Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membahas Everton dan Rivalitas Derby Merseyside: Wawancara dengan @IndoEvertonian

Muhammad Ridwansyah oleh Muhammad Ridwansyah
27 Oktober 2020
A A
everton liverpool merseyside mojok

everton liverpool merseyside mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kelompok suporter Everton di Indonesia, Indo Evertonian telah didirikan mulai 2000-an. Member yang tercatat ada sekitar 400 orang. Anda bisa sapa mereka melalui Twitter @IndoEvertonian.

Di Twitter, saya perhatikan fanbase @IndoEvertonian mulai ramai diperbincangkan. Sebab, performa klub kesayangan mereka musim ini sedang naik. Selain itu, mereka suka berdiskusi dengan pengikutnya, juga sering membalas komentar-komentar yang masuk dari fans Liverpool.

Salah satu komentar yang masuk dari fans Liverpool yaitu mengenai perdebatan cederanya Virgil van Dijk saat dilanggar kakinya oleh Jordan Pickford di Derby Merseyside. Terkait hal ini, saya kemudian menghubungi Mas Iwan sebagai Wakil Presiden Indo Evertonian. Bersama Mas Iwan, saya berdiskusi segala macam.

Berikut saya rangkum obrolan kami di bawah ini.

Pandangan Indo Evertonian soal cederanya Virgil van Dijk?

Cederanya Virgil van Dijk sebenarnya murni kesalahan Jordan Pickford. Tapi begini, Mas. Virgil ini buat saya bek ngaco. Dia beberapa kali melakukan tekel-tekel iseng yang berbuntut cederanya pemain lain. Silakan Mas riset sendiri. Seperti tekel yang dilakukan kepada pemain Napoli. Lalu tekel terhadap Gerard Deulofeu. Dan yang kemarin saja ketika dia beradu fisik dengan James Rodriguez, coba Mas lihat di artikel Mirror, dia sengaja mencederai James.

Menurut saya, terkait cederanya Virgil dan Dijk oleh Jordan Pickford, reaksi fans Liverpool terlalu berlebihan. Bahkan kan sampai ada intimidasi ancaman pembunuhan kepada Pickford yang kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian Merseyside. Bahkan, dulu fans Liverpool ini kepada Loris Karius pas kalah di final Liga Champions, keluarga Karius mendapatkan teror. Buat saya sih itu tidak perlu.

Bisa diceritakan dari sudut pandang Indo Evertonian terkait rivalitas Everton dan Liverpool?

Kalau ngobrolin rivalitas sebenarnya berbeda antara di Merseyside sana dan di Indonesia. Di kota Liverpool sendiri karena kota keluarga, mereka bebas menentukan pilihan. Dalam satu keluarga, kadang kakaknya dukung Liverpool, adiknya dukung Everton. Dan itu menjadi hal biasa.

Kalau di Indonesia, secara kelembagaan ada beberapa fanbase Liverpool. Ada Big Reds dan Reds Indo. Nah, kami sering berafilisiasi sama Big Reds. Secara organisasi kami tidak ada masalah. Suka ngopi bareng, bercanda-bercanda gitu lah. Cuma, member yang bocil-bocil, yang masih baru-baru, suka ngata-ngatain. Dan kita maklumin lah yang suka banter gitu.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Indo Evertonian sendiri lebih suka nge-troll pemain-pemain kami sendiri atau fans kami sendiri. Kami tidak sampai anarkis. Sebab, yang kami dukung kan di sana, masa yang ribut di sini. Prinsip kami begitu. Lagian kami mengutamakan kekeluargaan. Jadi, buat kami rivalitas itu buat penyemangat saja. Ada semacam kebanggaan ketika tim kami mampu mengalahkan Liverpool.

Sedikit tambahan, soal rivalitas ini ada beberapa rekan saya yang menjabat di perusahannya. Jadi dia punya anak buah, dia suka tanya, “Lu suka apa?” kalau ada yang jawab Liverpool, dia bilang gini, “Lu kerja yang bener. Kalau lu salah dikit aja, lu gue pecat.”

Yang paling menarik juga adalah kami punya member seorang wakil sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Nah, PSI kan warna merah, dia kalau rapat pakai baju Everton. Tidak mau pakai baju merah. Gitu lah, seru, sih.

Oke, melihat Everton musim ini, setuju tidak kalau pembelian James Rodriguez, Allan, dan Doucore adalah pembelian yang efektif?

Setuju, tiga pemain ini kami sebut sebagai puzzle yang hilang. Tiga pemain ini menurut saya pembelian yang oke banget. Tapi, PR selanjutnya buat Carlo Ancelotti adalah kedalaman skuad.

Performa Dominic Calvert-Lewin ini ke depannya bakal kayak gimana? Saya takutnya dia seperti Teemu Pukki…

Saya sebenarnya sudah memprediksi kalau Dominic Calvert-Lewin bakal menjadi penyerang nomor satu. Setidaknya, dia juga pemain homegrown. Jarang ada pemain homegrown berperan sebagai penyerang murni.

DCL pandai memanfaatkan peluang, bisa sangat mematikan ketika adu sprint dengan bek lawan. Saya yakin performa dia selama dukungan dari lini tengah bagus, dia akan bagus. Terbukti, di negaranya sendiri dia nyekor juga.

Member Indo Evertonian suka Everton karena apanya, sih?

Member kami suka Everton itu ibarat orang jatuh cinta pada pandangan pertama. Misal, ada yang pas lagi main PS. Biasanya orang-orang kan pakai tim gede, nah dia sendiri pakai Everton. Jadi mulai suka sama Everton. Ada juga karena bapaknya suka Everton.

Pernah juga member kami bercerita bahwa dia suka Everton di jaman ’80-an. Dia angkatan lama berarti. Nah, kalau angkatan sekarang suka Everton karena sering menjadi klub penjegal klub-klub besar. Apalagi pas jaman MU gagal juara. Kebanyakan seperti itu.

Musim ini Everton lagi bagus, stigma apa yang sering Mas dengar dari fans klub lain?

Nah ini, sebenarnya kami agak kurang nyaman ketika Everton sedang naik kemudian fans klub lain mengecap fans karbitan, fans dadakan, dan lain sebagainya. Padahal, fanbase Indo Evertonian diresmikan pada 2008. Dan member kami ada yang suka Everton mulai tahun 2000-an.

Akan tetapi, kami bisa membedakan mana fans Everton yang baru dan yang lama. Ini dilhat dari membership. Jadi, kami udah dari lama dan sampai saat ini kami belum buka membership baru. Jadi kalau misalnya ada yang bilang suka Everton dari tahun sekian, tapi kok tidak ada di member kami? Nah, berarti dia fans baru. Tapi, tidak apa-apa sih soalnya keangkat juga komunitas Indo Evertonian.

Harapan Indo Evertonian di musim ini?

Harapan kami gini. Jadi kalau dulu mah sekitar 2008 atau 2010, kami bisa bertahan di Premier League aja udah bersyukur. Kedua, kebahagiaan kami pada waktu itu bisa mengalahkan tim besar. Ketiga, masuk zona Eropa. Jadi menurut saya wajar kalau Evertonian, khususnya yang ada di Indonesia, untuk musim ini harapannya masuk Liga Champions. Penginnya ke situ. Tapi, kalau itung-itungan nih, bisa lah juara, gituu.

***

Indo Evertonian sejak 2009 telah resmi menjadi afiliasi resmi official klub Everton dan mendapatkan persetujuan di Merseyside. Mereka terdaftar juga di fanbase Everton dunia. Banyak kegiatan yang sudah mereka lakukan. Rencana tahun depan, mereka mau gathering di kota Garut. Halo @evertoniangarut, ramaikan kembali!

BACA JUGA Mewawancarai Satpam BCA soal Kenapa Pelayanan Mereka Dianggap Terbaik dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2021 oleh

Tags: derby merseysideevertonLiverpoolpickfordpremier leaguevan dijk
Muhammad Ridwansyah

Muhammad Ridwansyah

Founder penulis Garut. Penulis bisa disapa lewat akun Twitter dan Instagram @aaridwan16.

ArtikelTerkait

Ada Apa, Leicester City?

Ada Apa, Leicester City?

16 Oktober 2022
james rodriguez everton real madrid mojok

Udah Bener James Rodriguez Pindah ke Everton, daripada Nganggur di Real Madrid

9 September 2020
Anthony Taylor: Wasit Premier League, Kualitas Liga Indonesia chelsea wasit liga inggris VAR

Anthony Taylor: Wasit Premier League, Kualitas Liga Indonesia

15 Agustus 2022
Adrian San Miguel

Begitulah Nasib Penjaga Gawang, Adrian

20 Agustus 2019
manchester united manchester city liga inggris FFP david pannick MOJOK.CO

Halu Bebas, tapi Bilang Manchester City Bakal Juara Premier League kok Nganu ya

15 September 2021
Manchester United Cuma Lelucon, Hobi Nyalahin Orang Lain (Pixabay)

Manchester United Adalah Lelucon Dimulai dari Internal, tapi Selalu Bodoh lalu Menyalahkan Pelatih dan Pemainnya

20 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.