Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

Muhammad Iqbal Fawwazi oleh Muhammad Iqbal Fawwazi
21 April 2026
A A
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah tidak, kalian sedang melancong ke suatu daerah, sudah bikin itinerary yang detil, budget sudah diatur sedemikian rupa, tapi kacau hanya karena perkara biaya parkir? Nah, itulah yang terjadi kalau kalian melancong ke Surabaya.

Masalah parkir di Surabaya memang pelik. Naskah tentang masalah parkir di Terminal Mojok bejibun, dan tak sedikit tentang Surabaya. Saya sendiri tidak bisa memungkiri, memang ini masalah yang serius, terlebih untuk pelancong yang budgetnya tipis. Bayangkan, tiap pemberhentian kita harus merogoh kocek sekitar 2000-3000 rupiah untuk membayar parkir yang kadang entah aliran dananya kemana. Jaminan keamanan kendaraan tak pasti, tapi jaminan ribut bila kita menolak membayar. Gimana nggak masalah?

Ongkos parkir di atas kertas memang tak seberapa, tapi jika diakumulasikan, bisa jadi lebih besar dari ongkos yang kita habiskan untuk bersenang-senang. Dua ribu memang nggak bikin kita miskin, tapi kalikan 20 ribu kendaraan yang parkir, sudah bisa bikin si jukir umroh.

Saya pribadi masih bisa sedikit legowo, jika ongkos parkir yang saya bayarkan ikut membangun kota tempat saya tinggal. Tapi jika dinikmati oleh segelintir orang, sedangkan kontribusinya minim—untuk tidak bilang tidak ada, lalu apakah Anda masih bisa legowo?

BACA JUGA: Perantau Surabaya Kaget dengan Perlakuan Tukang Parkir Jogja, Sama-Sama Dibayar Rp2000 tapi Niat Kerja Nggak Kayak Tukang Parkir Surabaya yang Nggak Ngapa-Ngapain Minta Duit

Masalah parkir di Surabaya memang pelik

Begini. Masalah parkir di Surabaya ini nggak hanya perkara bayar, tapi juga perkara lain. Seperti kepastian harga misal. Destinasi yang dianggap mewah, harganya ikut naik. Padahal ya, jasa yang ditawarkan sama, dan tidak ada hal lebih yang ditawarkan.

Itu baru perkara kepastian harga. Kedua, perkara kepastian keamanan. Karcis resmi saja nggak ada. Sekarang, mau dapat kepastian dari mana kalau jasa yang ditawarkan saja belum tentu resmi, bukti resminya tidak ada, dan kita tidak bisa dapat kepastian dari jasa tersebut?

Sepertinya kita sudah banyak dengar perkara motor hilang, tapi tukang parkir menolak untuk bertanggung jawab.

Baca Juga:

Tidak Semua Lidah Orang Surabaya Doyan Makan Rawon, Beberapa Ada yang Trauma dengan Alasan yang Masuk Akal

Makam Kembang Kuning, Solusi Healing di Tengah Keterbatasan Lahan Surabaya yang Bikin Pening

Inilah masalah utama pelancong Surabaya, juga warga asli sih. Kita bisa bikin itinerary, budgeting, atau apalah itu. Tapi kita tak bisa punya kepastian tentang berapa parkir yang harus dibayar. Atau malah, kepastian kendaraan kita akan tetap aman.

Sebab ya, lagi-lagi, banyak parkir liar. Apa yang bisa diharapkan dari sesuatu yang liar?

(Kira-kira) Solusi

Sebenarnya, masih ada solusi untuk menghadapi parkir liar sebagai pelancong di Surabaya. Paling sederhana, jangan pernah tunjukkan recehan atau uang kecil. Simpan uang kecil di kantong yang berbeda, dan tunjukkan uang besar saja. Ya itu bisa jadi mengundang pelaku kejahatan macam copet, tapi ya ini fokus ke parkir dulu aja sih.

Nah, kecuali tukang parkir menunjukkan QRIS mereka, mamam.

Lalu, coba cara parkir di tempat yang jauh dari tukang parkir, lalu cabut secepat mungkin biar tidak terlihat. Ini cara yang agak sulit sih. Soalnya ya, mata tukang parkir itu kek elang.

Ada satu cara paling berisiko di antara cara yang lain, tapi sebenarnya yang paling penting: tolak bayar parkir jika tidak bisa menunjukkan atribut resmi. Nah, ini hanya untuk kalian yang punya nyali besar dan keyakinan tingkat tinggi. Tapi kalau kalian masih sayang nyawa dan cinta damai, coba pikir-pikir lagi untuk pakai cara ini.

Negara harus turun tangan

Maraknya jukir liar di Surabaya (dan kota-kota lainnya) sejatinya tak bisa sepenuhnya disalahkan ke pelaku. Ia hadir tentu karena minimnya kesempatan untuk bersaing di sektor formal dan minimnya pengawasan dari negara. Kalau negara mau melakukan sesuatu untuk ini, saya rasa kelar sih masalah ini. Surabaya sudah mulai melakukan ini, dengan menerapkan sistem digital. Ya meski diwarnai banyak penolakan, sih.

Surabaya adalah tempat yang indah. Tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi dan dijelajahi untuk melepas penat. Tapi, di saat yang sama, ini surga bagi para tukang parkir liar. Ironis memang, bahwa hal indah ini harus dinodai oleh sesuatu yang bahkan tak pernah memberi apa-apa yang berharga untuk Surabaya.

Penulis: Muhammad Iqbal Fawwazi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Parkir Liar di Surabaya Diberantas Puluhan Kali pun Tetap Muncul Lagi Tanpa Takut Kena Sanksi, Bekingannya Terlalu Kuat?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: parkir digital di surabayaSurabayatukang parkir liar
Muhammad Iqbal Fawwazi

Muhammad Iqbal Fawwazi

Seorang perantau asal Surabaya yang membawa semangat ke tanah orang. Bukan sekadar berpindah tempat, ia adalah seorang pembelajar yang haus akan pengetahuan

ArtikelTerkait

Kecamatan Jambangan, Kecamatan Paling Sukses di Surabaya (Unsplash)

Enaknya Tinggal di Jambangan, Kecamatan Paling Sukses di Surabaya

26 Desember 2023
Culture Shock Orang Surabaya Meski Sudah Menetap di Jogja (Unsplash.com)

Culture Shock Orang Surabaya Meski Sudah 4 Tahun di Jogja

11 Agustus 2022
Kota Malang Hari Ini: Problem Kemacetan dan Tamu-tamu Peradaban angkot surabaya

Artikel Balasan: Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang? Enak Aja!

8 Februari 2023
4 Rekomendasi Kuliner Bebek di Surabaya selain Bebek Sinjay dan Bebek Purnama

4 Rekomendasi Kuliner Bebek Enak di Surabaya selain Bebek Sinjay dan Bebek Purnama

21 Desember 2024
3 Warmindo di Surabaya yang Selevel Kafe Kekinian (Unsplash)

3 Warmindo di Surabaya yang Selevel Kafe Kekinian

8 Desember 2024
Jalan Panggung, Sisi Lain Surabaya yang Tidak Pernah Saya Duga Mojok.co

Jalan Panggung, Sisi Lain Surabaya yang Tidak Pernah Saya Duga

9 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman Terminal

Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman

25 Mei 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.