Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Singkong Rebus untuk PNS

Arman Dhani oleh Arman Dhani
8 Desember 2014
A A
Singkong Rebus untuk PNS
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook
Saya sungguh kecewa dengan kerja menteri-menteri Jokowi, terutama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi, yang mengeluarkan instruksi melalui Surat Edaran Nomor 13 tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana bagi para aparatur negara.

Bagi saya ini adalah kebijakan yang kurang ajar.

Pemerintahan Joko Widodo yang menggembar-gemborkan program penghematan, kok PNS yang jadi korban? Apakah bapak Presiden Jokowi dan Bapak Menteri Yuddy Chrisnandi tidak tahu, menjadi aparatur negara itu bukan hal yang mudah. Hidup sebagai PNS itu susah, gajinya kecil, pekerjaannya berat.

Dengan adanya larangan rapat dinas di hotel, larangan menggunakan penerbangan kelas bisnis hingga larangan mengonsumsi makanan impor saat acara dinas, saya kira pemerintahan kali ini tidak adil.

Menjadi PNS itu berat, bayangkan tiap hari mesti melayani rakyat, di sisi lain harus menamatkan zuma mengurus keluarga. Bayangkan tiap hari dari sekian jam kerja yang berat mereka juga harus jualan tupperware sigap pulang cepat. Menjadi PNS adalah perjuangan melawan kesuntukan. Pernahkah Bapak-bapak sekalian datang ke kelurahan pukul 10 siang dan kantornya kosong? Pernahkah Bapak-bapak sekalian bikin paspor dan proses pembuatannya butuh berhari-hari? Semua itu karena kerja yang berat tadi, Pak.

Jumlah PNS di Indonesia saat ini 4,5 juta, dan mereka harus melayani 244,8 juta jiwa. Itu tidak cukup, Pak. Rasio jumlah penduduk dan PNS sebesar 1,83%,  ini jauh di bawah rata-rata rasio PNS negara-negara Asia. Apalagi dengan adanya moratorium rekrutmen, PNS negeri ini akan semakin kelabakan melayani rakyat. Maka jangan salahkan para PNS tadi jika layanan tidak maksimal. KTP yang harusnya sejam jadi ternyata berhari hari,  paspor yang harusnya sehari kelar tapi sangat lama.

Meski kelihatan berat, tapi hidup PNS itu mulia, Pak. Berapa mertua yang ingin anaknya nikah dengan PNS? Berapa banyak orang yang rela bayar mahal untuk jadi PNS? Banyak dari generasi kami ingin jadi PNS karena tidak ingin hidup sederhana, kami ingin hidup enak dan sejahtera. Sebagai orang yang gagal jadi PNS saya merasa iri dengan kawan-kawan saya yang PNS. Mereka bisa melakukan perjalanan dinas, makan-makan, bikin acara gak jelas di hotel dan juga menginap di hotel dengan biaya negara.

PNS adalah citra hidup indah yang banyak kami inginkan.

Kebijakan lain yang menggelikan adalah kebijakan mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan kedaulatan pangan, dengan memerintahkan setiap instansi untuk menyajikan menu makanan tradisional yang sehat, atau buah-buahan produksi dalam negeri, di setiap penyelenggaraan pertemuan maupun rapat. Kebijakan macam apa ini, Pak? Saya sendiri, kalau datang ke acara pemerintahan, ingin makan yang enak-enak. Ini kok disuruh makan singkong rebus? Bapak ini bagaimana sih?

Di kampung saya, di Jawa Timur sana, tanda rumah makan enak dan mahal adalah rumah makan yang ada banyak PNSnya saat jam makan siang. Kenapa? Karena PNS-PNS tadi punya cita rasa dan sensitivitas lidah yang luar biasa. Mereka gak biasa makan makanan medioker macam singkong rebus. Mereka biasa makan enak dan mahal. Bahkan beberapa warung di kampung saya bikin peraturan “Tidak menerima Bon Kosong”. Entah apa itu artinya. Apakah tiap makan PNS tadi minta bon kosong atau bagaimana, saya tidak tahu. Tapi yang jelas kebijakan makan singkong ini harus dilawan!

Bapak menteri boleh bilang bahwa kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, siapa suruh mereka jadi petani? Kenapa gak jadi PNS aja?

Jadi PNS itu susah dan mahal, Pak. Lihat saja, berapa banyak berita di koran yang mengabarkan orang-orang ditipu puluhan sampai ratusan juta supaya jadi PNS? Orang-orang itu rela bayar mahal karena ingin hidup makmur, makan enak dan terjamin masa tuanya. Eh, ini sudah jadi PNS kok malah disuruh prihatin. Bapak ini piye, toh?

Selain itu, pelarangan pesta pernikahan mewah bagi PNS adalah bentuk pelanggaran HAM. Kan tidak pakai duit negara, Pak? Keluarga PNS itu gak semuanya melarat, banyak yang sudah kaya-raya sebelum negara ini lahir. Jangan samakan semua PNS seperti Gayus Tambunan. Ada yang emang kaya bukan dari duit pemerintah kok, tapi dari kerja kerasnya. Meski PPATK telah menemukan 10 PNS muda—usia di bawah 30 tahun—dengan rekening puluhan milyar, ya siapa tahu mereka kerja keras.

Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 7 % dibanding dengan Gaji PNS di tahun 2013. Kenaikan gaji pokok PNS 2014 tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI No. 34 tahun 2014, mengenai Perubahan Keenambelas atas Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Golongan satu maksimal gaji bisa Rp 2,413,800, golongan dua Rp 3,432,300, golongan tiga Rp. 4,310,100, dan golongan empat Rp 5,302,100.

Jika sampai ada rekening hingga milyaran dalam PNS-PNS muda, itu kan oknum. Tidak semua PNS demikian, Pak. Semua PNS di Indonesia adalah abdi negara yang berdedikasi, mencurahkan integritasnya, tidak pernah korupsi, tidak pernah titip absen, tidak pernah nganggur di kantor, dan yang pasti, tidak pernah menerima ceperan sama sekali!

Iklan

Kalau harus hemat, ya Bapak sendiri harus mulai hemat. Jangan naik mobil dinas, naik Commuter line. Makan di warteg atau nyicil KPR. Bapak yang punya program, kok PNS yang harus menanggung beban?

Jadi, kalau PNS-PNS tadi mau bikin kawinan dengan mengundang 10.000 orang atau dibikin live seperti Raffi Ahmad ya suka-suka dia. Duit-duit dia, kok pemerintah yang repot. Perkara ada yang merasa bahwa hal itu akan melahirkan kesenjangan sosial, siapa suruh jadi miskin? Siapa suruh gak jadi PNS? Lagipula daripada ngurusi jumlah tamu undangan PNS, pemerintah lebih baik mengurusi pembayaran Obligasi Bunga Rekap yang ratusan triliun itu. Biarkan PNS bermain zuma bekerja dengan baik melayani masyarakat.

Jika Bapak tetap memaksa PNS untuk hidup hemat dan sederhana, maka tunggu saja revolusi akan terjadi. Karena para PNS tak akan kehilangan apapun kecuali gaji ketiga belas!

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2021 oleh

Tags: jokowiPNSSingkong
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO
Sehari-hari

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.