MOJOK.COTidak perlu jadi jenius untuk melihat bahwa pemerintah gagap dalam menangani virus corona. Ini saat yang tepat bagi pemerintah untuk duduk dan mendengarkan saran dari rakyat.

Meningkatnya pasien positif corona di Indonesia membuat rakyat Indonesia makin waspada terhadap wabah ini. Namun kewaspadaan rakyat berbanding terbalik dengan pemerintah yang justru terlihat kurang dibanding warganya. Ketika negara-negara lain menerapkan langkah yang tegas dan teliti dalam menangani corona, Indonesia justru terlihat seperti menyepelekan. diskon tiket pesawat, misalnya.

Kondisi yang ada diperparah dengan berita simpang siur yang beredar. Informasi pemerintah yang kurang transparan membuat warga tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mengurangi potensi terpapar virus corona. Info yang dibutuhkan seperti pola penyebaran, daerah mana yang penyebarannya luas, teknis pencegahan, prevalensi kematian, dan info penting lain masih belum tersedia.

Nah, buat pemerintahku tercinta, karena kalian kerap offside dalam bertindak, Mojok Institute berbaik hati memberi usulan hal apa yang kalian sebaiknya jangan lakukan dalam menangani corona virus. Tidak perlu jadi jenius untuk paham apa yang harus dilakukan, tinggal meniru langkah negara lain, dan itu selesai. Tapi karena ini Indonesia, di mana hal yang mudah sebaiknya dibuat sulit, maka tentu saja kami tergerak untuk memberikan usulan sebagai bentuk ((pengabdian)) kami.

Satu, jangan jadikan virus corona sebagai bahan candaan.

Begini, saya paham kalau terlihat gagah itu menyenangkan. Tapi ketika membuat suatu tragedi yang masih berlangsung menjadi bahan lelucon itu tidak tepat. Ratusan juta orang di negaramu ketakutan, dan hal terbaik yang kau pikirkan adalah menjadikan itu lelucon? Please banget.

Baca juga:  Tak Perlu Nonton Drakor Lagi karena Negara Siapin Drama ‘New Normal’ 2.517 Episode

Kedua, jangan banyak omong kalau memang nggak tahu apa-apa.

Kalian sering lihat orang tua di suatu kumpulan yang selalu ingin ngomong dan selalu ingin didengar meski pendapatnya selalu melenceng jauh dari bahasan? Nah, itu yang sedang dilakukan banyak petinggi negara ini dalam menanggapi virus corona. Mereka menyampaikan informasi yang jelas-jelas belum terbukti kesahihannya, jika tidak mau dibilang bodoh.

Dulu sebelum dinyatakan ada kasus corona di Indonesia, ada yang bilang bahwa ras Melayu dan doa mampu menangkal masuknya corona ke Indonesia. Dalam hitungan minggu, klaim tersebut terbantahkan. Sekarang, ada yang bilang kalau merebaknya virus corona itu adalah ulah Illuminati. Baiklah bapak-bapak, kita harus segera mengumumkan bahwa nasi tiwul adalah kunci untuk memecahkan kasus penembakan John Fitzgerald Kennedy.

Ketiga, jangan diamkan orang yang sok tahu.

Indonesia adalah tempat di mana keajaiban datang kapan saja meski terkadang justru itu masalahnya. Poin kedua adalah meminta para pejabat untuk tidak sok tahu, dan poin ketiga adalah meminta orang-orang itu untuk diam. Sebenarnya poin kedua harusnya bisa dimengerti dengan mudah, tapi karena negara ini unik, maka harus diperlakukan secara khusus.

Meski terlihat lumayan memalukan, tapi harus ada imbauan khusus untuk meminta para pejabat untuk tidak mengeluarkan pernyataan tentang virus corona yang tidak punya dasar dan terbukti secara ilmiah. Kalau himbauan ini masih dilanggar, kita tahu pejabat mana yang sebaiknya tidak digubris dan dijadikan contoh kepada anak-anak, kalau udah gede jangan bego kayak orang itu.

Baca juga:  Saya Warga Nahdliyin, Tapi Tak Setuju Usul PBNU soal Presiden Dipilih MPR

Keempat, jangan menunda tindakan karena semua sudah terlambat.

Pemerintah harus melakukan sesuatu yang konkret untuk menghentikan penyebaran. Tidak, utas Twitter tidak termasuk tindakan konkret yang saya maksud. Beri peta penyebaran, beri informasi tentang aktivitas pasien corona sebelum dia dinyatakan positif tanpa membuka identitas, lock down the city, whatever. Do something, dude.

Italia mengisolasi diri mereka sendiri, Korea Utara bergerak, tim sepak bola Eropa menghentikan kegiatan untuk sementara agar fans tidak terkena virus corona, banyak hal yang bisa dilakukan, apa lagi yang Indonesia tunggu?

Tentu saja menunggu momen yang tepat untuk mengumumkan pariwisata kita baik-baik saja.

Kelima, jangan sentuh wajah dan mulutmu.

Bagi para pejabat, sebaiknya ini dilakukan secepatnya untuk mencegah terpapar virus corona. Jangan sentuh wajah dan mulut kalian, agar kalian tahu bahwa selama ini wajah kalian terlihat cerah di depan investasi dan kata-kata yang keluar dari mulut kalian tidak pernah bisa dipegang.

BACA JUGA Update Virus Corona dan Rincian 19 Pasiennya di Indonesia dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.