Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Septalia Anugrah WIbyaninggar oleh Septalia Anugrah WIbyaninggar
18 Mei 2026
A A
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Share on FacebookShare on Twitter

Paris Van Java Mall adalah salah satu mall yang, bisa dibilang, amat unik di Bandung. Menyandang nama yang menjadi julukan kota Bandung, bagi yang pertama kali mendengar namanya mungkin akan mengira mal ini seolah representasi Kota Kembang yang estetik, dengan sentuhan romantis, bertabur fashion dan harum kuliner di sudut-sudutnya.

Memiliki air terjun, kebun binatang mini, dan taman bunga di atapnya—yang biasa disebut dengan Sky Level—Paris Van Java (PVJ) tidak hanya dikenal warga Bandung, tapi juga jadi destinasi wisatawan dari luar kota. Percayalah, tidak ada mal di Kota Kembang yang memiliki taman seperti itu selain PVJ.

Tapi tampaknya mal ini sekarang sudah kalah pamor dengan mal-mal lain seperti Summarecon yang belum lama buka, Paskal23, atau Cihampelas Walk yang lebih nyaman dikunjungi untuk berjalan-jalan. Lontaran kritikan pedas mulai dilancarkan warganet di media sosial tentang PVJ yang agak ribet dan menyusahkan.

Paris Van Java hanya mentereng soal nama, untuk urusan kenyamanan bagi pengunjung, mal ini harus lebih banyak berbenah lagi.

Parkiran sempit dan layout yang membingungkan

Ketika pertama kali ke PVJ, jujur saya pun agak bingung dengan layout-nya. Terletak di tepi jalan menanjak di daerah Sukajadi, mal ini punya dua macam parkiran; satu di basement, satunya lagi di area terbuka yang nyambung dengan Sky Level. Banyak pula yang berpendapat, agak susah mencari tempat parkir, meskipun kelihatannya luas. Seringkali ada yang kebagian parkir di area tanjakan karena yang lain sudah penuh.

Penataan tenant di PVJ pun terkesan berantakan. Tata ruangnya aneh, terkesan tambal sulam di mana-mana. Banyak toko brand besar dan restoran mewah yang menyilaukan mata, tapi tidak ada foodcourt. Sekilas hanya ramah untuk dompet kalangan menengah ke atas, bukan untuk warga biasa yang hanya bisa cuci mata.

Bagi yang tidak terbiasa berjalan kaki, berjalan-jalan dengan niat healing di PVJ justru akan melelahkan dan pusing karena mal ini lumayan besar. Ditambah layout yang membingungkan, dijamin membuat tersesat bagi yang belum terbiasa.

BACA JUGA: Cicendo Daerah Paling Superior di Kota Bandung, Fasilitasnya Komplit dan Nyaman

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Mal elite, tapi toilet dan musala sulit

Sungguh mengherankan, untuk mal dengan ukuran sebesar itu, toilet di Paris Van Java Mall hanya ada di ujung pada setiap lantai. Termasuk jauh dan memakan waktu pagi para pengunjung yang ingin segera menuntaskan hajat. Belum lagi antrean di toilet yang mengular, serta bau tidak sedap yang menguar. Ditambah urinoir yang terbuka, entah siapa perancang konsepnya. Mantap jiwa!

Begitu pula dengan musala, yang menjadi kebutuhan para pengunjung muslim. Untuk mal sebesar itu, musalanya begitu sempit, terbuka tanpa hijab atau tirai tinggi, dengan area wudu yang juga terbuka—bahkan di area perempuan. Tentu ini membuat para perempuan menjadi kurang nyaman ketika berwudu.

Warganet sebetulnya sudah sejak lama beramai-ramai melayangkan kritik soal toilet dan musala PVJ, hingga tersebutlah ungkapan, “PVJ adalah mal dengan toilet dan musala paling tidak proper di Bandung.”

Belakangan ini, rupa-rupanya mal ini sudah membuat toilet dan musala baru yang didesain lebih estetik. Namun, tetap saja area untuk berwudu dibiarkan terbuka, belum memenuhi konsep Muslimah friendly.

Seharusnya, pemilik mal ini studi banding ke mal-mal lain di Bandung, supaya punya gambaran seperti apa toilet dan musala yang proper itu. Saya membayangkan, jika mal ini mau bikin masjid yang nyaman di dalamnya seperti Pakuwon Mall di Jogja, tentu akan jadi nilai plus dan tidak dihujat warga, berhubung PVJ bukanlah mal kecil di daerah pinggiran.

Paris Van Java Mall adalah gambaran Bandung yang semrawut

Memutuskan berkunjung ke PVJ saat hari libur sesungguhnya adalah ujian kesabaran. Belum masuk mal saja kita sudah harus berhadapan dengan kemacetan yang luar biasa di jalan. Ketika sudah di dalam, harus bertempur dengan parkiran yang sempit—dan kadang-kadang juga bau.

Meski punya segudang kekurangan yang membuatnya dihujani kritik, entah kenapa tetap saja masih banyak orang yang datang ke mal ini. Entah hanya penasaran, ingin berfoto di taman bunganya yang instagramable, atau ingin bermain ice skating di Sky Level.

Saya setuju jika dikatakan Paris Van Java Mall merupakan miniatur Bandung. Ada bagian yang estetik, tapi jangan salah, banyak pula bagian yang semrawut dan berantakan. Lucunya, meski semrawut, tetap banyak orang yang datang berkunjung. Seperti anak muda yang kesal, tapi diam-diam cinta.

Semoga mal ini semakin berbenah, supaya bukan namanya saja yang mentereng, tapi juga membuat masyarakat terkesan dan tak bosan berkunjung.

Penulis: Septalia Anugrah Wibyaninggar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

Tags: Bandungmall di bandungparis van javaparis van java mall
Septalia Anugrah WIbyaninggar

Septalia Anugrah WIbyaninggar

Lulusan Sastra Inggris UGM. Kini tinggal di Bandung sebagai ibu rumah tangga yang membersamai dua buah hatinya. Sedang antusias belajar hidup minim sampah dan ramah lingkungan. Penyuka teh dan kopi.

ArtikelTerkait

Rekomendasi 4 Warung Batagor Enak di Bandung terminal mojok.co

Rekomendasi 4 Warung Batagor Enak di Bandung

15 Oktober 2021
soreang bandung mojok

Soreang: Nyaman untuk Ditempati, tapi Tidak untuk Mencari Rezeki

19 Januari 2021
Barang-barang yang Tidak Saya Sangka Borma Toserba Bandung Menjualnya Mojok.co

Barang-barang yang Tidak Saya Sangka Dijual di Borma Toserba Bandung, Ada Suku Cadang Motor hingga Tanah Lembang

23 Februari 2025
Kecamatan Bandung Wetan dan Bandung Kulon, Sama-sama Daerah Kota yang Nasibnya Jauh Berbeda Mojok.co

Kecamatan Bandung Wetan dan Bandung Kulon, Sama-sama Daerah Kota yang Nasibnya Jauh Berbeda

28 Desember 2024
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

4 Juli 2025
7 Keistimewaan Bollen Kartika Sari, Oleh-oleh Khas Bandung Bercita Rasa Mewah Terminal Mojok.co

7 Keistimewaan Bollen Kartika Sari, Oleh-oleh Khas Bandung Bercita Rasa Mewah

25 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.