Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Anggaran Pengharum Ruangan Gedung DPRD Jakarta Mencapai Hampir 350 Juta

Redaksi oleh Redaksi
22 November 2017
A A
Parfum Isi Ulang, Parfum Refill.MOJOK

Ilustrasi Mengintip Kecurangan Para Penjual Parfum Isi Ulang, Membahayakan Pembeli Demi Dapat Cuan Besar (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selalu ada hal-hal wagu dan menggelikan yang bisa digali dalam setiap perencanaan anggaran keuangan lembaga legislatif. Dan hal tersebut selalu sukses menjadi pemberitaan bagi banyak media.

Nah, pemberitaan soal perencanaan anggaran yang baru-baru ini sukses menjadi bahan pemberitaan dan disorot oleh banyak pihak adalah anggaran untuk pengharum ruangan gedung DPRD Jakarta yang nilainya mencapai hampir Rp350 juta.

Pagu anggaran tersebut masuk dalam RAPBD DKI 2018.

Seperti diketahui, sewa pengharum ruangan otomatis termasuk dalam program peningkatan dan pengelolaan kantor Sekretariat DPRD yang meliputi Gedung DPRD DKI dan Gedung DPRD DKI Blok H.

Untuk Gedung DPRD DKI, anggaran pengharum ruangan mencapai Rp149,556,000. Dengan rincian 110 refill pengharum ruangan dengan harga masing-masing Rp103 ribu, dikalikan 12 (bulan), ditambah PPN.

Sedangkan untuk Gedung DPRD DKI Blok H, anggaran pengharum ruangannya mencapai Rp197.142.000 dengan rincian 145 refill pengharum ruangan masing-masing seharga Rp103 ribu, dikalikan 12 (bulan), ditambah PPN.

Jika dijumlahkan, total anggaran yang ditulis dengan nomenklatur “Sewa pengharum ruangan untuk Gedung DPRD DKI dan Gedung DPRD DKI Blok H’ ini sebesar Rp346.698.000 alias hampir 350 juta rupiah.

Hal tersebut tentu saja mengundang komentar miring dari masyarakat. Sebab, angka ratusan juta tersebut tentu saja dinilai terlalu mahal dan berlebihan untuk ukuran belanja parfum ruangan.

Mereka beranggapan ratusan juta kalau untuk pengadaan perangkat elektronik seperti videotron, pendingin ruangan, LCD TV, atau UPS (aduh, kelepasan) masih agak masuk akal. Tapi, kalau sekadar untuk belanja pengharum, rasanya terlalu boros.

Mereka juga menganggap pagu anggaran ini terlalu dibuat-buat, terlebih jika melihat harga refill yang dicantumkan.

“Refill Stella matic cuma 35 ribu, itu bisa buat 2 bulan, per bulan berarti nggak sampai 18 ribu. jauh banget dari seratus ribuan,” komentar seorang warga terkait rencana anggaran pengharum ruangan gedung DPRD ini.

Selain itu, jumlah pengharum ruangan di dua gedung DPRD ini juga dinilai terlalu banyak.

Yah, begitulah. Masyarakat agaknya memang tak terlalu paham dengan esensi bau-bauan. Mereka tak paham bahwa pengharum yang sangat banyak memang diperlukan untuk menghilangkan bau yang sangat busuk.

Tapi, pemerintah DKI sebenarnya juga salah karena menganggarkan angka segitu banyak hanya untuk pembelanjaan pengharum ruangan, padahal ada cara lain yang lebih murah untuk membuat ruangan-ruangan di gedung DPRD Jakarta tetap harum tanpa harus menggunakan pengharum atau pewangi ruangan.

Iklan

Yak, betul. Paksa seluruh anggota DPRD untuk ngremus kemangi setiap hari saat jam kerja.

Pengharum ruangan

Terakhir diperbarui pada 26 November 2017 oleh

Tags: dki jakartadprdpengharum ruangan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO
Cuan

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Hidup Cemas di Manggarai Jakarta Selatan karena Tawuran MOJOK.CO
Esai

Merantau di Manggarai Jakarta Selatan Artinya Hidup Sambil Memelihara Ketakutan, Hidup Susah, dan Terancam Tawuran yang Bisa Terjadi Kapan Saja

18 Mei 2025
Cerita Para Sarjana yang Sulit Cari Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Catatan

Cerita Para Sarjana yang Dihajar Kerasnya Jakarta: Ijazah Tak Laku Buat Lamar Kerja Sampai Kerap Ditipu Loker Gadungan

20 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.