Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Wikimo Bola

PSIS Semarang

Redaksi oleh Redaksi
29 Maret 2017
A A
Hasil Pertandingan Liga 1 Pekan Ke-5: Gol David da Silva Bawa Persebaya Imbangi Sriwijaya FC

Hasil Pertandingan Liga 1 Pekan Ke-5: Gol David da Silva Bawa Persebaya Imbangi Sriwijaya FC

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mengapa sepak bola begitu dicintai? Salah satu jawaban yang paling mengena adalah narasi tentang kejutan. Terutama, ketika sebuah tim yang tidak diperhitungkan, tak hanya mengalahkan raksasa dan para unggulan, namun berhasil menjadi kampiun. PSIS Semarang berhasil melakukannya. Membuat kejutan dan menjaga sepak bola supaya selalu dicintai.

Persatatuan Sepak Bola Indonesia Semarang atau yang dikenal sebagai PSIS Semarang, sejatinya berkandang di Stadion Jatidiri. Namun, untuk sementara waktu, PSIS Semarang harus mengungsi ke Stadion Moch Soebroto di Magelang.

Untuk sementara waktu, Stadion Jatidiri tengah menjalani renovasi dan belum bisa digunakan. PSIS Semarang harus merogoh saku hingga 12 juta untuk sewa stadion, untuk satu kali pertandingan. Biaya yang harus dikeluarkan PSIS Semarang bisa lebih tinggi apabila menggunakan Stadion Moch Soebroto secara global.

Yang dimaksud penggunaan secara global meliputi tidak hanya pertandingan, namun kegiatan latihan hingga kegiatan uji tanding. Pun, harga masih bisa berubah apabila PSIS Semarang bermain malam hari yang membutuhkan penerangan. Biaya listrik dan lampu tidak termasuk ke dalam biaya global. Stadion Moch Soebroto punya empat tiang lampu, dengan 94 lampu, dengan kebutuhan daya mencapai 2.000 watt per lampu.

PSIS Semarang sendiri nampaknya tidak keberatan dengan biaya tersebut karena animo masyarakat Jawa Tengah yang sangat tinggi ketika menyambut kembalinya tim Mahesa Jenar ke kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Para pendukung tim yang juga dijuluki tim Panser Biru ini menjadi juara pada musim 1998/1999. Bermain sangat solid, PSIS mengalahkan Persebaya Surabaya yang saat ini mendominasi pertandingan. PSIS menjadi juara lewat gol tunggal Tugiyo, sang Maradona dari Purwodadi.

Kisah manis itulah yang ditunggu musim ini. Ketika tim non-unggulan, bahkan diprediksi akan terdegradasi, bisa menjadi juara.

PSIS Semarang juga berharap bisa menelurkan kembali generasi emas mereka seperti periode 2005 hingga 2006. Saat itu, skuat PSIS diisi pemain-pemain berkaliber besar seperti Imral Usman, Suwita Patha, Yaris Riyadi, Greg Nwokolo, dan Gustavo Hernan Ortiz.

Pada tahun 2006, PSIS hampir saja mengulangi kejutan “musim legendaris 1998/1999”, ketika kalah dari Persik Kediri di partai final. Atas prestasi inilah, istilah Tim Impian disematkan kepada PSIS.

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2018 oleh

Tags: Greg Nwokolojawa tengahPSISPSIS SemarangTugiyo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO
Kilas

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO
Kilas

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO
Kilas

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.