Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
11 April 2026
A A
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Ilustrasi - Alfath, mahasiswa berprestasi UGM (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perjalanan masuk kuliah ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja tidak pernah mudah bagi Alfath Qornain Isnan Yuliadi. Pemuda asal Klaten ini harus melalui tantangan yang tidak biasa sebagai lulusan SMK sampai dengan meraih gelar mahasiswa prestasi (mapres) UGM.

***

Alfath ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di tengah ekonomi keluarganya yang datang dari kalangan kurang mampu. Ia menyampaikan keinginan kepada orang tua, untuk menerima keraguan yang sudah terbayang sebelum menyampaikan niatnya.

Menurut kedua orang tua Alfath, lebih baik dirinya langsung bekerja setelah lulus sekolah. Pasalnya, alasan kedua orang tuanya menyekolahkan Alfath di SMK adalah untuknya langsung dapat memiliki penghasilan yang dapat membantu ekonomi keluarga.

“Awalnya memang tarik ulur. Karena dari awal saya dimasukkan ke SMK supaya setelah lulus bisa langsung bantu kerja,” kata dia, dikutip dari laman UGM, Sabtu (11/4/2026).

Namun memiliki tekad yang kuat, pemuda asal Klaten ini mencoba untuk meyakinkan kedua orang tuanya. Ia juga membuktikan bahwa bukan hanya mampu lolos untuk kuliah di UGM, tetapi dirinya mampu bersinar di kampus yang terletak di Jogja tersebut.

Terhalang izin karena kondisi ekonomi 

Pertama kali menyampaikan niatnya untuk melanjutkan pendidikan di UGM Jogja, kedua orang tua Alfath terpikir bahwa biaya kuliah tidak akan sedikit. Membutuhkan biaya besar untuk dapat melanjutkan pendidikan kembali. Pertimbangan ekonomi yang sulit ini juga didasarkan pada kondisi Alfath sebagai anak kedua dari enam bersaudara. Maka, keputusan itu akan berdampak pada kondisi keluarga, termasuk saudara-saudaranya.

Namun, tekadnya tidak goyah.

Alfath bercerita, ia mengatakan kepada sang ayah bahwa status sebagai lulusan SMK akan membuat dirinya tertahan di tempat. Ia akan sulit ke mana-mana hanya dengan gelar SMK. Sementara itu, gelar sarjana dapat membuatnya meningkatkan taraf, serta belajar lebih banyak lagi melalui bangku perkuliahan.

“Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit. Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah,” kata dia. 

Melalui usaha kerasnya dalam meyakinkan orang tua, perlahan Alfath mendapati hati orang tuanya mulai luluh.

Harus bekerja sebagai tukang bangunan untuk biaya seleksi UGM

Perjuangan Alfath tidak berhenti pada izin. Ia membiayai sendiri langkah awalnya untuk dapat berkuliah di UGM. 

Sejak kelas dua SMK, Alfath turun langsung ke proyek bersama ayahnya. Ia menggali fondasi hingga mengangkat material untuk upah yang tidak besar. Hanya sekitar Rp50 ribu per hari.

Namun setidaknya, bagi Alfath, biaya itu cukup untuk dikumpulkan sebagai uang pendaftaran UTBK. Sebab, Alfath merasa tidak enak hati untuk meminta kepada ayahnya.

Iklan

“Saya nggak enak minta ke bapak. Jadi saya kerja, sebagian ditabung buat UTBK, sebagian buat kebutuhan sekolah,” kata dia.

Untuk itu juga, Alfath harus berusaha ekstra. Ia tidak hanya mengumpulkan uang untuk kebutuhan biaya, tetapi juga mengatur waktu semaksimal mungkin untuk bekerja dan belajar. Waktu belajar disisihkan pada malam hari setelah bekerja penuh mulai pagi hingga sore.

Menjelang ujian, Alfath mengatur waktu dengan empat hari bekerja dan tiga hari penuh di akhir pekan untuk belajar. 

Pembagian waktu seperti ini barang tentu membuatnya lelah. Alfath bahkan sempat terjatuh dari lantai dua proyek bangunan. Namun, alih-alih menyerah, pengalaman itu justru kian menguatkan tekadnya.

“Saya sempat overthinking, takut nggak bisa lanjut…”

Baca halaman selanjutnya…

Overthinking berbuah prestasi di UGM

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 April 2026 oleh

Tags: Lolos UTBKlulusan SMKmahasiswa berpretasimahasiswa ugmmapres UGMSekolah Vokasi UGMSMKSNBT-UTBKUGMUTBK
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co
Sosial

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO
Sehari-hari

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Sekolahan

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.