Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Alasan Romantisme Bandung Akan Luntur, Ketika Menginjakan Kaki di Kecamatan Cibiru

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
25 Mei 2026
A A
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung itu romantis, katanya. Sebuah dongeng indah terbangun di atas keindahan alam, kesejukan, dan deretan gedung warisan kolonial berarsitektur Art Deco. Namun, dongeng itu akan langsung luntur begitu Anda menginjakkan kaki di Kecamatan Cibiru.

Sebagai gerbang “wilujeng sumping” di Kota Bandung sebelah timur, Cibiru tidak akan menyambut Anda dengan pelukan hangat atau senyuman puitis. Di sini, romansa itu menguap, berganti dengan potret perjuangan hidup yang keras, berdebu, dan siap merenggut masa muda.

#1 Bundaran Cibiru, monumen kesabaran yang bisa merenggut masa muda remaja Bandung

Begitu roda kendaraan melewati batas kota, secara teoretis, kalimat “Wilujeng Sumping di Kota Bandung” akan menyambut Anda. Namun, realitas di lapangan langsung menampar ekspektasi itu. 

Sambutan yang Anda terima bukan senyuman ramah. Anda akan mendapat sambutan kepulan asap knalpot, barisan lampu rem yang menyala merah, dan lautan macet.

Bundaran Cibiru adalah titik pertama yang melunturkan segala ilusi tentang keindahan kota Paris van Java. Di sinilah titik pertemuan tak terhindarkan bagi berbagai jenis kendaraan dari arah Sumedang, Garut, dan Kabupaten Bandung yang beradu nasib untuk keluar dan masuk ke jantung Kota Bandung.

Kekacauan di bundaran ini adalah perpaduan sempurna dari berbagai masalah kronis Kota Bandung. Kemacetan kian parah oleh barisan angkot yang ngetem sembarangan tepat di sisi bunderan Cibiru. Mereka menunggu penumpang dengan santainya seolah waktu tidak pernah berputar.

Kondisi kemacetan di Bundaran Cibiru ini akan mencapai puncaknya jika musim wisuda UIN Sunan Gunung Djati tiba. Volume kendaraan akan melonjak drastis, hingga terjadi antrean panjang mengular. 

Di Bundaran ini tak ada ruang untuk romantis, saat Anda terjepit di antara truk tronton, bus, angkot, dan debu jalanan. Di Bunderan Cibiru, perasaan bisa berubah jadi emosi jiwa hanya dalam satu putaran macet yang tak berujung.

Baca Juga:

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

#2 Jangan harap menginjakan kaki di Kecamatan Cibiru disambut pohon rindang dan bangunan ikonik kolonial

Berbeda dengan wilayah pusat atau utara Bandung, Cibiru tidak menawarkan pemandangan pohon-pohon besar yang rindang dan bangunan gaya art Deco kolonial di sepanjang jalan protokol. Jangan berekspektasi terlalu tinggi mendapat sambutan pohon-pohon rindang. 

Estetika Cibiru adalah estetika yang mengutamakan fungsi di atas seni. Sebuah kawasan yang tumbuh dengan liar tanpa memperhatikan tata kota yang puitis, apalagi romantis.

Pemandangan di sini berisi deretan ruko beton yang kaku, kabel listrik yang bergelayutan semrawut, dan debu dari berbagai jenis kendaraan serta proyek. Kecamatan Cibiru seolah tidak peduli pada aspek keindahan arsitektur. 

#3 Di Cibiru banyak zona merah yang tidak bisa dimasuki ojek online

Di pusat kota, transportasi online mungkin menjadi simbol kemudahan warganya. Namun, di Kecamatan Cibiru, ia adalah sumber kecemasan tersendiri bagi para pengemudinya dan warga yang ingin menggabungkan jasanya. 

Ada banyak zona merah alias titik-titik sensitif. Ojek online dilarang keras mengambil penumpang demi menghormati wilayah ojek pangkalan (opang).

Sebagai pengemudi ojol di Bandung, saya yang ingin melewati atau bahkan sekadar mendekati area seperti pangkalan ojek Manisi atau pangkalan ojek Cipadung di Kecamatan Cibiru adalah ujian nyali. 

Jangankan untuk mengambil penumpang melewati ojek pangkalan. Memakai atribut lengkap seperti jaket hijau atau helm kebesaran saja saya tidak berani.

Dapat orderan ke sana pilihannya hanya dua: melepas identitas ojol atau menyamar sebagai warga. Jangan nekat karena kamu akan menanggung risiko mendapat teguran, bahkan bisa berkonflik dengan opang. 

Pada akhirnya, Kecamatan Cibiru adalah gerbang masuk Kota Bandung yang paling jujur. Kecamatan ini tidak menawarkan keindahan, melainkan memperlihatkan wajah macet, padat, berdebu tanpa kenal kompromi, dan rawan konflik horizontal.

Penulis: Acep Saepulloh

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Surat Terbuka untuk Pemerintah Kota Bandung: Tolong Atasi Kemacetan di Bunderan Cibiru!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2026 oleh

Tags: BandungBundaran CibiruCibirucibiru macetkecamatan cibirukota bandung
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Naik Kereta Cepat Jakarta Bandung Bikin Orang Kabupaten Merasa Norak

26 Mei 2025
Macet SCBD Kabupaten Bandung Tidak Manusiawi Melebihi Kota (Unsplash)

SCBD Bandung Nggak Ada yang Manusiawi, Mau Kota atau Kabupaten Semua Nggak Manusiawi. Jangan Mau Tinggal di Sini!

1 Mei 2024
Fly Over Cimindi, Jalan Layang yang Paling Mencekam di Kota Cimahi: Trotoar Nanggung, Jalan Rusak, Plus Sempit, Komplet Horornya!

Fly Over Cimindi, Jalan Layang yang Paling Mencekam di Kota Cimahi: Trotoar Nanggung, Jalan Rusak, Plus Sempit, Komplet Horornya!

1 Juli 2024
4 Masalah yang Harus Segera Diatasi di Pasar Minggu Punclut Bandung

4 Masalah yang Harus Segera Diatasi di Pasar Minggu Punclut Bandung

5 November 2024
Kecamatan Gedebage Bandung, Kecamatan Paling Mentereng (Unsplash)

Kecamatan Gedebage Bandung, Kecamatan Paling Mentereng di Seluruh Kota Bandung

30 Mei 2024
Derita Menyandang Status Mahasiswa di Kampung, Disepelekan dan Dianggap Manja Mojok.co

Derita Menyandang Status Mahasiswa di Kampung, Disepelekan dan Dianggap Manja

20 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.