Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Laper malah ilang begitu lihat tempat makan terdekat rumah saya bikin spanduk pake AI. Ada yang ngerasa gitu juga nggak?

Muhammad Ubaidillah Hanan oleh Muhammad Ubaidillah Hanan
24 Juli 2026
A A
Spanduk tempat makan terdekat bikin pakai AI itu malah norak (Wikimedia Commons)

Spanduk tempat makan terdekat bikin pakai AI itu malah norak (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan lalu saya wisata ke Tawangmangu. Begitu lapar, tentu saja cari tempat makan terdekat. Saya lihat-lihat itu tempat makan bikin spanduk pakai AI.

Jujur saja, saya merasa rada aneh begitu melihat spanduk pakai AI. Tapi, teman saya sudah kadung memilih tempat makan terdekat ini karena sepi. Katanya, biar nyaman sekalian buat istirahat.

Saya akhirnya setuju saja karena itu memang tempat makan terdekat dan kami sudah lapar. Begitu duduk, saya malah sibuk mikir, bukannya pesen. 

“Kenapa ya saya kok tiba-tiba malas ke tempat makan terdekat itu karena cuma lihat spanduk pakai AI?”

Rasa nggak suka yang muncul tiba-tiba sama tempat makan terdekat kami wisata di Tawangmangu

Sebelumnya saya mau kasih penegasan ya. Bahwa ini selera saya saja. Tidak ada maksud apa-apa sama tempat makan terdekat dari kami wisata itu.

Entah kenapa, muncul rasa kok kurang niat aja mempromosikan warung. Padahal, banyak calon konsumen yang menilai tempat makan dari beberapa aspek. Salah satunya tampilan depan, yaitu spanduk atau banner.

Sebelum mencicipi makanan, pelanggan akan menggunakan hal-hal yang terlihat sebagai “petunjuk” kualitas. Kalau saya sih begitu.

Mulai menjamur

Kalau saya amati sih udah banyak tempat makan terdekat rumah saya yang pakai AI untuk bikin spanduk. Mulai dari jualan makanan pinggir jalan yang cuma buka pagi sampai warung es teh jumbo. 

Baca Juga:

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup 

Coba deh kamu amati juga. Mungkin akan nemu banyak kayak saya.

Nah, iseng, saya tanya ke beberapa kenalan. Risih nggak sih kalau tempat makan terdekat kamu pakai AI untuk bikin spanduk?

Banyak yang menjawab biasa saja. Mungkin karena nggak punya modal untuk pesan desain. Atau, menghemat waktu saja. 

Namun, ada juga yang ternyata kurang respect dengan warung model demikian. Kalau saya sih bukannya nggak respect atau nggak suka. Cuma risih aja dan nggak tau kenapa malah mengurangi selera makan. Kenapa ya?

Lebih respect sama tempat makan terdekat yang pakai desain desain Majapahit daripada desain AI

Dulu, saya sering melihat tempat makan terdekat rumah saya pakai spanduk yang rada norak gitu. Orang menyebutnya spanduk Majapahit.

Tapi, kalau buat saya, spanduk yang katanya norak itu nggak ngasih dampak ke selera makan. Ya biasa saja. Tapi, beda kalau tempat makan terdekat rumah saya bikin spanduk pakai AI.

Makanya, banyak kenalan saya yang katanya malah lebih banner norak yang disebut desain Majapahit itu.

Pasalnya, walaupun terkesan norak, bagaimanapun ia adalah hasil karya manusia. Spanduk hasil karya desainer, atau bahkan tulisan tangan, terasa lebih autentik ketimbang AI yang terasa impersonal.

Sebetulnya ini menandakan bahwa orang-orang masih memiliki penghargaan yang tinggi terhadap karya. Terlebih karya yang melibatkan sentuhan manusia. Bukan yang hanya tinggal memasukan prompt. Itu kalau saya, ya.

Kurang sedap di mata

Entah mengapa saya merasa kalau desain spanduk dari AI itu kurang enak dilihat. Rasa-rasanya bikin perih mata. Terlebih kalau desainnya buat spanduk tempat makan terdekat rumah saya.

Bukannya saya menolak perkembangan zaman, tetapi ada sesuatu yang terasa janggal. Warna desain AI sering terlalu mencolok. Font-nya aneh. Komposisinya berantakan. Terlalu banyak elemen yang bikin desain jadi terasa sesak.

Tempat makan terdekat rumah saya jadi tidak memiliki ciri khas

Saat makan di suatu tempat yang asing biasanya orang membutuhkan penanda. Agar suatu saat dapat kembali makan di tempat tersebut. 

Beberapa petunjuk yang sering menjadi tanda adalah titik Google Maps, bangunan mencolok, plang nama jalan, atau spanduk.

Bagi sebagian orang yang menandai tempat makan terdekat dan direkomendasikan dengan spanduk, jelas harus ada ciri khas. Misalnya, pakai font unik, warna spanduk yang nggak bikin mata capek, atau kata-kata yang nyeleneh.

Sedangkan kalau mendesain pakai AI itu sangat tidak terdapat ciri khasnya. Spanduk dari AI terlihat template, sehingga orang sulit untuk mengingatnya. 

Dan lucunya, ciri khas desain AI justru terletak pada kenyataan bahwa ia sangat mudah dikenali sebagai hasil buatan AI. Beberapa tempat makan terdekat di rumah saya begitu.

Terlihat kurang meyakinkan

Saya merasa kalau tempat makan terdekat yang berspanduk AI itu kurang meyakinkan. Maksudnya, warung tersebut kurang menarik minat saya untuk mampir. 

Bagaimana tidak, bikin spanduk saja tidak niat. Lantas bagaimana warung tersebut bisa menyediakan makanan yang enak?

Tentu ini hanya dugaan dan perasaan saya saja. Saya yakin kemampuan memasak nggak ada hubungannya dengan kemampuan membuat prompt.

Namun, kembali lagi. Ada hal-hal yang menurut saya jangan kamu kerjakan pakai AI karena gampang ketahuan dan nggak ada ciri khas. Salah satunya spanduk tempat makan. 

Mending kayak spanduk pecel lele, deh. Nggak masalah orang menganggapnya norak desain Majapahit. Tapi, itu buatan yang ikonik dan menjadi wahana marketing yang baik.

Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Cak Ubaid, Pelukis Spanduk Pecel Lele yang Bertahan di Tengah Gempuran Printing

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2026 oleh

Tags: pecel lelerumah makan terdekatspanduk AIspanduk majapahitspanduk pecel lelespanduk tempat makan terdekattawangmangutempat makantempat makan terdekatwarung makan terdekat
Muhammad Ubaidillah Hanan

Muhammad Ubaidillah Hanan

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penggiat studi keislaman. Hobi jalan-jalan dan wisata kuliner. Menulis hanya di kala senggang.

ArtikelTerkait

Kriteria Menantu Idaman di Lamongan Bukan PNS, tapi Dia yang Punya Terpal terminal mojok.co

Kriteria Menantu Idaman di Lamongan Bukan PNS, tapi Dia yang Punya Terpal

23 Oktober 2020
Cara Kotor Warung Makan Menarik Pembeli: Punya Banyak Menu, tapi Sering Kosong Mojok.co

Cara Kotor Warung Makan Menarik Pembeli: Punya Banyak Menu, tapi Sering Kosong

27 Desember 2024
5 Tempat Makan di Makassar yang Bisa Bikin Salah Paham Terminal Mojok

5 Tempat Makan di Makassar yang Bisa Bikin Salah Paham

24 Agustus 2022
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
5 Rekomendasi Tempat Makan Murah Sekitar UGM dan UNY Jokowi

5 Rekomendasi Tempat Makan Murah Sekitar UGM dan UNY

30 Mei 2022
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

21 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.