Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Zain Ahdan oleh Zain Ahdan
3 Agustus 2026
A A
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya ini tipe orang yang kalau isi dompet tinggal selembar uang lima ribu rupiah, rasanya sudah seperti sedang menghadapi krisis moneter pribadi. Kemarin sore, demi menyambung hidup, saya mampir ke sebuah minimarket di sudut Kota Tasikmalaya cuma buat beli air mineral seharga tiga ribu.

Pikir saya simpel: masih ada kembalian dua ribu buat beli gorengan satu, lumayan buat mengganjal perut yang dari siang cuma diisi harapan palsu.

ADVERTISEMENT

Waktu datang dan memarkirkan motor butut saya, lahan parkir kosong melompong. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, apalagi manusia berompi. Tapi, ajaibnya, begitu saya keluar pintu minimarket dan baru saja memasukkan kunci motor… PRIIIITTT!

Suara peluit itu membelah keheningan. Dari balik tiang listrik, muncul seorang akang-akang dengan gerakan secepat kilat, tiba-tiba sudah memegang bagian belakang motor saya yang sebenarnya tidak perlu ditarik sama sekali. Uang dua ribu kembalian air mineral saya pun melayang. Selamat tinggal, gorengan impian. Saya cuma bisa mengelus dada sambil membatin: juru parkir di Tasikmalaya ini ilmu halimunnya belajar dari mana yak?

Tukang parkir memenuhi tiap sudut Tasikmalaya

Kalau dipikir-pikir, fenomena juru parkir khususnya yang liar dan tanpa karcis resmi di Tasikmalaya ini memang sudah sampai tahap surealis. Rasanya, hampir setiap meter persegi aspal di kota ini ada penunggunya. Beli seblak, di parkiran ada jukir. Beli fotokopian dua lembar, ada jukir. Jangan-jangan nanti berhenti bentar di pinggir jalan buat ngikat tali sepatu pun bakal ditagih dua ribu.

Awalnya, sebagai rakyat jelata yang sama-sama sedang boncos, saya sering ngedumel. Kok bisa orang-orang ini kerjaannya cuma modal peluit sama rompi oren, tapi penghasilannya mungkin lebih stabil dari freelancer kayak saya?

Tapi, setelah amarah karena kehilangan uang gorengan itu mereda, saya sadar satu hal. Da gimana lagi atuh, lur. Mereka ini sebenarnya bukan sedang menjajah kita. Mereka cuma korban dari sebuah misteri besar di Kota Tasikmalaya: gaibnya lapangan pekerjaan.

Mari kita jujur-jujuran. Cari kerja formal di Tasikmalaya itu susahnya minta ampun. Pabrik besar bisa dihitung jari. Perusahaan rintisan bergaji UMR Tasik plus-plus? Boro-boro. Mau buka usaha sendiri juga butuh modal, sementara pinjol sudah mengintai di mana-mana. Lowongan kerja yang ada sering kali syaratnya tidak masuk akal untuk rakyat kecil: “Dibutuhkan admin toko, pendidikan minimal S1, berpenampilan menarik, berpengalaman 3 tahun, maksimal umur 22 tahun.” Yeuh, itu mau cari admin apa cari anggota girlband?

Baca Juga:

Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

Ketika sistem ekonomi kota tidak mampu menyediakan lapangan kerja yang layak bagi warganya, apa lagi katup pengaman sosial yang tersisa? Ya jalanan.

Profesi paling inklusif (?)

Menjadi juru parkir adalah profesi paling demokratis dan inklusif di saat negara sedang absen memberi solusi. Tidak perlu ijazah, tidak perlu tes psikotes suruh gambar pohon, dan tidak perlu wawancara HRD yang nanya, “Apa kelemahan terbesar Anda dalam 5 tahun ke depan?” Modal mereka cuma keberanian, paru-paru yang sehat buat niup peluit, dan sedikit muka tebal.

Pada akhirnya, keberadaan juru parkir liar yang bertebaran di setiap sudut Tasikmalaya ini adalah cermin dari ekonomi kita sendiri. Mereka adalah pengingat visual bahwa kota ini masih punya banyak PR dalam menghidupi warganya.

Jadi, sekarang kalau saya dengar suara priiittt yang mengagetkan itu, saya coba untuk tidak terlalu sakit hati—meskipun dompet saya tetap menangis lirih. Saya dan akang jukir itu sebenarnya sama saja: dua orang kecil yang sedang sama-sama bertahan hidup di kota yang lapangan kerjanya masih misteri.

Penulis: Zain Ahdan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2026 oleh

Tags: lapangan kerja di tasikmalayalowongan kerja di tasikmalayatasikmalayatukang parkir liar
Zain Ahdan

Zain Ahdan

Mahasiswa semester akhir yang mempunyai motto hidup “di-edankeun, kagok edan”.

ArtikelTerkait

Selain Tukang Parkir Liar, Kehadiran Tukang Ojek Dadakan di Tempat Wisata Religi Tak Kalah Menyebalkan tukang ojek pangkalan

Selain Tukang Parkir Liar, Kehadiran Tukang Ojek Dadakan di Tempat Wisata Religi Tak Kalah Menyebalkan

8 September 2023
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

Memberantas Tukang Parkir Liar di Surabaya dengan Menyegel Lahan Parkir Minimarket Itu Logika Ruwet, Cak Eri!

16 Juni 2025
Kecamatan Singaparna, Tempat Terbaik untuk Menetap di Kabupaten Tasikmalaya

Kecamatan Singaparna, Tempat Terbaik untuk Menetap di Kabupaten Tasikmalaya

5 Maret 2025
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Resah di Jogja, Bikin Saya Bersyukur Pulang ke Tasikmalaya (Unsplash)

Berkat Pengalaman Tinggal di Jogja, Saya Selalu Bersyukur Setiap Pulang ke Tasikmalaya

22 Februari 2024
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut

8 November 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.