Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironi Remaja Kota Jogja: Fasih Misuh dengan Bahasa Jawa, tapi Sulit Bicara Pakai Bahasa Jawa Krama

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
25 Januari 2026
A A
Jogja Nggak Berubah Itu Bullshit! Cuma Omong Kosong Belaka! (Unsplash)

Jogja Nggak Berubah Itu Bullshit! Cuma Omong Kosong Belaka! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang memberi gelar “Jawa Premium” pada Jogja karena Jogja selalu mencitrakan diri sebagai kota budaya yang punya budaya adiluhung. Nggak hanya budaya yang terlihat saja seperti bangunan dan karya seni, tapi juga tata krama, kesopanan, dan keramahan yang sudah masyhur menjadi identitas dari kota ini sejak lama.

Salah satu budaya Jogja yang selalu kami banggakan adalah sopan santun alias unggah-ungguh. Ini tercermin dari penggunaan bahasa Jawa Krama (halus) yang digunakan saat orang yang lebih muda berbicara dengan orang jauh lebih tua tanpa memandang strata sosialnya. Mau itu tukang becak atau bapak ojol, kalau dia lebih tua, maka kami akan berbicara dengan bahasa Krama.

ADVERTISEMENT

Sangat aneh dan di luar kebiasaan kalau berbicara dengan orang yang lebih tua menggunakan bahasa Jawa Ngoko (kasar). Sebab, orang Jogja benar-benar memegang unggah-ungguh dengan serius. Contohnya, dengan mengajarkannya di rumah, lingkungan, dan sekolah. Hal tersebut membentuk orang Jogja pada umumnya lebih peka dan menghormati orang.

Tapi seiring berjalannya waktu, sayangnya budaya baik tersebut kian memudar di kalangan generasi muda Kota Jogja. Sebagai warga di salah satu kampung di Kota Jogja, saya sering menjumpai degradasi kesopanan ini di kalangan anak muda. Atau lebih spesifik lagi pada anak remaja yang seolah gagap dengan bahasa Jawa Krama.

BACA JUGA: Jogja Katanya Istimewa, padahal Tunawisma di Mana-mana dan Menderita

Remaja Jogja kok ngoko ke orang yang lebih tua?

Kini remaja alias ABG di Kota Jogja justru dengan enteng berbicara dengan bahasa Jawa Ngoko kepada orang yang lebih tua. Misalnya, ketika diajak ngobrol dengan orang yang lebih tua, mereka membalasnya dengan “ha?” atau “opo?” alih-alih menjawabnya dengan “dalem” atau “pripun?”. Telinga dan lisan mereka seperti asing dengan bahasa Jawa Krama.

Mungkin ada sedikit toleransi kalau orang tua tersebut adalah keluarganya sendiri. Tapi kenyataannya kebanyakan mereka juga berbahasa ngoko dengan orang tua yang tidak ada hubungan darah seperti tetangga atau orang yang baru ditemui. Bukankah nggak sopan kalau begitu? Jogja lho ini. Katanya kota budaya?

Membalas percakapan dengan bahasa Indonesia jelas lebih baik ketimbang Ngoko. Ya walau sebenarnya masalah di sini tuh mereka nggak paham bahasa Krama.

Baca Juga:

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

Bahkan remaja Jogja sudah langka yang melakukan unggah-ungguh sederhana seperti berjalan membungkuk di depan orang tua dengan mengucapkan “nderek langkung”. Sebegitu jauhnya kah ABG-ABG di Kota Jogja ini meninggalkan budaya berbahasa dan sopan santun di kota yang katanya kota budaya ini?

BACA JUGA: Jogja, Kota yang Keburukannya (Entah Kenapa) Selalu Dimaafkan

Sekolah harusnya mengajarkan hal ini

Nggak mungkin rasanya sekolah-sekolah di Jogja nggak mengajarkan bahasa Jawa Krama kepada anak muridnya sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal. Ataukah sekolah hanya sebatas nlai dan kurikulum muatan lokal hanya sebatar syarat yang bikin karakter tidak tertransfer kepada murid. Mungkin di keluarganya sendiri juga nggak membiasakan hal tersebut.

Ironis rasanya mereka dengan mudah dan fasih misuh-misuh dengan Bahasa Jawa tapi untuk berbahasa Jawa Krama dengan orang yang lebih tua seperti sulit dan gagap untuk dilakukan. Seperti lebih mudah ngomong “cak-cok-cak-cok” dan menyebut seisi bonbin dalam Bahasa Jawa daripada berucap “nggih” atau “nuwun sewu”.

Tentu, sebagai orang setengah dewasa yang asli nyel dari Kota Jogja, saya merasa resah, gemes, sekaligus prihatin melihat adik-adik kami yang berusia remaja gagap dengan bahasa Jawa Krama terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua. Memang, mereka nggak harus begitu fasih tapi paling tidak bisa mempraktekkan yang sederhana di kehidupan sehari-hari.

Kalau yang begini saja sudah mulai pudar dan ditinggalkan, gelar Jogja sebagai kota budaya yang penuh sopan satun dan unggah ungguh akan berpotensi jadi nggak relevan lagi karena generasi mudanya yang harusnya nguri-uri budaya malah meninggalkan budayanya sendiri.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hal Unik yang Hanya Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk di Jogja, Pasti Bikin Kalian Geleng-geleng

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2026 oleh

Tags: bahasa jawa kramabahasa jawa ngokoJogjaKota Jogjaremaja jogja
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah terminal mojok.co

Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah

21 Januari 2022
Dilema Pagar Alun-alun Jogja: Takhta untuk Rakyat atau Halaman Rumah Sultan? terminal mojok.co

Dilema Pagar Alun-alun Jogja: Takhta untuk Rakyat atau Halaman Rumah Sultan?

5 Juli 2021
10 Hotel dan Restoran di Jogja dengan Nama Unik

10 Hotel dan Restoran di Jogja dengan Nama Unik

10 April 2023
Kenapa Malang Terkesan Ingin Menjadi Jogja Terminal Mojok

Kenapa Malang Terkesan Ingin Menjadi Jogja?

14 Maret 2022
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.