Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
26 Mei 2026
A A
Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain Mojok.co

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandungan Semarang tengah naik daun. Bagaimana tidak, pengembangan wisata di sana sedang digencarkan. Lebih dari itu, kecamatan yang terletak 16 km dari ibukota Kabupaten Semarang, Ungaran, ini memang indah. 

Bagi kalian yang belum pernah ke Bandungan sini saya beri sedikit gambaran. Bandungan terletak di lereng Gunung Ungaran. Sejak zaman kolonial kawasan ini memang sudah terkenal sebagai objek wisata pegunungan bagi warga dari kota-kota sekitarnya. Tidak heran kalau di Bandungan terdapat banyak losmen, hotel, hongga villa. 

Sayangnya, stigma yang melekat pada daerah ini begitu kuat. Jadi, mau Bandungan berkembang bagaimana pun, citra yang melekat pada kawasan ini masih saja negatif. Sejak dahulu hingga detik ini masih banyak yang menganggap Bandungan Semarang sekadar “tempat begituan”.

Sulit dimungkiri, prostitusi memang sudah jadi bagian atau sejarah Bandungan. Homestay atau hotel-hotel kecil di pinggir jalan adalah saksinya. Akan tetapi, Bandungan sebenarnya lebih dari itu.

Sayangnya justru “tempat begituan” yang lebih melekat di benak pendatang dan wisatawan. Ujung-ujungnya, bercandaan yang menyerempet tempat ini bermunculan. Misal, pertanyaan bercanda “tempat yang paling rame di mana ya?” 

Sekilas kalimat itu terdengar biasa saja. Namun, pertanyaan itu bisa diterima berbeda oleh warlok Bandungan. Bagaimana tidak, mereka sudah terlalu sering mendengarnya. Sekali atau dua kali sih nggak apa-apa ya, tapi kalau mendengarnya berulang kali, warlok muak juga.

Situasinya mirip dengan orang mampir Jogja, pertama kali menginjakan kaki di Tugu lalu berkelakar soal tempat prostitusi Pasar Kembang atau Sarkem. Sekali dua kali mendengarnya mungkin masih lucu. Namun, kalau sudah berkali-kali ya kesal juga. Seolah-olah daerah tempat tinggal mereka cuma tempat esek-esek. 

Baca juga Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh.

Baca Juga:

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Wisatawan Bandungan Semarang yang nggak peka itu bikin kesal 

Ada hal lain yang bikin warlok emosi yakni wisatawan atau pendatang yang nggak peka. Asal tahu saja, pemandangan berupa perkebunan sayur dan bunga menghiasi jalanan-jalan di Bandungan. Wisatawan yang peka pasti akan menikmati pemandangan itu dengan penuh etika. 

Sayangnya, tidak semua wisatawan ternyata bisa mikir dan peka. Tidak sedikit dari mereka kemudian foto-foto di tengah kebun hingga merusak sayur maupun bunga. Padahal, sayur dan bunga tersebut adalah sumber penghasilan bagi petani yang menanam. 

Hal lain yang bikin kesal adalah pendatang atau wisatawan yang suka pegang-pegang barang dagangan di pasar bunga. 

Jadi, Bandungan Semarang itu terkenal akan pasar bunganya. Setiap pagi selalu ada bunga fresh yang dijual di sana. Ada banyak sekali jenis bunganya dan cantik-cantik. Saking senangnya, kadang wisatawan terlalu lama memilihnya bahkan sampai dipegang-pegang dan bikin layu. Ini adalah hal yang bikin penjualnya geram. 

Bandungan Semarang memang punya daya tarik yang luar biasa sebagai kawasan wisata. Tentu sebagai tempat dengan potensi besar dengan arah pengembangan ke wisata, kelakuan-kelakuan aneh wisatawan sulit terhindarkan. 

Akan tetapi, alangkah lebih baik kalau wisatawan atau pendatang lebih peka, sementara warlok atau pengelola daerah setempat juga lebih aktif menyuarakan keinginan atau kehendak mereka dengan tak lelah-lelahnya memberikan edukasi ke pendatang dan wisatawan. 

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Dulu Pengin Segera Kabur dari Semarang, Kota yang Nanggung dan Membosankan, kini Selalu Kangen Setelah Kerja di Jakarta.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2026 oleh

Tags: bandunganBandungan SemarangKabupaten Semarangkecamatan bandunganprostitusiSemarangwisata bandungan
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

4 Tempat Wisata yang Sebaiknya Dihindari di Semarang selama Libur Akhir Tahun

4 Tempat Wisata yang Sebaiknya Dihindari di Semarang selama Libur Akhir Tahun

15 Desember 2024
Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Cocok Hidup di Daerah Ini Mojok.co surabaya

Bagi Mahasiswa Asal Surabaya yang Merantau ke Kediri, Catat 3 Hal Ini agar Kalian Tidak Menderita Selama (Setidaknya) 4 Tahun di Kota Ini

16 September 2024
Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

6 Maret 2024
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Jalan Nangka Timur di Semarang, Jalan Kecil Mulus yang Justru Bikin Kisruh

Jalan Nangka Timur di Semarang, Jalan Kecil Mulus yang Justru Bikin Kisruh

1 November 2023
Pariwisata Semarang Siap Melesat Seperti Solo, Meninggalkan Jogja (Unsplash)

Wisata Semarang Siap Melesat Seperti Solo, Meninggalkan Jogja

27 Januari 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.