Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mencoba Memahami Twit Ersa Tri Wahyuni tentang Homo Deus: Awalnya Kasih Opsi, Akhirnya Bikin Keki

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
15 April 2021
A A
Mencoba Memahami Twit Ersa Tri Wahyuni tentang Homo Deus: Awalnya Kasih Opsi, Akhirnya Bikin Keki terminal mojok.co

Mencoba Memahami Twit Ersa Tri Wahyuni tentang Homo Deus: Awalnya Kasih Opsi, Akhirnya Bikin Keki terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sampai dengan saat ini, tidak ada formula pasti untuk menjadi viral pada platform media sosial mana pun. Ada yang sengaja posting sesuatu sampai diniatin banget biar viral, ealah, nggak kunjung viral. Giliran bikin konten atau posting yang biasa-biasa aja, tahu-tahu viral sampai notifikasi membludak.

Barangkali, hal tersebut juga dialami oleh Ibu Ersa Tri Wahyuni, salah satu dosen pembimbing yang terbilang aktif main Twitter dan sudah merasakan bagaimana rumusan formula viral tersebut bekerja.

Selain semesta, rasa-rasanya tidak berlebihan jika saya berpikir bahwa dunia maya juga senang bercanda. Betapa tidak. Setelah cuitan Ibu Ersa pada 2019 lalu tentang “jeritan hati dospem” sempat viral, kali ini, blio mengalami momen serupa. Adalah twit tentang Homo Deus yang menjadi duduk perkaranya.

https://twitter.com/ErsaTriWahyuni/status/1381964108887584777?s=19

Twit tersebut sukses mengundang respons khalayak melalui kolom reply dan quote retweet. Ada yang sepakat, ada juga yang misuh-misuh dengan penuh semangat.

Jujur saja, saya sampai baca twit/utas tersebut berkali-kali. Menelusuri sekaligus mencari tahu, apa yang membikin khalayak merasa mangkel, merespons secara serampangan, hingga menjadi trending.

Jika dibaca dari awal, sebetulnya Ibu Ersa Tri Wahyuni kesayangan kita semua hanya menjawab twit dari akun menfess @draftanakunpad yang dikirim oleh seorang sender tentang seberapa penting baca buku dan apa saja manfaat yang didapat.

Sebagai pengajar, tentu saja Ibu Ersa menjelaskan sesuai dengan porsinya. Responsnya begini:

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

“Baca buku itu membuka wawasan, membuka cakrawala jadi nggak dangkal kalau diajak ngomong. Kalau sendernya cowok, ngasih tahu aja nih… cewek itu suka sama cowok yang luas wawasannya kalau diajak ngobrol. Cowok yang wawasannya luas itu sexy.”

Setelah dibaca berulangkali, rasa-rasanya, twit blio akan lebih menyenangkan jika selesai pada kata, “membuka wawasan, membuka cakrawala.” Lebih general aja gitu. Lagipula, realitanya, saat PDKT atau kencan, cara pasangan itu beragam, Bu.

Ada yang lebih suka pergi ke perpustakaan dan baca sekaligus bahas beragam buku bareng-bareng. Ada yang sukanya nonton dan bahas film. Ada juga yang hobinya kulineran dan pergi dari satu tempat makan ke tempat makan lainnya, dan seterusnya, dan seterusnya.

Beberapa hal atau kebiasaan tersebut bebas dilakukan oleh pasangan yang sedang kasmaran, Bu. Toh, setiap pasangan akan berhadapan dengan resonansi atau kesamaannya masing-masing. Kalau memang nggak cocok sejak awal, entah dari obrolan atau kebiasaan, sebagian pasangan sudah paham satu hal: PDKT nggak perlu dilanjutkan.

Okelah, saya tidak bisa memungkiri, betapa gregetnya sesuatu yang ibu sarankan kepada para cowok dan cewek tentang perbanyak baca buku yang bagus dan beragam. Poin ini bisa dikategorikan sebagai imbauan bagi para mahasiswa atau siapa pun, untuk meningkatkan literasi/kebiasaan membaca. Apalagi Indonesia masih ada dalam bayang-bayang menempati peringkat 60 dari 61 negara pada level literasi baca, dari survey yang diselenggarakan oleh UNESCO pada 2019.

Kendati demikian, meskipun beberapa twit-nya soal membaca Homo Deus memancing perasaan mangkel, keki, sekaligus pisuhan khalayak, jika dibaca dengan hati yang lapang dan pemikiran terbuka, sebetulnya blio bermaksud baik. Memberi opsi untuk membuka obrolan bagi kalian yang sedang kasmaran dan/atau dalam proses PDKT dengan cem-ceman, agar pada saat chattingan nggak stuck atau kehabisan bahan diskusi.

Lagipula, siapa yang menyangka bahwa twit tersebut akan viral, lalu mendapat pro dan kontra. Lantas diserbu oleh banyak pengguna Twitter dengan segala opininya.

Masih dalam konteks yang sama, mungkin Ibu Ersa lupa bahwa obrolan bisa terjadi karena adanya komunikasi dua arah. Jika yang satu ngotot diskusi sampai berbusa-busa soal buku atau bahan bacaannya, sedangkan yang lainnya nggak paham atau nggak memiliki ketertarikan yang sama, obrolan akan sia-sia dan terkesan egois aja gitu. Nggak efektif.

Ingin didengar, tapi enggan menelusuri perasaan orang lain. Apakah bakal nyaman dengan membicarakan topik tersebut?

Mau bagaimana pun, PDKT akan jauh lebih menyenangkan jika satu sama lain klop, Bu. Kalau memang nggak nyambung, ya nggak perlu dipaksakan. Kecuali ada keinginan untuk menyesuaikan atau mengimbangi tanpa paksaan. Tentu saja hal tersebut menjadi lain persoalan.

Btw, dengan segala proses yang dijalani, setiap orang punya caranya masing-masing untuk menjadi daging steak yang tebal dan juicy, Bu. Nggak apa-apa, kok, jadi remahan rengginang. Toh, tetap enak jika dikonsumsi dengan nasi dan campuran lauk lainnya.

BACA JUGA Panduan Cepat untuk Jadi Sosok yang Terkenal di Twitter dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2021 oleh

Tags: Ersa Tri WahyuniHomo DeusMembacapdktTwitter
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Second Account, Tempat Paling Merdeka di Media Sosial

Second Account, Tempat Paling Merdeka di Media Sosial

13 November 2022
Orang Pintar Pamer di Twitter, Netizen Sewot. Kalian Kenapa, sih Terminal Mojok

Orang Pintar Pamer di Twitter, Netizen Sewot. Kalian Kenapa, sih?

19 Juli 2022
Affiliator Sesat: Promosi Barang KW dengan Iming-iming Separuh Harga

Affiliator Sesat: Promosi Barang KW dengan Iming-iming Separuh Harga

7 Januari 2024
atta halilintar

Atta Halilintar dan Fenomena Narsisme Kolektif Anak Twitter

1 Agustus 2019
Auto Base

Auto Base dan Kecenderungan Bersembunyi di Balik Akun Anonim

24 Oktober 2019
Kisi-kisi Menjadi Open Minded Menurut Rakyat Twitter yang Terhormat terminal mojok.co

Alasan Terselubung Seseorang Bikin Akun Alter di Media Sosial

7 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh yang Menemani Saya Belajar Nyetir Mojok.co

Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh Terbaik untuk Belajar Nyetir

18 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.