa membuat saya sampai dengan menyukai KPop khususnya BTS. Apalagi sampai mencari tahu tentang infonya, gosipnya, sampai dan kesehariannya. Sampai akhirnya saya mendengar lagu BTS yang berjudul Dope dan saya mulai menyukai lagu tersebut.

Lalu saya dicekoki lagi dengan beberapa lagu tambahan dari BTS seperti Fire, Not Today, Run, Anpanman, dan Spring Day. Untuk Fake love sih sejujurnya saya kurang suka. Boy With Luv dan Idol masih jarang saya dengar. Khusus untuk Spring Day, hampir setiap hari saya dengar karena entah kenapa memanjakan gendang telinga.

Akhirnya sampai dengan saat ini—meski belum menjadi Army garis keras—saya terbiasa mendengar celotehan pasangan mengenai KPop selain BTS. Soal kasus beberapa personil Big Bang yang terlibat narkoba pun sempat saya ikuti—lebih tepatnya diceritakan oleh pasangan saya. Untungnya, personil Big Bang kesayangannya, Taeyang, sampai dengan saat ini belum ada info atau gosip yang kurang mengenakan. Semoga tidak ada, jika tidak entah apa respon pasangan saya, entah sedih atau bahkan bisa jadi murka karena kecewa.

Ya, sebegitunya dia menghayati idola KPopnya. Belum lagi jika dia bercerita bagaimana modisnya para personil BTS saat mengenakan busananya ditambah dengan parasnya yang memang terbilang mumpuni. Untuk saya yang memiliki paras orang Indonesia dengan kulit sawo matang, rasanya jauh perbandingannya. Beruntung, saya tidak diminta bergaya seperti mereka. Bukannya tidak mau, tapi rasanya betul-betul tidak pas dengan badan saya secara keseluruhan.

Dari kejadian itu pun saya menyadari, kalau pun pasangan kita betul-betul mengikuti perkembangan dan menyukai KPop bukan berarti kita sebagai lelaki—pasangannya—diminta juga untuk mengikuti gaya idola mereka. Sebagaimana para lelaki menyukai JKT48 atau girlband lain—bahkan model pada suatu majalah sekali pun—para wanita pun saya pikir berhak menyukai KPop dengan segala antusiasmenya.

Baca Juga:  Alih-Alih Jadi Pejuang Cinta, Nggombal Pakai Kalimat yang Menye-Menye Itu Menjijikkan, Mas!

Dan salah satu tugas saya sebagai pasangannya adalah menjadi pendengar setia dari segala ceritanya. Entah tentang keluh kesahnya, kesehariannya, drama korea sampai dengan gosip tentang dunia per-KPop-an sekali pun.

Lalu, sepertinya sebentar lagi saya harus mempersiapkan kedua telinga dan ekspresi antusias saya dalam mendengarkan pasangan bercerita tentang bagaimana kisah cinta Song Joong Ki dan Song Hye Kyo dari mulai kali pertama bertemu sampai dengan ada isu akan berpisah. Sepertinya sebelum tidur nanti akan menjadi malam yang panjang untuk bercerita dan mengetaui gosip terkini tentang artis Korea.

Nae anaeui jeongsin!

---
538 kali dilihat

1

Komentar

Comments are closed.