Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Nyaris Meninggal Saat Terbang Bersama Peach Airlines, Maskapai LCC dari Jepang

Tiara Uci oleh Tiara Uci
21 April 2024
A A
Pengalaman Nyaris Meninggal Saat Terbang Bersama Peach Airlines, Maskapai LCC dari Jepang

Pengalaman Nyaris Meninggal Saat Terbang Bersama Peach Airlines, Maskapai LCC dari Jepang (Byeangel via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Ini adalah pengalaman saya nyaris jatuh saat naik maskapai LCC asal Jepang, Peach Airlines.

Saya pernah membaca jurnal yang menyatakan jika pesawat adalah transportasi paling aman di dunia dibandingkan moda transportasi lainnya. Rata-rata hanya ada satu kecelakaan dalam 16 ribu penerbangan. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kecelakaan yang terjadi pada bus, mobil, hingga kereta api. Oleh karena itu, saya sering menggunakan transportasi udara saat bepergian. Selain merasa lebih aman, naik pesawat juga lebih hemat waktu.

ADVERTISEMENT

Di antara banyaknya pengalaman naik pesawat udara, ada satu penerbangan yang nggak bisa saya lupakan sepanjang hidup. Itu adalah pengalaman saat naik Peach Airlines, maskapai LCC asal Jepang dari Kansai (perfektur Osaka) menuju Narita (Tokyo).

Keunggulan Peach Airlines

Seperti yang saya singgung di atas, Peach Airlines adalah maskapai berbiaya rendah (LCC) dari Jepang. Peach Airlines melayani penerbangan domestik (Jepang) dan penerbangan internasional dari Osaka menuju Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Hongkong.

Keunggulan utama Peach Airlines dibandingkan dengan maskapai LCC lainnya adalah harga tiketnya yang kelewatan murahnya. Harga tiket pesawat Peach Airlines dari Osaka ke Tokyo bisa jauh lebih murah ketimbang tiket kereta Shinkansen dengan rute yang sama.

Jika kita bandingkan dengan harga tiket pesawat di Indonesia, Peach Airlines terlihat seperti maskapai yang sedang bersedekah alih-alih cari untung. Bayangkan saja, tiket pesawat dari Osaka ke Tokyo (400km) hanya Rp800ribuan. Bandingkan dengan tiket pesawat Indonesia dari Surabaya ke Bandung (680km) yang dibandrol seharga Rp1,2-Rp1,8 juta.

Meskipun menjual tiket murah, Peach Airlines adalah maskapai LCC yang nggak sembrono dan tetap mementingkan keselamatan penumpang. Melalui laman web-nya, Peach Airlines menuliskan jika mereka berkomitmen mengganti armada pesawatnya setiap 8-10 tahun sekali. Padahal, rata-rata pesawat bisa digunakan sampai 20 atau 25 tahun.

Fasilitas di dalam kabin pesawat

Armada yang digunakan Peach Airlines nggak berbeda dengan Citilink dan Lion Air, yaitu menggunakan Airbus A320-200. Kursi di dalam kabin Peace Airlines terbilang nyaman untuk rute penerbangan pendek hingga sedang, tapi akan terasa nggak nyaman saat perjalanan jauh. Maklum, kursinya agak tipis dan nggak memiliki headrest. Standar kursi maskapai LCC lah.

Baca Juga:

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Semua keperluan administrasi penumpang mulai dari cetak tiket pesawat, check-in, bahkan menimbang bagasi bisa dilakukan penumpang menggunakan mesin yang sudah disedikan oleh pihak maskapai. Prosesnya simple, no ribet-ribet club.

Fasilitas di dalam kabin pesawat sebenarnya standar saja, sama dengan maskapai LCC di Indonesia. Di dalam kabin ada kursi, meja lipat, toilet, dan nggak ada fasilitas entertainment. Akan tetapi, Peach Airlines menyediakan majalah yang bisa dibaca atau dijadikan sarana hiburan selama penerbangan.

Meskipun fasilitasnya B saja, tapi kebersihan kabinnya patut diacungi jempol. Kualitas kebersihannya di atas rata-rata maskapai LCC lain, sampai kaca pesawatnya kinclong tak bernoda. Toiletnya juga bersih, harum, dan dilengkapi berbagai macam jenis sabun juga tisu.

Pengalaman hampir mati di atas pesawat Peach Airlines

Pramugari Peach Airlines juga ramah. Meskipun secara postur tubuh pramugarinya terlihat lebih pendek dari rata-rata pramugari di Indonesia, tapi pramugari Peach Airlines sangat cekatan dan sopan. Selain ramah, mereka juga memiliki kemampuan untuk meredam kepanikan penumpang.

Waktu itu, pesawat yang saya tumpangi mengalami masalah. Penerbangan dari Bandara Kansai menuju Narita seharusnya ditempuh selama 1 jam 38 menit, tapi kami terpaksa harus kembali ke bandara padahal baru saja berada di atas awan kira-kira selama 15 menit.

Pilot dan awak kabin nggak memberikan informasi secara spesifik masalah yang sedang terjadi. Penumpang hanya diberi tahu kalau pesawatnya akan kembali ke Bandara Kansai karena ada sedikit problem.

Saya kebetulan duduk di dekat jendela waktu itu. Saya melihat cuacanya bagus, langitnya cerah, tapi pilot memutuskan kembali ke Bandara Kansai. Fakta tersebut membuat pikiran saya nggak tenang dan saya merasakan ada sesuatu yang nggak beres.

Lampu indikator kenakan sabuk pengaman selalu menyala dan alarmnya pun tak berhenti berbunyi. Pramugari Peach Airlines juga menjelaskan prosedur pendaratan darurat. Kami diminta untuk duduk dengan posisi merunduk dan melindungi kepala dengan tangan.

Tepat saat pilot menginformasikan pesawat akan landing, beberapa penumpang di bangku belakang berteriak dan panik. Setelahnya saya sudah nggak bisa menyerap informasi dengan baik lantaran pening dan merasa jika pesawat yang saya tumpangi menukik dengan tajam. Rasanya seperti saat naik roller coaster dan melunjur ke bawah dengan cepat.

Kondisi di dalam kabin pesawat sedikit riuh. Saya mendengar orang-orang memanggil Tuhannya masing-masing, anak-anak menangis, dan suara pramugari yang mencoba menenangkan penumpang. Saat itu saya sudah pasrah. Meski nggak ingin menangis, tapi air mata keluar dengan sendirinya.

Menghadapi kematian ternyata sangat menakutkan. Saya pun hanya bisa merapal doa dan menutup mata rapat-rapat. Di benak saya muncul wajah orang-orang yang saya sayangi.

Ada masalah di bagian belakang pesawat

Saya merasa waktu berjalan lambat. Menunggu beberapa menit terasa seperti beberapa tahun. Akhirnya saya merasakan roda pesawat menyentuh landasan dengan keras sehingga membuat tubuh saya terguncang.

Begitu pesawat berhasil mendarat, ada perasaan sedikit lega di dada saya saat itu. Tapi kemudian saya kembali takut lantaran lampu di dalam kabin seluruhnya padam dan saya melihat asap di bagian belakang pesawat. Sekali lagi, pramugari Peach Airlines meminta para penumpang segera keluar dengan mengikuti garis di lantai yang berwarna merah tanpa membawa barang bawaan.

Penumpang bagian tengah (termasuk saya) diminta keluar dari pintu darurat. Kami nggak keluar dengan tangga, melainkan meluncur di evacuation slide. Saya melihat ada dua ambulans standby di dekat pesawat dan dua mobil pemadam kebakaran yang menyemprotkan air di bagian belakang pesawat.

Para penumpang dipandu menuju ke dalam ruangan tersendiri, di ruangan tersebut semua kru Peach Airlines membungkukkan badan sampai 90 derajat (semacam gestur minta maaf). Saya nggak bisa memikirkan apa pun sampai saya diberi air mineral oleh petugas Peach Airlines.

Setelah merasa agak tenang, saya baru benar-benar menyadari apa yang telah terjadi. Ternyata, pesawat yang saya tumpangi mengalami kerusakan di bagian belakang. Kami beruntung lantaran pilot segera menyadari masalahnya dan membawa kami kembali. Andai telat beberapa menit saja, pesawat kami bisa saja terbakar sebelum sempat melakukan pendaratan darurat.

Merasa bersyukur atas pengalaman tersebut

Hari buruk nggak pernah tertulis dalam kalender, tapi saya merasa beruntung lantaran masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan. Saya juga mendapatkan pelajaran berharga tentang betapa pentingnya antrean. Penumpang pesawat Peach Airlines yang mayoritas orang Jepang nggak ada satu pun yang berusaha menerobos dan berebut keluar meski mereka sudah melihat dan mencium aroma besi terbakar.

Sikap penumpang yang patuh dengan instruksi keselamatan membuat awak kabin lebih mudah mengendalikan keadaan sehingga seluruh penumpang bisa keluar dengan selamat, tanpa ada yang terluka.

Saya nggak bisa membayangkan jika kejadian seperti ini saya alami di Indonesia. Jangankan dalam keadaan darurat, dalam kondisi normal saja penumpang pesawat di Indonesia sudah berdiri dan berebut keluar.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bandara Juanda: Bandara Elite, Transportasi Sulit.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2024 oleh

Tags: jepangLCCmaskapai LCCNaik PesawatPeach Airlinespenumpang pesawatpesawatpesawat terbangpilotpramugari
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Perjalanan Melawan Aerophobia, Ketakutan Luar Biasa untuk Naik Pesawat takut naik pesawat kecelakaan pesawat terminal mojok.co

Perjalanan Melawan Aerophobia, Ketakutan Luar Biasa untuk Naik Pesawat

19 September 2020
Nasib Pramugari di Tengah Pandemi: Terjebak di Negeri Asing dan Bermain Bersama Kucing pesawat terbang

Nasib Pramugari di Tengah Pandemi: Terjebak di Negeri Asing dan Bermain Bersama Kucing

26 Mei 2020
Pelajaran PKK Diajarkan di Jepang, Apakah Masih Relevan untuk Diajarkan di Indonesia_ terminal mojok

Pelajaran PKK Diajarkan di Jepang, Apa Masih Relevan Diajarkan di Indonesia?

17 November 2021
Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu-ibu di Jepang dan Alasan Kenapa Ibu-ibu di Sana Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga terminal mojok

Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu Rumah Tangga di Jepang

13 Juli 2021
Merayakan Idul Adha sebagai Minoritas di Jepang terminal mojok

Merayakan Idul Adha sebagai Minoritas di Jepang

17 Juli 2021
Kehidupan SD di Jepang Versi Nobita Itu Bukan Mitos, 6 Hal Ini Buktinya terminal mojok

Kehidupan SD di Jepang Versi Nobita Itu Bukan Mitos, 6 Hal Ini Buktinya

8 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja Mojok.co

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.