Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

Rasta Siloam oleh Rasta Siloam
26 Mei 2026
A A
Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di tengah kota memang menyenangkan. Mau cari makan gampang, akses ke mana-mana dekat, dan kalau butuh sesuatu tinggal keluar sebentar sudah ketemu. Tapi bagaimana kalau tinggal di tengah rel kereta? Yups, itulah kehidupan saya selama tinggal di kos-kosan yang berada di Jalan Mutiara, Pengok, Jogjakarta.

Lokasinya memang berada di tengah Kota Jogja, tapi uniknya juga berada di tengah dua rel kereta api. Rel sebelah selatan merupakan jalur utama kereta cepat melintas, sedangkan rel sebelah utara merupakan jalur menuju bengkel kereta.

ADVERTISEMENT

Awalnya saya merasa agak aneh tinggal di tempat seperti ini. Sebab suara kereta benar-benar terdengar jelas setiap hari. Apalagi jalur selatan. Kereta melaju dengan sangat cepat dan suaranya keras sekali. Bahkan kadang sebelum keretanya terlihat, suara rel dan getarannya sudah terasa lebih dulu.

Alarm pagi di Pengok Jogja bernama kereta api

Hidup di Pengok Jogja artinya setiap pagi saya praktis tidak perlu memasang alarm. Kereta api sudah otomatis membangunkan saya. Suaranya benar-benar keras, apalagi kalau kereta melintas pagi-pagi buta saat suasana masih sepi. Rasanya bukan cuma penghuni kos yang bangun, roh gentayangan pun mungkin ikut bangun mendengar suara kereta itu.

Meski begitu, saya masih cukup bersyukur karena rel sebelah utara tidak terlalu aktif sampai larut malam. Karena jalur itu menuju bengkel kereta, biasanya setelah sekitar jam 10 malam kereta sudah tidak lewat lagi. Bengkel kereta tutup, suasana jadi lebih tenang, dan setidaknya telinga bisa sedikit beristirahat.

Berbeda dengan rel sebelah selatan yang seperti tidak pernah benar-benar tidur. Kereta masih lewat sampai jam 2 bahkan jam 3 pagi. Kadang kalau saya masih setengah sadar, suara kereta itu terdengar sangat jelas. Tapi kalau badan sudah terlalu capek, biasanya saya tetap tidur walaupun kereta lewat.

Lucunya, meskipun saya tidak terbangun, suara kereta itu sering masuk ke dalam mimpi. Pernah saya bermimpi sedang dikejar sesuatu dengan suara keras dan menegangkan, ternyata setelah bangun ada kereta yang sedang lewat. Serasa dikejar abang-abang pinjol.

Sinyal hilang saat kereta lewat

Bukan hanya masalah suara saja yang harus dihadapi tinggal di dekat rel kereta di Pengok Jogja. Hal lain yang cukup aneh adalah sinyal handphone kadang hilang saat kereta jalur selatan melintas. Saya juga tidak tahu pasti penyebabnya apa. Mungkin karena gelombang listrik atau semacam gangguan dari kereta yang membuat sinyal mendadak lemot atau hilang beberapa detik.

Baca Juga:

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

Padahal di zaman sekarang kehilangan sinyal sebentar saja rasanya sudah membuat hidup sedikit tidak tenang. Apalagi kalau sedang menonton video atau mengirim pesan penting. Tiba-tiba internet berhenti hanya karena kereta lewat.

Meski begitu, saya tetap senang tinggal di tempat ini. Lingkungannya tergolong aman dan nyaman. Selain itu akses ke mana-mana juga sangat mudah. Mau ke arah barat ataupun ke arah timur sama-sama gampang dijangkau. Buat ukuran anak kos di Jogja, lokasi seperti ini sebenarnya cukup menguntungkan.

BACA JUGA: Wisata Palang Pintu Kereta Api, Bukti Warga Jogja Kekurangan Tempat Hiburan

Baru sadar lokomotif itu besar sekali

Ada hal lain yang menurut saya menarik selama tinggal di Pengok Jogja, yaitu saya jadi bisa melihat lokomotif dari jarak yang sangat dekat. Dulu saya hanya melihat kereta dari kejauhan. Kelihatannya biasa saja. Tapi setelah melihat langsung dari dekat, saya baru sadar kalau ukuran lokomotif ternyata sangat besar.

ADVERTISEMENT

Tingginya bisa lebih dari tiga meter. Dari dekat bentuknya terlihat gagah dan berat sekali. Saya jadi paham kenapa kalau kereta menghantam truk atau mobil, kendaraan itu bisa langsung rusak parah. Dari dekat saja sudah terasa betapa besar tenaga dan berat lokomotif tersebut.

Saat kereta melintas, anginnya juga ikut terasa. Belum lagi suara mesinnya yang berat dan keras. Ada sensasi tersendiri melihat kereta dari jarak dekat seperti itu. Walaupun bising, tetap terasa menarik untuk dilihat.

Kebal suara kereta, kebal gosip tetangga

Tinggal di dekat rel kereta ternyata juga ada sisi positif lain yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Salah satunya mungkin telinga saya jadi lebih tahan terhadap gosip tetangga.

Karena jujur saja, terkadang yang membuat telinga tidak nyaman bukan cuma suara kereta, tapi juga suara orang bergosip. Walaupun bukan saya bahan gosipnya, kadang mendengar obrolan yang terlalu jauh membahas hidup orang lain tetap terasa melelahkan.

Namanya juga ibu-ibu. Jangankan diapit rel kereta, diapit masalah hidup pun mereka tetap bisa menyempatkan diri bergosip.

Jalan pagi di Jalan Mutiara Pengok

Selain itu, tinggal di Jalan Mutiara, Pengok, juga membuat saya lebih rajin olahraga jalan pagi. Jalan di daerah sini tergolong jalan kampung, jadi kendaraan tidak terlalu ramai. Jarang ada mobil atau motor yang lewat dengan kencang, sehingga cukup nyaman dipakai untuk jalan santai di pagi hari.

Kalau dihitung dari ujung timur ke barat, panjang jalannya kira-kira sekitar 1,3 sampai 1,5 kilometer. Biasanya cukup dua kali bolak-balik saja sudah lumayan untuk olahraga pagi. Suasananya juga masih cukup tenang dan udaranya terasa enak.

Kadang sambil jalan pagi saya melihat aktivitas warga sekitar Pengok yang mulai sibuk dengan rutinitas masing-masing. Ada yang menyapu halaman, ada yang membuka warung, dan ada juga yang duduk santai sambil minum kopi. Suasananya sederhana, tapi justru itu yang membuat nyaman.

Pada akhirnya, tinggal di tengah dua rel kereta memang bukan kehidupan yang cocok untuk semua orang. Ada suara bising, getaran, dan gangguan kecil yang harus dirasakan hampir setiap hari. Tapi lama-lama saya terbiasa dengan semua itu.

Dan anehnya, setelah dijalani, tempat seperti ini justru terasa punya cerita dan suasana yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Penulis: Rasta Siloam
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Perlintasan Kereta Api di Jogja yang Menyimpan Kisah Unik hingga Mistis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2026 oleh

Tags: jalan mutiara jogjaJogjapengok jogjarel kereta api
Rasta Siloam

Rasta Siloam

Seorang penulis amatir yang bermimpi suatu saat nanti karyanya akan go international.

ArtikelTerkait

Pasar Klithikan Pakuncen Jogja Sepi seperti Menunggu Mati (Unsplash)

Merindukan Pasar Klithikan Pakuncen Jogja, Surga Barang Bekas yang Kini Sepi seperti Menunggu Mati

19 April 2025
3 Alasan Orang Kota Jogja Lebih Suka Piknik ke Gunungkidul dibandingkan Kulon Progo

3 Alasan Orang Kota Jogja Lebih Suka Piknik ke Gunungkidul dibandingkan Kulon Progo

23 November 2024
Jogja Nggak Berubah Itu Bullshit! Cuma Omong Kosong Belaka! (Unsplash)

Ironi Remaja Kota Jogja: Fasih Misuh dengan Bahasa Jawa, tapi Sulit Bicara Pakai Bahasa Jawa Krama

25 Januari 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

24 Juli 2024
5 Pertanyaan yang Membuat Orang Jogja Kesal Mojok.co

5 Pertanyaan yang Membuat Orang Jogja Kesal

1 November 2024
Jogja Itu Nggak Istimewa dan Tidak Lagi Sama (Pexels)

Jogja Itu Nggak Istimewa dan Tidak Lagi Sama karena yang Istimewa Itu Orang-orangnya

10 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Jatinom, tempat rahasia yang bikin kamu jatuh cinta berkali-kali (Mojok.co/Audina Safira)

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

14 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.