MOJOK.COSelain jaringan nggak stabil dan pelayanannya bermasalah, Indihome membebankan biaya sewa modem tanpa opsi beli. Cari untung sih boleh, cuman ya nggak gini lah.

Jika kebetulan kamu hidup di kabupaten yang tidak terlalu terkenal (((TERKENAAAAAL))), kamu hanya bisa mengandalkan IndiHome sebagai penyedia layanan WiFi di rumahmu. Ya mau gimana lagi, cuma IndiHome yang punya jaringan paling luas. Punya negara, je.

Kalau kamu membaca paragraf di atas terkesan nggak bertenaga, kamu nggak salah. IndiHome emang penuh problem, hingga bikin kita bingung ini itu penyedia jasa internet apa salah satu jenis cobaan Tuhan era informatika.

Kecepatannya yang lambat, nggak stabil, plus jika kita mengirimkan komplain hanya dijawab dengan “rEsTarT mODemnYa yA kAkak” memberi alasan kita mukulin tembok.

Yang lebih mengerikannya lagi, seperti yang saya bilang di paragraf pertama, IndiHome dan hanya Indihome lah provider yang punya jaringan paling luas.

Tidak cukup dengan sinyal internet yang bikin kamu ngelus dada, saya menemukan hal wagu lain dari IndiHome, yaitu biaya sewa modem yang nggak masuk akal.

Kalau kita pasang IndiHome, kita bakal diberi modem sama router dari pihak Telkom. Keliatannya sih gratis, tapi sebenarnya kita nyewa modem dan router tersebut. Biaya sewa modem tersebut paling murah adalah 80 ribu rupiah per bulan dan biayanya jadi satu dengan biaya sewa. Katakanlah kita bayar 300 ribu rupiah per bulan, ya itu udah sama biaya sewa modem.

Baca juga:  Meski Menyebalkan, IndiHome Nggak Salah Menyuruh Kita Restart Modem

Masalahnya adalah modem tersebut harganya cuma… 300 ribuan.

Ini serius. Harga router tersebut nggak mahal, 4 kali bayar sewa aja udah dapet itu modem, Bosku. Dan kita harus bayar biaya sewa tersebut selama memakai jasa IndiHome.

Kalau kamu pake jasa provider plat merah tersebut selama setahun, berarti kamu udah keluar 960 ribu rupiah hanya untuk sewa modem. Berlangganan selama bertahun-tahun? Ya itung sendiri.

Bedanya mungkin adalah perangkat bawaan waktu pasang IndiHome itu isinya aplikasi-aplikasi dari IndiHome. Tapi kalau cuma itu, ya sama aja. Aplikasi kan tinggal diunduh apa dipasang. Di-setting sebentar ya kelar itu. Macam yang paham dunia gituan cuma orang-orang plat merah aja apa.

Tapi gimana kalau kita udah punya router sendiri? Bisa nggak kita pakai modem sendiri, jadi kita hanya minta jaringan IndiHome gitu?

Saya sempat menelepon CS Indihome untuk memastikan hal ini. Saya telpon pakai hape kantor Mojok, biar terlihat resmi. Lagian saya juga nggak ada pulsa. Saya telepon, terus disuruh nunggu. Tak berapa lama, panggilan saya direspons oleh mbak-mbak customer service­.

Saya menanyakan apakah bisa berlangganan IndiHome dengan modem sendiri, jadi nggak pakai punya Telkom gitu. Apa jawabannya? Tidak bisa. Semuanya udah jadi satu, namanya bundling.

Kalau pun kita memaksa untuk pakai modem sendiri, ujungnya tetap kena sewa. Saya nggak terima penjelasannya, kalau memang kita punya modem sendiri, terus biaya sewa buat apaan coba? Mbaknya tetep kekeh menjelaskan kalau peraturannya kita tetap bayar sewa.

Baca juga:  Komentar Terkini Johnny G. Plate Makin Meyakinkan bahwa Dia Nggak Paham Konsep Netflix

Mbaknya kekeh, saya ngotot. Sepertinya memang kita tidak ditakdirkan untuk bersama.

Penjelasan mbaknya membuat kita tidak punya opsi lain untuk membebaskan diri dari biaya sewa. Nggak ada opsi buyout modem, nggak ada opsi pakai modem sendiri. Selama pakai jasa Indihome, ya bakal kena sewa.

Kita baru bisa bebas biaya sewa kalau nggak pakai Indihome, ya iyalah. Tapi ndladuk-nya lagi, perangkat yang kita sewa hingga habis uang nggak sedikit itu ujungnya kudu dibalikin. Kurang mangkelin apa coba? Modem harga 200-400 ribu dipaksa nyewa sampe abis jutaan, kalau kelar kudu balikin.

IndiHome saya pikir kudu ngasih opsi beli modem ke mereka, selain ngasih opsi sewa. Setidaknya itu bisa mengurangi beban biaya yang harus ditanggung pelanggan. Kalau jaringannya udah top sih nggak masalah, haaa provider lain yang jauh lebih top aja masih ngasih opsi beli, ini yang ampas malah sok-sokan.

Maksud saya, apa ya nggak cukup status mereka sebagai penguasa jaringan di Indonesia sampe kudu bebanin biaya sewa semahal itu?

Dasar kapitalis kepolen.

BACA JUGA Negara Boleh Goblok, Kita Jangan dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.