MOJOK.CO Per tanggal 10 Maret 2020, pasien yang positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 19 orang. Ikuti terus perkembangannya buat mencegah disinformasi.

Pada (9/20) kemarin, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengumumkan bertambahnya jumlah pasien. Dalam kurun waktu 7 hari, pasien yang awalnya berjumlah dua orang yang merupakan seorang ibu dan anak, kini berjumlah 19 orang.

Dua orang WNI pertama yang positif tertular virus corona diberi kode pasien 01 dan 02, kondisi keduanya sudah mulai membaik. Namun, keduanya sempat mengalami depresi akibat identitasnya yang menyebar di masyarakat. Padahal, faktor psikologi juga berpengaruh pada imunitas dan kesembuhan kedua pasien ini.

Untuk itu, demi kebaikan bersama agaknya kita nggak boleh sembarangan bikin heboh dan panik berjamaah. Sebenarnya virus corona ini bisa dengan mudah disembuhkan, tapi luka batin akibat perundungan bagi pasien yang terdampak justru akan mempersulit.

Setelah dua WNI terkonfirmasi virus corona, selanjutnya muncul pasien 03 dan 04 yang didapatkan dari penelusuran 80 orang yang sempat berkontak dengan pasien 01 dan 02, baik tamu hingga pegawai klub dansa. Keduanya sudah berangsur membaik dan tidak lagi mengalami demam.

Ada pun rincian pasien terdampak virus corona dan penyebab tertularnya juga telah disampaikan Achmad Yurianto adalah sebagai berikut.

Pasien 05: laki-laki 56 tahun. Hasil tracing terhadap kluster Jakarta.
Pasien 06: laki-laki 36 tahun. Imported case dari kapal Diamond Princess di Jepang
Pasien 07: perempuan usia 59 tahun, imported case atau tertular virus corona dari luar negeri.
Pasien 08: laki-laki usia 56 tahun, tertular oleh pasien 07 (suami istri).
Pasien 09: perempuan 55 tahun, impoted case.
Pasien 10: laki-laki usia 28 tahun, WNA. Hasil tracing terhadap pasien 01.
Pasien 11: perempuan 54 tahun, WNA. Hasil tracing terhadap pasien 01.
Pasien 12: laki-laki 31 tahun. Hasil tracing terhadap pasien 01.
Pasien 13: perempuan 16 tahun. Hasil tracing terhadap sub-kluster pasien 03.
Pasien 14: laki-laki, 50 tahun, imported case.
Pasien 15: perempuan 43 tahun, imported case.
Pasien 16perempuan 17 tahun, terkait dengan pasien 15.
Pasien 17: laki-laki 56 tahun, imported case.
Pasien 18: laki-laki 55 tahun, imported case.
Pasien 19: laki-laki 40 tahun, imported case.

Berdasarkan keterangan tersebut, beberapa pasien tertular melalui imported case. Dengan kata lain pasien yang terjangkit virus corona berkontak dengan beberapa orang dari luar negeri dan pulang ke Indonesia dalam keadaan tertular atau dalam masa inkubasi.

Baca juga:  Pengalaman Saya Tinggal di Italia Saat Virus Corona Lagi Ganas-ganasnya

Bagi kawan-kawan yang memutuskan untuk berlibur ke luar negeri, ada baiknya lakukan berbagai upaya pencegahan agar liburan kalian bisa tenang. Mulai dari sering mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik dan menghindari menyentuh wajah sendiri.

Hindari kontak langsung seperti bersalaman dengan orang asing, atau menyentuh benda-benda di ruang publik lalu cuek senggol-senggol muka sendiri. Kalau tiba-tiba kalian ingin garuk-garuk wajah, usahakan sudah cuci tangan terlebih dahulu. Jadi ketika virus corona nongkrong di tangan, dia tidak akan melanjutkan perjalanan ke dalam tubuh.

Jika sedang sering batuk dan flu, jangan ditutupi pakai tangan. Kalian bisa mengarahkannya ke siku atau menutupinya dengan sapu tangan atau tisu lalu segera buang. Sehingga jika kalian dalam masa inkubasi virus corona, maka virus itu akan seminimal mungkin menyebar pada orang lain.

Tidak perlu panik dan khawatir berlebihan karena itu pun percuma. Yang terpenting jagalah imunitas dan kebersihan badan, virus corona bakalan lebih betah nongkrong di orang yang selama ini jor-joran sama tubuh sendiri.

BACA JUGA Formula E Jakarta Terancam Dibatalkan karena Virus Corona atau artikel lainnya di POJOKAN.