Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Waiter kerap disepelekan, padahal kerja mereka begitu berat

Zain Ahdan oleh Zain Ahdan
12 Agustus 2026
A A
Waiter kerap disepelekan, padahal kerja mereka begitu berat

Waiter kerap disepelekan, padahal kerja mereka begitu berat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur euy, makin ke sini saya makin ngerasa ada fenomena yang aneh dengan adab nongkrong orang-orang kita. Banyak banget yang tiba-tiba mendadak amnesia cara berterima kasih kepada waiter.

Pernah suatu sore, ada rombongan muda-mudi yang outfit-nya dari atas sampai bawah kayaknya bisa buat nutupin uang sewa kosan saya setahun. Mereka asyik ngobrol keras-keras, lalu pesen makanan seabrek. Pas pesanannya datang, si Teteh waiter dengan sangat sopan menaruh piring satu per satu sambil senyum manis, “Permisi Kak, ini spaghetti carbonara-nya, ini matcha latte-nya, silakan dinikmati.”

ADVERTISEMENT

Terus, tahu nggak apa respons rombongan borjuis itu? Nengok aja kagak. Boro-boro senyum balik atau mengangguk, mereka malah sibuk scroll layar HP dan lanjut ngakak-ngakak seolah si Mbak waiter itu cuma pajangan berjalan atau sosok transparan macam jin ifrit.

Sebagai rakyat jelata yang terbiasa hidup ngos-ngosan dan selalu deg-degan tiap buka menu makanan takut harganya selangit, saya jelas heran. Apa iya kalau saldo ATM kita udah nyentuh angka puluhan juta, pita suara otomatis mengalami kelumpuhan buat sekadar ngucapin “terima kasih”? Atau mungkin mereka pikir, karena udah bayar mahal, service charge yang tertera di struk itu otomatis ngebeli harga diri pelayannya juga? Gimana ya jalan pikirannya?

Jadi waiter itu berat

Padahal, pekerjaan jadi waiter itu beratnya minta ampun tau. Berdiri berjam-jam, nahan pegal di betis, harus tetap pasang senyum terbaik meski penuh masalah. Belum lagi kalau nemu pelanggan rada-rada yang ngomelnya setinggi langit cuma karena gulanya kurang pas. Kita ini kan rata-rata sama-sama babu korporat atau kaum pekerja, cuma beda seragam, tempat kerja, dan nasib aja. Kok ya gampang banget mengerdilkan orang lain.

Ngucapin “terima kasih” tiap kali makanan diantar atau piring kotor diangkat itu sebenarnya nggak butuh effort besar. Nggak bayar pula. Nggak akan ada biaya tambahan berupa “pajak apresiasi” di tagihan kita nanti. Ini murni perkara adab. Perkara bagaimana kita menempatkan diri dan memanusiakan manusia lain di sekeliling kita.

Akhirnya, setiap kali selesai nongkrong dan harus siap-siap pulang menelan kerasnya realitas, saya selalu mengusahakan buat merapikan sedikit piring atau gelas di meja, meringankan kerja waiter. Saat berpapasan sama pelayannya di pintu keluar, saya sempatkan senyum sedikit sambil mengangguk, “Makasih ya, A, Teh.”

Bukan buat sok suci atau pamer akhlak, saya mah sadar diri cuma pelanggan kere yang banyak ngerepotin mereka. Saya percaya, menghargai kerja keras orang lain itu adalah cara paling murah dan gampang untuk menjaga sisa-sisa kemanusiaan di diri kita. Lagian, mengapresiasi orang lain nggak akan pernah bikin kita jatuh miskin kok.

Baca Juga:

Jadi Waiter Itu Nggak Pernah Mudah

Bekerja Jadi Waiter Adalah Salah Satu Cara Terbaik Berkenalan dengan Kopi

Penulis: Zain Ahdan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jadi Waiter Itu Nggak Pernah Mudah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Tags: gaji waiterkeuntungan jadi waiterlowongan kerja waiterwaiter
Zain Ahdan

Zain Ahdan

Mahasiswa semester akhir yang mempunyai motto hidup “di-edankeun, kagok edan”.

ArtikelTerkait

Jadi Waiter Itu Nggak Pernah Mudah

Jadi Waiter Itu Nggak Pernah Mudah

30 Mei 2022
metalhead waiter tiran kopi biji kopi mojok

Bekerja Jadi Waiter Adalah Salah Satu Cara Terbaik Berkenalan dengan Kopi

20 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya Mojok.co

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

11 Agustus 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Kadang orang ikut rewang bukan karena ingin membantu, tapi takut dihujat dan digibahin

12 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.